Home / Berita / Ekaristi Minggu Biasa III/C, 27 Januari 2019

Ekaristi Minggu Biasa III/C, 27 Januari 2019

“Pada hari ini genaplah nas Kitab Suci”

Menghayati Ekaristi dalam Hidup
Allah menyapa manusia dengan bahasa manusia. Dalam diri Putera-Nya Ia menampakkan diri. Dialog antara Pencipta dengan ciptaan-Nya dilakukan melalui Putera-Nya, yaitu Yesus Kristus. Kristus bertemu dengan kita sebagai sabda dan karya dalam rencana ilahi. ‘Sabda’ sebagai kabar gembira yang mewartakan keselamatan kepada kaum papa dan orang-orang berdosa. Tetapi juga ‘karya’ sekaligus, karena penderitaan Kristus meyakinkan kita, bahwa Tuhan menaruh cinta kasih kepada kita sampai merelakan Putera-Nya; bahwa sabda-Nya benar dan setia, dan bahwa janji-Nya telah merupakan kenyataan hidup dalam diri Yesus Kristus (2Kor 1:20). Inilah pula yang menyebabkan wajah kita berseri-seri memancarkan sinar ilahi.

Antifon Pembukaan –Mazmur 96:1,6

Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, bernyanyilah bagi Tuhan, hai segenap bumi. Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan kehormatan ada di tempat kudusnya.

Pengantar

Setiap agama memiliki tata ibadat yang berbeda-beda. Namun, kita melihat dengan sangat jelas bahwa masing-masing agama menempatkan Kitab Suci sebagai bagian penting dalam tata ibadatnya. Sebagaimana dikatakan dalam Kitab Nehemia yang diperdengarkan hari ini, “Kitab Taurat dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan sehingga pembacaan dimengerti.” Dalam kisah Perjanjian Baru, sebagai keturunan Yahudi, Yesus juga sangat mencintai Kitab Suci. Injil Lukas pada hari ini mewartakan saat Yesus membacakan suatu nas Kitab Yesaya. Perayaan Ekaristi yang kita rayakan juga mendasarkan pada Kitab Suci. Bagian ini menjadi bagian baku yang tidak dapat dihilangkan agar umat sungguh kaya akan sabda Allah. Di lain pihak, umat juga kaya akan kemurahan Kristus yang hadir dalam Tubuh dan Darah-Nya.

Seruan Tobat

Tuhan Yesus Kristus,
Engkaulah Sabda Allah yang menjadi manusia, yang membawa Kabar Gembira bagi umat manusia.
Tuhan, kasihanilah kami.

Engkaulah Sabda Allah yang menjadi manusia, yang berulang kali diwartakan para nabi.
Kristus, kasihanilah kami.

Engkaulah Sabda Allah yang menjadi manusia, yang dicurahkan kepada kami.
Tuhan, kasihanilah kami.

Doa Pembukaan

Marilah berdoa:
Ya Allah, melalui Yesus Kristus, Putra-Mu, Engkau telah menggenapi karya penyelamatan-Mu. Kami mohon anugerahkanlah Roh-Mu kepada kami agar kami dapat menerima pengajaran Putra-Mu yang akan menuntun kami sampai kepada-Mu. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami, yang bersama Engkau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang masa.
Amin.

Bacaan Pertama – Nehemia 8:3-5a.6-7.9-11
Perayaan besar yang berupa ibadat ini menggambarkan pembaruan perjanjian (Ul. 31:9-13). Dalam ibadat ini, pewartaan mendapat tempat yang utama; namun masih harus diterangkan agar dapat dimengerti, dan kemudian dicerna serta ditanggapi oleh umat. Sabda Allah yang pertama mengumpulkan umat di padang pasir (Kel 19-24). Dan sekarang pun Sabda Allah mengumpulkan umat dalam pembaruan pengabdian pada zaman Ezra. Ezra, ahli kitab, adalah pralambang Kristus yang akan segera menyempurnakan hukum.

“Bagian-bagian Kitab Taurat Allah dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan sehingga pembacaan dimengerti”

Pembacaan dari Kitab Nehemia:
Sesudah umat Israel kembali dari pembuangan, pada hari pertama bulan yang ketujuh itu imam Ezra membawa kitab Taurat itu ke hadapan jemaah, yakni baik laki-laki maupun perempuan dan setiap orang yang dapat mendengar dan mengerti.

Ia membacakan beberapa bagian dari pada kitab itu di halaman di depan pintu gerbang Air dari pagi sampai tengah hari di hadapan laki-laki dan perempuan dan semua orang yang dapat mengerti. Dengan penuh perhatian seluruh umat mendengarkan pembacaan kitab Taurat itu.
Ezra, ahli kitab itu, berdiri di atas mimbar kayu yang dibuat untuk peristiwa itu. Ezra membuka kitab itu di depan mata seluruh umat, karena ia berdiri lebih tinggi dari semua orang itu. Pada waktu ia membuka kitab itu semua orang bangkit berdiri.

Lalu Ezra memuji TUHAN, Allah yang maha besar, dan semua orang menyambut dengan: “Amin, amin!”, sambil mengangkat tangan. Kemudian mereka berlutut dan sujud menyembah kepada Tuhan dengan muka sampai ke tanah.
Bagian-bagian dari pada kitab itu, yakni Taurat Allah, dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan, sehingga pembacaan dimengerti.

Lalu Nehemia, yakni kepala daerah itu, dan imam Ezra, ahli kitab itu, dan orang-orang Lewi yang mengajar orang-orang itu, berkata kepada mereka semuanya: “Hari ini adalah kudus bagi TUHAN Allahmu. Jangan kamu berdukacita dan menangis!”, karena semua orang itu menangis ketika mendengar kalimat-kalimat Taurat itu.

Lalu berkatalah ia kepada mereka: “Pergilah kamu, makanlah sedap-sedapan dan minumlah minuman manis dan kirimlah sebagian kepada mereka yang tidak sedia apa-apa, karena hari ini adalah kudus bagi Tuhan kita! Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!”

Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan

Sabda-Mu adalah kebenaran, Hukum-Mu kebebasan.

.Sabda Tuhan sempurna, menyegarkan jiwa. Peraturan Tuhan teguh, membuat arif orang bersahaja. Titah Tuhan tepat, menyenangkan hati. Perintah Tuhan jelas, membuat mata berseri.

. Takut akan Tuhan itu suci, tetap untuk selama-lamanya. Hukum-hukum Tuhan itu benar, adil selalu.

.Mudah-mudahan Engkau sudi mendengarkan ucapan mulutku, dan berkenan akan renungan hatiku, ya Tuhan, Gunung Batu dan Penebusku.

Bacaan Kedua –1Kor. 12:12-30 atau 12:12-14.17
Paulus menggunakan gambaran tubuh menurut jalan pikiran zamannya untuk menekankan solidaritas semua anggota Gereja. Kristuslah prinsip hidup dan kesatuan. Orang Kristen masing-masing berkewajiban memperkembangkan bakat-bakat pribadi yang diterimanya dari Roh, agar berguna bagi pembangunan Tubuh Kristus. Gerejalah yang berhak menjelaskan karunia-karunia itu demi kesejahteraan umat.

“Kamu semua adalah Tubuh Kristus, dan masing-masing adalah anggotanya.”

Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:
Saudara-saudara, karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.
Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.
Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota.

(Andaikata kaki berkata: “Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?
Dan andaikata telinga berkata: “Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?)

Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman?
(Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya.
Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh?
Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh.
Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: “Aku tidak membutuhkan engkau.” Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: “Aku tidak membutuhkan engkau.”
Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan.
Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus.
Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus, supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.
Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.
Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.
Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.
Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh?)

Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah

BAIT PENGANTAR INJIL Lukas 4:18-19

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Tuhan mengutus Aku memaklumkan Injil kepada orang yang hina dina, dan mewartakan pembebasan kepada orang tawanan.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Lukas 1:1-4; 4:14-21
Dalam prakatanya (1:1-4) Lukas menjelaskan tujuan Injilnya: suatu katekese historis tentang Yesus dengan maksud mendorong pembaca agar percaya. Dasarnya ialah pewartaan hidup oleh murid-murid pertama, yang sejak permulaan menyaksikan sendiri hidup, karya dan Sabda Yesus. Dalam suatu ibadat di sinagoga, Yesus menyatakan bahwa janji-jani Ilahi terlaksana dalam diri-Nya (4:14-21)

“Pada hari ini genaplah nas Kitab Suci”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman.

Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.
Sesudah dicobai Iblis di padang gurun, dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu.

Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.
Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.
Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”

Berbahagialah orang yang mendengarkan Sabda Tuhan, dan tekun melaksanakannya.
Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Doa Umat

Saudara-saudari, kita dipanggil untuk mewartakan Kabar Gembira kepada kaum papa. Marilah kita berdoa kepada Bapa di surga:

Bagi Gereja, Umat Allah.
Gereja dipanggil untuk menunjukkan belas kasih Bapa kepada setiap orang, terutama mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkirkan, dan berbeda kemampuan.
Bapa, sadarkanlah umat-Mu agar mempunyai perhatian dan cinta kasih kepada sesama yang menderita, semakin tulus dan tanpa pamrih sehingga hidupnya selaras dengan kehendak-Mu.
Marilah kita mohon, …

Bagi masyarakat kita.
Saat ini terdapat masalah-masalah sosial kemasyarakatan di sekitar kita, di mana martabat pribadi manusia kurang dihargai. Kepentingan bersama dikalahkan oleh kepentingan pribadi dan kelompok.
Bapa, berkatilah masyarakat kami agar selalu peka terhadap keprihatinan kemanusiaan secara lebih luas dibandingkan dengan kepentingan pribadi dan golongan. Tumbuhkanlah kesadaran dalam masyarakat kami akan pentingnya kerukunan dan kebersamaan dalam menjalani kehidupan di zaman ini.
Marilih kita mohon,…

Bagi para orang tua.
Para orang tua zaman ini menghadapi tantangan berat dalam tugas dan tanggung jawab mendidik serta mempersiapkan masa depan anak-anak mereka.
Bapa, terangilah para orang tua dengan Sabda-Mu dan teguhkanlah iman mereka agar dengan tekun dan setia mengusahakan dan memilih lingkungan pendidikan yang baik bagi anak-anak mereka. Semoga masa depan mereka dan bumi seisinya semakin sesuai dengan kehendak-Mu.
Marilah kita mohon,…

Bagi kita sendiri.
Kita memerlukan keyakinan akan kasih setia Tuhan yang senantiasa dilimpahkan kepada kita dan memampukan kita melaksanakan tugas perutusan kita dengan penuh iman.
Bapa, bukalah hati kami, agar kami semakin meyakini penyertaan-Mu dalam kehidupan kami dan mampu melaksanakan tugas perutusan kami dengan penuh tanggung jawab.
Marilah kita mohon,..

Bapa Yang Mahabaik, atas nama-Mu kami berkumpul. Dengarkanlah doa-doa permohonan kami, dan bersabdalah dengan kekuasaan-Mu dalam hidup kami. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
Amin.

Doa Persembahan

Ya Allah,
terimalah persembahan ini yang kami unjukkan sebagai ungkapan syukur karena boleh mengalami pemenuhan janji keselamatan-Mu dalam diri Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan dan Pengantara kami.
Amin

Antifon Komuni – Mazmur 34:6

Tunjukkanlah pandanganmu kepada Tuhan maka wajahmu akan berseri-seri dan tidak akan malu tersipu-sipu.

Doa Penutup

Marilah berdoa:
Ya Allah, kami bersyukur atas Ekaristi ini. Berilah kami kekuatan untuk melaksanakan Sabda-Mu, terutama dalam membangun persekutuan dan pertobatan sehingga berwujudlah Kerajaan-Mu di tengah-tengah kami, sampai kami menerima kepenuhannya di surga. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami..
Amin

Renungan: Yesuslah Kabar Gembira Itu! (klik di sini)

About gema

Check Also

Ekaristi SELASA BIASA VI, 19 Februari 2019

Antifon Pembukaan – Mazmur 29:1a.2  Sampaikanlah kepada Tuhan, hai penghuni surga, sampaikanlah kepada Tuhan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *