Home / Berita / Menuju Keluarga Sempurna (Week-end Pasutri – Paroki Santa Maria Bunda Yesus, Padang)

Menuju Keluarga Sempurna (Week-end Pasutri – Paroki Santa Maria Bunda Yesus, Padang)

Menuju Keluarga Sempurna

new2“Tidak ada keluarga yang sempurna,  tetapi tanpa keluarga hidup ini tidak akan pernah sempurna,”  kata Pastor Paroki St. Maria Bunda Yesus Rm. Agustinus Mujihartono, Pr. di awal “Week End” Pasangan Suami Istri (Pasutri), 5-6 Mei 2016.  “Week End” yang diikuti 21 pasutri dan dikemas dalam bentuk rekoleksi ini, menurut Rm. Agus agar para pasutri menghangatkan kembali “cinta kasih” yang kemungkinan mulai redup karena tuntutan dan himpitan kehidupan masa kini.

Selama “Week End” ini, para pasutri didampingi Ketua Komisi Keluarga Keuskupan Padang Rm. Antonius Konseng, Pr dan pasutri aktivis Marriage Encounter (ME) dari Pekanbaru Yohanes – Desi. Di hadapan peserta, Rm. Anton menyatakan dalam perjalanan waktu, seringkali keluarga masuk dalam masa krisis. “Krisis adalah situasi ketidaknyamanan dalam hati suami atau istri, karena sikap dan tingkah laku yang tidak tepat, dan karena usaha untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terpenuhi. Krisis ini adalah tantangan yang harus diselesaikan sehingga tidak menyeret keluarga ke dalam persoalan yang lebih besar,”  ujar Rm. Anton.

new3Selain mendapatkan masukan dari pendamping, para pasutri mendapatkan kesempatan untuk ‘berbicara dari hati ke hati” dengan pasangan dan saling membagikan pengalamanya dalam kelompok. Salah satu peserta sekaligus panitia, Elisabet Tuti menyatakan bahwa salah satu penyebab munculnya masalah dalam rumah tangga adalah komunikasi antarpasangan. Menurut Elisabeth, rekoleksi ini memberi kesempatan bagi pasutri untuk saling membuka hati, sehingga tercipta komunikasi yang baik.

Dalam sharing ini, lanjut Elisabeth, setiap  pasangan  mau membuka hati untuk membangun dialog. Menurut pengamatannya, ada pasutri yang terharu, merasa lega dan bersukacita karena beban yang selama ini disimpan di hati bisa diutarakan. “Melalui sharing ini, setiap pasangan saling mengetahui kekurangan dan kelebihan masing-masing sehingga bersama-sama bertekat untuk mengubah sikapnya terhadap pasangannya,” katanya. Menurut Elisabeth, sebagian besar peserta berharap acara ini tidak sekali saja, tetapi menjadi program tetap paroki.  (Winny Gulo)

Galery Photo Lebih Lengkap… Klik disini!!

new9 new10 new11 new12 new4 new5 new6 new7 new8 new13

 

About

Check Also

Ekaristi Senin, 15 Oktober 2018: Santa Teresia dari Avilla (perawan dan pujangga Gereja, 1515-1582).

Theresia dilahirkan dari Avila, Spanyol, pada tanggal 28 Maret tahun 1515. Sebagai seorang gadis kecil …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *