Home / Berita / MINGGU BIASA XIX/B, 9 AGUSTUS 2015

MINGGU BIASA XIX/B, 9 AGUSTUS 2015

Ada orang-orang yang sungguh-sungguh peka terhadap makanan yang sedap dan lezat. Bahkan ada yang menganggap itu yang paling penting. Sebaliknya orang lain tidak memperhatikan sama sekali apa menunya. Bagi mereka itu pertemuan sahabat-sahabat sendiri lebih penting. Mereka ingin bertukar fikiran dan saling menyegarkan persahabatan mereka di masa lampau sambil minum-minum dan makan-makan.
Ekaristi bukanlah makanan biasa. Sebab tidak memberikan kekuatan jasmaniah yang nyata sebagaimana makanan biasa. Sabda yang kita dengarkan di situ memegang peranan penting. Sedangkan persaudaraan merupakan syarat dan akibat sekaligus. Di sini kita lihat pula persamaan dengan kehidupan kristiani: orang harus mengarahkan seluruh hidupnya pada Kristus. Dialah roti kehidupan yang tetap. Dialah sabda, yang disampaikan oleh Tuhan kepada kita. Ekaristi adalah bekal dalam perjalanan yang memberi kekuatan sampai kita bertemu dengan Tuhan secara definitif.

ANTIFON PEMBUKA

Ingatlah akan perjanjian-Mu, ya Tuhan, dan jangalah Engkau lupakan umat-Mu yang tertindas.
Bangkitlah ya Tuhan, belalah perkara-Mu, janganlah Engkau lupakan seruan orang yang mencari Engkau.

PENGANTAR

Mengikuti Misa? Tak ada gunanya! Kata-kata semacam itu sudah lagu lama: umat Israel menggerutu terhadap Musa, sebab manna itu terlalu manis; orang Yahudi menggerutu terhadap Yesus dan tuli terhadap ajaran-Nya, juga sesudah perbanyakan roti; kita pun sering menggerutu dan mengomel: tak ada gunanya! Tetapi mungkin kita berpuas diri dan tak membutuhkan roti kehidupan; atau mungkin kita lupa, bahwa perjamuan itu mengajak kita untuk memikirkan nasib mereka yang kekurangan. Bila kita lupakan semuanya itu, pasti Misa tak ada gunanya. Tetapi kalau benar-benar kita hayati dan juga kita laksanakan, maka kita akan hidup kekal.

TOBAT

Tuhan Yesus Kristus,
Engkaulah roti kehidupan, yang turun dari surga untuk menghidupi kami dengan cinta kasih-Mu.
Tuhan, kasihanilah kami.

Engkaulah roti kehidupan, yang berasal dari Bapa dan datang untuk menguatkan kami di dalam perjalanan hidup kami.
Kristus, kasihanilah kami.

Engkaulah roti kehidupan, yang mau menjadi kurban persembahan kami yang harum mewangi bagi Allah.
Tuhan, kasihanilah kami.

DOA PEMBUKAAN

Marilah berdoa:
Allah Bapa kami di surga yang mahapengasih,
Engkau telah mengutus Putera-Mu datang di dunia sebagai roti kehidupan untuk kehidupan kami.
Kami mohon dengan rendah hati dan mantab kepada-Mu: kembangkanlah iman dan pengabdian kami, agar kami mengakui Dia sebagai pemimpin dan pembimbing kami yang mendampingi dan menguatkan kami di dalam perjalanan kami menuju kepada-Mu.
Demi Yesus Kristus, …

BACAAN PERTAMA – Raja-raja 19:4-9
Di dalam perjalanan ke gunung Horeb Elia tiba-tiba hampir saja jatuh tak berdaya. Tuhan turun tangan untuk menabahkan hatinya di dalam kesunyian. Seorang malaikat mengantarkan makanan dan minuman. Empat puluh hari perjalanan diperlukannya untuk dapat bertemu dengan Tuhan. Maka bekal perjalanan diperlukan oleh orang beriman.

“Oleh kekuatan makanan itu, Elia berjalan sampai ke gunung Allah”

Pembacaan dari Kitab Pertama Raja-raja:
Sekali peristiwa Elia masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu dudu di bawah sebuah pohon ara. Kemudian ia ingin mati, katanya: “Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku.”
Sesudah itu ia berbaring dan tidur di bawah pohon arar itu. Tetapi tiba-tiba seorang malaikat menyentuh dia serta berkata kepadanya: “Bangunlah, makanlah!”
Ketika ia melihat sekitarnya, maka pada sebelah kepalanya ada roti bakar, dan sebuah kendi berisi air. Lalu ia makan dan minum, kemudian berbaring pula.
Tetapi malaikat TUHAN datang untuk kedua kalinya dan menyentuh dia serta berkata: “Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu.”
Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.

Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah

MAZMUR TANGGAPAN

Reff. Kecaplah betapa sedapnya Tuha. Kecaplah betapa sedapnya Tuhan.

Ayat.
Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu, puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku. Karena Tuhan jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.

Muliakanlah Tuhan bersama dengan daku, marilah kita bersama-sama memasyurkan nama-Nya! Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.

Tunjukkanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan; Ia meneyelamatkan dia dari segala kesesakannya.

Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang bertakwa, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

BACAAN KEDUA – Efesus 4:30-5:2
Bagaimana seharusnya tingkah laku pengikut Kristus? Paulus menjawab, barangsiapa dibaptis dalam Roh, tak boleh membuat sedih Roh itu. Jauhilah pengasingan yang mematikan, carilah sebaliknya pertemuan yang menghidupkan. Hidup penuh cinta kasih seturut teladan Kristus, akan mendatangkan cinta kasih Allah di tengah-tengah manusia.

“Hiduplah di dalam kasih, seperti Kristus Yesus”

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus:
Saudara-saudara, janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu. Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah

BAIT PENGANTAR INJIL – Yoh 6:51-52

Alleluya
Akulah roti hidup yang turun dari surga. Barangsiapa makan dari roti ini, akan hidup selama-lamanya.
Alleluya

BACAAN INJIL — Yohanes 6:41-51
Sebagaimana rezeki perlu untuk hidup, demikian pula diperlukan rezeki untuk hidup kekal. Yesus sendirilah roti kehidupan itu. Roti itu telah turun dari surga di tengah-tengah manusia pada saat penjelmaan. Sejak Yesus diutus, maka Bapa menarik orang beriman kepada Dia. Di padang gurun kehidupan kita ambil bagian dalam wafat Kristus dengan menyambut Ekaristi. Maka kita akan ambil bagian pula dalam kebangkitan-Nya.

“Akulah roti hidup yang telah turun dari surga”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:
Sekali peristiwa bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan, “Akulah roti yang telah turun dari surga.” Kata mereka, “Bukankah Ia ini Yesus, anak Yusuf, yang ibu bapanya kita kenal?” Bagaimana Ia dapat berkata: Aku telah turun dari sorga?”
Jawab Yesus kepada mereka: “Jangan kamu bersungut-sungut. Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku. Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. Akulah roti hidup. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”

Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus

DOA UMAT

Yesus bersabda, “Barangsiapa datang kepada-Ku, takkan menanggung lapar lagi dan barangsiapa percaya kepada-Ku takkan merasa haus lagi.” Marilah kita datang dan percaya kepada-Nya seraya memanjatkan doa-doa kita kepada Allah Bapa di surge.

Bagi gereja-gereja di tanah misi.
Ya Bapa, terangilah Gereja-Mu di tanah misi sehingga tetap teguh berjuang mewartakan Kristus, Sang Roti Hidup, demi keselamatan jiwa-jiwa yang belum mengenal-Nya.Tinggallah selalu di antar mereka sehingga mampu menerjemahkan Injil dalam berbagai situasi dan bahasa.
Marilah kita mohon, …

Bagi negeri-negeri yang miskin:
Ya Bapa, kuatkanlah dan bimbinglah negara-negara miskin dalam berjuang untuk mengakhiri penjajahan ekonomi dari pihak negara-negara kaya yang menindas sebagian besar umat manusia di dunia. Sadarkanlah seluruh umat-Mu untuk terus berjuang menciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi setiap manusia di dunia.
Marilah kita mohon, …

Bagi mereka yang menderita:
Ya Bapa, berkatilah para penderita agar dapat menyatikan deritanya dengan korban Kristus demi keselamatan sesama. Semoga kami pun berani terlibat untuk saling berbagi hidup, demi kemuliaan-Mu dan keselamatan kami.
Marilah kita mohon, …

Bagi kita bersama:
Ya Bapa, doronglah kami agar lebih memikirkan dan mengusahakan kesempatan hidup bagi orang lain daripada diri kami sendiri. Ajarilah kami untuk mampu menjadikan program hidup sebagai program hidup kami.
Marilah kita mohon, …

Allah Bapa Yang Maharahim, keagungan cinta-Mu telah menyelamatkan kami. Berkenanlah mendengarkan serta mengabulkan permohonan kami dan jiwailah kami dengan semangat perngorbanan diri dalam perjalanan kami menuju kepada-Mu.
Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
Amin.

DOA PERSEMBAHAN

Bapa, kami Kauundang menghadap kepada-Mu dan Kaukehendaki ikut dalam perjamuan-Mu. Terimalah dengan rela hati persembahan kami ini dan jadikanlah rezeki kehidupan kekal bagi kami.
Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI

Roti yang akan Kuberikan ialah daging-Ku untuk kehidupan dunia, Sabda Tuhan,

DOA PENUTUP

Marilah berdoa:
Bapa yang maha baik,
sementara kami masih dalam perjalanan Engkau telah menyongsong kami, dengan memberikan bekal roti kehidupan kepada kami, ialah Yesus Kristus, Putera-Mu dan Tuhan kami. Semoga berkat kekuatan itu kami tetap tabah dan segar di dalam perjalanan kami menuju kepada-Mu.

About

Check Also

Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-53 (2 Juni 2019)

Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-53 (2 Juni 2019) “Kita …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *