Home / Berita / Ekaristi MINGGU BIASA XIII/C, 30 JUNI 2019

Ekaristi MINGGU BIASA XIII/C, 30 JUNI 2019

Menghayati Ekaristi dalam Hidup dan Menghayati Hidup dalam Ekaristi
Kemajuan tekhnologi pesat sekali. Kemewahan yang dihasilkannya mestinya membebaskan manusia, namun nyatanya belenggu-belenggu baru akibatnya. Manusia diperbudak oleh nafsu kemewahan. Pengaruh materialisme ini membuat manusia semakin sombong dan nekad, sehingga menceburkan diri ke dalam lautan kenimkmatan dan kemaksiatan. Hanya dengan susah payah menemukan seorang pribadi, yang benar-benar mau membebaskan serta membuka hatinya untuk berjuang lagi, manusia dapat menemukan jalan pembebasan sejati.
Dengan berangkat ke Yerusalem, Yesus menentang Messianisme duniawi. Ia mengenakan kehidupan sang Hamba penderita demi umat-Nya. Seorang kristen dalam hidupnya akan mengalami juga saat kritis. Ia terpaksa harus memilih dan mengambil sikap. Ia berbuat bebas dalam hal itu, asal dapat mengyingkirkan gambaran-gambaran salah mengenai Kristus dan Gereja-Nya. Dengan demikian ia dapat maju melalui jalan baru, seperti yang ditunjukkan oleh Roh dan Konsili (Kis 15:28) kepada murid-murid Kristus yang pertama.

Antifon Pembukaan – Mzm 47:2

Segala bangsa, bertepuk tanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai.

Pengantar

Bila Tuhan berbicara, selalu ada saja yang terasa keras bagi telinga kita. Salah satu kata-kata keras itu ialah: Barangsiapa ingin mengikuti Kristus, harus meninggalkan segala-galanya. Tetapi demikianlah yang dilakukan oleh para nabi dan murid-murid Kristus. Kita selalu cenderung mengambil jalan kita sendiri, dan kerapkali lupa, bahwa kita bebas memilih hidup menurut Roh yang tinggal di dalam diri kita, dan mengajak kita mengikuti Kristus. Kita masing-masing setiap hari harus menyangkal diri, mengikuti Kristus dan menerima kematian kita sendiri dalam hal-hal kecil: kesabaran dan pengorbanan, ketidakmampuan dan kesebalan hati, kesedihan dan kesepian. Tapi kalau kita mengikuti Kristus dalam wafat-Nya, maka kita akan iktu serta bangkit dengan-Nya. Itulah iman dan kebanggaan kita.

Seruan Tobat

Tuhan Yesus Kristus, Engkau memanggil para murid untuk mengikuti Engkau secara konsekuen serta meninggalkan segala-galanya.
Tuhan, kasihanilah kami.

Engkaulah kekuatan kami yang mampu mengalahkan dosa.
Kristus, kasihanilah kami.

Engkau telah mengajukan syarat-syarat bagi para pengikut-Mu, yaitu melepaskan segala kemauan sendiri, dan maju tanpa menoleh ke belakang.
Tuhan, kasihanilah kami.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Ya Tuhan, Allah kami,
Yesus hamba-Mu terkasih mengajak kami untuk mengikuti-Nya tanpa menengok apa yang telah lalu.
Buatlah kami pantas memasuki kerajaan-Mu, agar setia mengikuti panggilan-Mu dan melaksanakan sabda-Mu.
Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Engkau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
Amin.

Bacaan Pertama – 1Raja-raja 19.16b.19-21
Sebagaimana Musa memilih Yosua sebagai hamba dan penggantinya (Bil 27,15-23), demikian pula Elia atas perintah Tuhan menyampaikan panggilan Tuhan kepada Elisa. Ia tidak diurapi sebagaimana biasa. Urapan hanya khusus untuk para raja dan para nabi. Tetapi Elia meneruskan kharismanya kepada Elisa. Ia terjadi dengan mengenakan mantol padanya dan hasilnya sama dengan penumpangan tangan. Dengan ini Elisa ditarik dari pekerjaannya sehari-hari dan harus memulai hidup yang sama sekali baru baginya. Dengan rela dan setia dikurbankannya segalanya untuk menanggapi panggilan Tuhan.

“Bersiaplah Elisa, lalu mengikuti Elia”

Pembacaan dari Kitab Pertama Raja-raja:
Sekali peristiwa Tuhan berkata kepada Nabi Elia, “Elisa bin Safat dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau.” Maka pergilah Elia menemui Elisa bin Safat. Pada waktu itu Elisa sedang membajak dengan dua belas pasang lembu, dan ia sendiri mengendalikan yang kedua belas. Elia lewat di dekatnya dan melemparkan jubahnya kepada Elisa. Segera Elisa meninggalkan lembu-lembunya, mengejar Elia dan berkata, “Perkenankanlah aku mencium ayah dan ibuku dahulu, lalu aku akan mengikuti engkau.” Jawab Elia kepadanya, “Baiklah! Pulanglah dahulu, dan ingatlah apa yang telah kuperbuat kepadamu.” Elisa lalu meninggalkan Elia, mengambil pasangan lembu itu dan menyembelihnya. Lalu ia memasak dagingnya dengan kayu bajak itu sebagai kayu api, dan memberikan daging itu kepada orang-orangnya, dan mereka pun memakannya. Sesudah itu bersiaplah Elisa, lalu mengikuti Elia dan menjadi pelayannya.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 16:1-2a.5.7-8.9-10.11

Ref. Bahagia kuterikat pada Yahwe, harapanku pada Allah Tuhanku.

Mazmur:
 Jagalah aku ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada Tuhan, “Engkaulah Tuhanku, Engkaulah bagian warisan dan pialaku, Engkaulah sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku”.
 Aku memuji Tuhan yang telah memberi nasihat kepadaku, pada waktu malam aku diajar oleh hati nuraniku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan karena ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
 Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai, dan tubuhku akan diam dengan tenteram; sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati dan tidak membiarkan orang kudus-Mu melihat kebinasaan.
 Engkau memberitahukan kepadaku, ya Allah, jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat abadi.

Bacaan Kedua – Gal. 5:1.13-18
Dalam suratnya kepada umat di Galtia Paulus menandaskan, bahwa keselamatan datangnya bukan dari hukum melainkan dari iman: Kristus telah membebaskan kita dari paksaan hukum. Hukum menghakimi dosa, tetapi tak mampu berbuat apa-apa. Meskipun kita tetap lemah, namun iman akan Kristus dan kurnia Roh Kudus akan memberikan kekuatan kepada kita untuk mengalahkan dosa. Dengan demikian kita terbuka terhadap cinta kasih akan sesama, intisari hukum baru.

“Kamu dipanggil untuk merdeka”

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Galatia:
Saudara-saudara, Kristus telah memerdekakan kita, supaya kita benar-benar merdeka. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau tunduk lagi di bawah kuk perhambaan. Memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk hidup dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain karena kasih. Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!” Akan tetapi, kalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, jangan-jangan kamu saling membinasakan. Maksudku ialah: Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh, dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging, – karena keduanya bertentangan – sehingga setiap kali kamu tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Sebaliknya, kalau kamu membiarkan diri dibimbing oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.

Demikianlah Sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL – 1Sam 3:9; Yoh.6:68c

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Bersabdalah, ya Tuhan, sebab hamba-Mu mendengarkan. Sabda-Mu adalah Sabda hidup yang kekal.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Lukas 9:51-62
Kisah dibuka dengan penjelasan Lukas mengenai Yesus yang masuk Yerusalem dan ditolak oleh orang Samaria. Yesus menegur para murid yang bereaksi atas penolakan tersebut. Yesus menyadarkan bahwa perutusan-Nya adalah untuk menyelamatkan dan bukan membinasakan.untuk menegaskan perutusan ini, Yesus menunjukkan tuntutan bagi orang yang tergerak untuk menjadi murid-murid-Nya. Yesus menuntut totalitas: lepas bebas atas kepemilikan, meninggalkan dosa, dan maju tanpa menoleh ke belakang.

“Aku akan mengikuti Engkau ke mana saja Engkau pergi”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Ketika hampir genap waktunya diangkat ke surga, Yesus mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem. Maka diutus-Nya beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke sebuah desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya. Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem. Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata, “Tuhan, bolehkah kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?” Tetapi Yesus berpaling dan menegur mereka, “Kamu tidak tahu apa yang kamu inginkan. Anak manusia datang bukan untuk membinasakan orang, melainkan untuk menyelamatkannya.” Lalu mereka pergi ke desa yang lain. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan, datanglah seorang di tengah jalan, berkata kepada Yesus, “Aku akan mengikuti Engkau ke mana pun Engkau pergi.” Yesus berkata kepadanya, “Serigala mempunyai liang, dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Lalu kepada seorang lain Yesus berkata, “Ikutlah Aku!” Tetapi orang itu berkata, “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.” Tetapi Yesus menjawab, “Biarlah orang mati mengubur orang mati; tetapi engkau, pergilah, dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana. Dan seorang lain lagi berkata, “Tuhan, aku akan mengikuti Engkau, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.” Tetapi Yesus berkata, “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Umat

Saudara-saudari, dalam Kristus kita telah dipanggil untuk menjadi bebas. Marilah berdoa kepada Bapa di surga, agar kita dapat berkembang terus dalam kebebasan sejati. Marilah berseru kepada-Nya.

Bagi Gereja yang kita cintai
Ya Bapa, bantulah Gereja-Mu agar tidak terperangkap dalam struktur-struktur kekuasaan yang tidak memperhatikan azas keadilan, melainkan semakin lama semakin menjadi rendah hati dan semakin rela untuk melayani; semoga Gereja lepa bebas bagi Allah dan manusia.
Marilah kita mohon,…
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Bagi bangsa kita dan semua bangsa
Ya Bapa, bantulah semua bangsa, besar atau kecil, berpegangan tangan untuk membawa kebebasan menusiawi dan martabat kepada semua orang.
Marilah kita mohon,…
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Bagi mereka yang diperas dan ditindas
Ya Bapa, bantulah mereka yang diperas dan ditindas agar tidak memandang keadaan mereka sebagai takdir Allah, melainkan menyadari bahwa mereka pun terpanggil untuk menjadi merdeka.
Marilah kita mohon,…
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Bagi kita yang berkumpul di tempat ini
Ya Bapa, semoga kami tidak pernah terkurung dalam kesempitan diri sendiri, dalam penjara kepentingan pribadi, melainkan benar-benar bersatu dan bebas dalam Kristus sehingga menjadi komunitas pelayanan.
Marilah kita mohon,…
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Tuhan Allah kami, jadikanlah kami manusia bebas, agar dapat menegakkan keadilan, perdamaian serta kebebasan yang bertanggungjawab, sesuai dengan rencana Ilahi-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
Amin

Doa Persembahan

Ya Allah, semoga Engkau berkenan untuk menerima persembahan kami ini. Persatukanlah roti dan anggur ini dengan korban Putra-Mu sehingga menghasilkan kebebasan sejati bagi kami. Sebab, Dialah Tuhan, Pengantara kami, kini dan sepanjang masa.
Amin

Antifon Komuni – Mazmur 103:1

Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah naman-Nya yang kudus, hai seluruh diriku!.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Ya Allah, kami bersyukur atas rezeki surgawi yang telah Kauanugerahkan kepada kami ini.
Semoga niat kami untuk mengikuti Putra-Mu Kauberkati dan cinta kasih kami kepada sesama semakIn nyata
dalam tindakan kami sehingga pada saatnya nanti, kami Kauperkenankan untuk memasuki Kerajaan-Mu yang abadi.
Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami.
Amin

About gema

Check Also

MINGGU PASKAH VII, 2 Juni 2019: Hari Komunikasi sosial Sedunia ke-53

Setiap tahun, Gereja Katolik semesta merayakan Hari Komunikasi Sosial. Hari ini adalah hari komunikasi sedunia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *