Home / Liturgi / MINGGU BIASA XIX, 7 Agustus 2016

MINGGU BIASA XIX, 7 Agustus 2016

Menghayati Ekaristi dalam Hidup dan Menghayati Hidup dalam Ekaristi

Malam punya arti yang berlainan, sesuai dengan mental dan cara hidup seseorang. Bagi sebagian orang berarti saat melepas nafsu, saat berpesta pora, saat maksiat. Bagi lainnya lagi saat istirahat dan menikmati ketenangan, saat bermenung dan berdoa. Mereka ini mencari daya-daya yang tersembunyi dalam gelapnya malam hari untuk pembaharuan fisik dan mental.

Berkali-kali orang kristen harus berjuang melawan kegelapan imannya yang penuh misteri. Bagi sebagian orang malam itu gelap gulita sungguh, hanya sering-sering dselingi titik terang harapan sekilas. Malam tanpa iman itu rupanya meluas di dunia seperti pada malam Jumat Agung. Karena janji akan kehidupan kekal Gereja melanjutkan perjalanannya dengan susah payah, tetapi tanpa putus asa. Ia menyongsong hari depan di mana cahaya kebangkitan akan bersinar sepenuhnya. Dengan harapan ini kita masing-masing harus berusaha sekuat tenaga melaksanakan tugas sehari-hari demi pelayanan kepada saudara-saudara kita.

Antifon Pembukaan – Mzm 74: 20,19,22,23

Ingatlah akan perjanjian-Mu, ya Tuhan, dan janganlah Engkau lupakan umat-Mu yang tertindas. Bangkitlah ya Tuhan, belalah perkara-Mu, janganlah Engkau lupakan seruan orang yang mencari Engkau.

Pengantar

Yesus menyebut kawanan para pengikut-Nya sebagai kawanan kecil: akan selalu kecil jumlahnya jika dibandingkan dengan yang di luar kawanan. Bagi orang-orang tak berpengharapan, kawanan kecil bisa menumbuhkan rasa takut dan minder. Mengapa harus minder dan takut? Tidak perlu takut dan minder sebab “Bapamu telah berkenan memberi kamu Kerajaan-Nya”. Jadi, mengapa kita harus takut dan minder menjadi pengikut Kristus?

Seruan Tobat

Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Putra Allah Yang Mahakuasa, yang menguasai alam semesta.
Tuhan, kasihanilah kami.

Engkau menghendaki pengikut-Mu mempercayakan diri seutuhnya kepada-Mu.
Kristus, kasihanilah kami.

Engkau selalu dekat dengan para pengikut-Mu dan siap sedia mengulurkan tangan untuk mengolong.
Tuhan, kasihanilah kami.

Doa Pembukaan

Marilah berdoa:
Allah Bapa Pencipta alam semesta,
Engkau berkenan membangun Kerajaan-Mu di tengah-tengah kami.
Kami mohon jadikanlah kami hamba-hamba yang setia untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab kami,
baik dalam keluarga, Gereja, maupun masyarakat. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus,
hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
Amin.

Bacaan Pertama –Kebijaksanaan 18: 6-9.
Pengalaman akan penyertaan Allah dalam hidup telah menumbuhkan keyakinan yang mendalam. Pengalaman penyertaan itu semakin menegaskan bahwa Allah demikian mengasihi umat-Nya. Lalu, muncullah pengharapan akan Allah, “Inilah yang menjadi harapan umat-Mu, yakni keselamatan orang benar dan kebinasaan para musuh”. Pengharapan ini bukan omong kosong sebab mereka telah mengalami dan merasakannya dalam perjalanan hidup.

“Dengan satu tindakan yang sama Engkau telah menghukum para lawan dan serentak memuliakan kami”.

Pembacaan dari Kitab Kebijaksanaan:
Malam pembebasan telah diberitahukan lebih dahulu kepada nenek moyang kami, supaya mereka benar-benar insaf akan sumpah yang mereka percayai dan menjadi berbesar hati. Maka inilah yang menjadi harapan umat-Mu, yakni keselamatan orang benar dan kebinasaan para musuh. Sebab de-ngan satu tindakan yang sama Engkau telah menghukum para lawan dan serentak memuliakan kami, setelah kami Kaupanggil kepada-Mu. Diam-diam anak-anak suci dari orang yang baik mempersembahkan kurban dan dengan sehati mereka membebankan kepada dirinya kewajiban ilahi ini: orang-orang suci akan sama-sama ambil bagian baik dalam hal-hal yang baik maupun dalam bahaya. Dan dalam pada itu mereka sudah mulai mendengungkan lagu-lagu pujian para leluhur.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 33:1.12.18-19.20-22

Ref. Bahagiaku terikat pada Yahwe,
harapanku pada Allah Tuhanku.

Mazmur:
1. Bersorak-sorailah dalam Tuhan, hai orang-orang benar, sebab memuji-muji itu layak bagi orang jujur. Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan, suku bangsa yang dipilih Allah menjadi milik pusaka-Nya.
2. Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang bertakwa, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya. Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut,
dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.
3. Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan, Dialah penolong dan perisai kita. Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.

Bacaan Kedua – Ibrani 11:1-2.8-19
Penulis menggambarkan iman kita sebagai suatu usaha dinamis segenap hakikat kita, yang didasari oleh janji Allah dan diarahkan kepada pelaksanaannya. Abraham bapa kaum beriman, dan keturunannya berangkat dengan penuh harapan dan keuletan bagaikan dalam suatu malam menyongsong hari agung kebangkitan Kristus. Teladan mereka itu mendorong untuk ikut serta berangkat dengan iman dan harapan lebih mantap menyongsong cahaya-Nya yang akan kembali.

“Ia menanti-nantikan kota yang kokoh, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah sendiri”

Pembacaan dari Surat kepada Orang Ibrani:
Saudara-saudara, iman adalah dasar dari segala yang kita harapkan dan bukti dari segala yang tidak kita lihat. Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita. Karena iman, Abraham taat ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya; ia berangkat tanpa mengetahui tempat yang ia tuju. Karena iman, ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing, dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu. Sebab ia menanti-nantikan kota yang beralas kokoh, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah sendiri. Karena iman pula Abraham dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia yakin bahwa Dia, yang memberikan janji itu, setia. Itulah sebabnya dari satu orang yang malahan telah mati pucuk terpancar keturunan besar seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya. Dalam iman, mereka semua ini telah mati sebagai orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi hanya dari jauh mereka melihatnya; mereka melambai-lambai kepadanya dan mengakui bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini. Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air. Andaikata dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ. Tetapi yang mereka rindukan adalah tanah air yang lebih baik, yaitu tanah air surgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka. Karena iman Abraham mempersembahkan Ishak, tatkala ia dicobai. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal, walaupun kepadanya telah dikatakan, Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu. Abraham percaya bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang sekalipun mereka sudah mati! Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.

Demikianlah Sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL – Matius 24:42a.44

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Berjaga-jaga dan bersiaplah, karena kamu tidak tahu pada hari mana Anak Manusia akan datang.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Lukas 12:32-48
Allah memilih dan memberi kepada yang dikehendaki. Kerajaan Allah sudah dijanjikan kepada yang kecil. Yang dituntut dari kawanan kecil itu adalah sikap penyangkalan diri dan kewaspadaan. Sikap ini terwujud dalam kesaksian: membebaskan diri dari harta dan perkara duniawi. Dibutuhkan keberanian untuk mengembangkan solidaritas dan semangat berbagi sehingga bertumbuhlah semangat bela rasa sebagai sesama kawanan. Dituntut pula sikap kewaspadaan. Sikap ini terwujud dalam kesiapsediaan menanti kedatangan Kristus yang bisa terjadi kapan saja. Beranikah kita menjadi seperti hamba yang setia?

“Hendaklah kamu siap sedia?”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Sekali peristiwa berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, “Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberi kamu Kerajaan-Nya. Juallah segala milikmu dan berilah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di surga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri, dan yang tidak dirusakkan ngengat. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Hendaklah kamu seperti orang yang menanti-nantikan tuannya pulang dari pesta nikah, supaya jika tuannya itu datang dan mengetuk pintu, segera dapat dibukakan pintu. Berbahagialah hamba yang didapati tuannya sedang berjaga ketika ia datang: Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari, dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah hamba itu.Tetapi camkanlah ini baik-baik! Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangka-sangka.” Petrus bertanya, “Tuhan, kami sajakah yang Kaumaksudkan dengan perumpamaan ini, ataukah juga semua orang?” Jawab Tuhan, “Siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana, yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk membagikan makanan kepada mereka pada waktunya? Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya sedang melakukan tugasnya, ketika tuan itu datang. Aku berkata kepadamu: Sungguh, tuan itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. Tetapi jika hamba itu jahat dan berkata dalam hatinya, Tuanku tidak datang-datang. Lalu ia mulai memukuli hamba-hamba lain, pria maupun wanita, dan makan minum serta mabuk, maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangka-sangkanya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan tuan itu akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia. Hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang seharusnya mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Barangsiapa diberi banyak, banyak pula dituntut dari padanya. Dan barangsiapa dipercaya banyak lebih banyak lagi yang dituntut dari padanya.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Umat

Marilah berdoa kepada Allah yang menyayangi dan selalu setia kepada kita. Marilah berdoa dengan hati yang penuh kepercayaan. Marilah menyampaikan doa-doa kita kepada-Nya:

Bagi Gereja.
Bapa, semoga Gereja membawa terang iman kepada orang-orang yang hatinya masih gelap dan acuh, harapan kepada yang putus asa, dan kasih kepada mereka yang saling benci dan berselisih.
Marilah kita mohon,…
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Bagi para pemimpin dan semua saja yang bertanggung jawab untuk menghidupkan harapan kami akan dunia yang lebih baik.
Ya Bapa, semoga para pemimpin dan mereka yang bertanggung jawab atas kehidupan masyarakat dituntun oleh Roh Kudus dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya.
Marilah kita mohon,…
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Bagi mereka yang patah semangat oleh pencobaan, ketidakpastian, dan ketakutan yang dialami.
Ya Bapa, semoga mereka tetap percaya dan berharap pada Allah yang membuat segala sesuatu berakhir dengan baik.
Marilah kita mohon,…
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Bagi kita semua.
Ya Bapa, semoga kami semua semakin yakin bahwa janji-janji-Mu menuntut keterlibatan kami, demi keadilan dan kasih, sehingga pelayanan kami semakin tekun dalam kehidupan sehari-hari.
Marilah kita mohon,…
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Tuhan, Allah kami, kami menyadari bahwa Engkau mengasihi kami dan selalu menjaga kami. Kami percaya kepada-Mu, Allah kami, yang selalu memelihara kami dalam nama Putra-Mu, Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
Amin

Doa Persembahan

Allah Bapa kami di surga,
terimalah persembahan kami ini.
Anugerahkanlah Roh-Mu kepada kami
agar kami dapat menjadi hamba-hamba-Mu yang setia. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Amin

Antifon Komuni – Mazmur 148:12,14

Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem! Ia mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Ya Allah Yang Maharmurah,
kami bersyukur karena Kauperkenankan untuk mengambil bagian dalam perjamuan kudus-Mu.
Semoga sakramen cinta kasih-mu ini menguatkan kami membangun masyarakat yang dipenuhi dengan kerukunan,
keadilan, dan kedamaian, sebagai gambaran dunia baru yang kami harapkan. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
Amin

Renungan Hari ini: PERCAYA DAN PASRAH PADA TUHAN ……Klik disini!!!

About

Check Also

Ekaristi SABTU BIASA XIX, 18 AGUSTUS 2018

Antifon Pembukaan – Matius 19:14  Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku. Sebab orang seperti merekalah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *