Home / Berita / MINGGU BIASA XXI-A, 27 Agustus 2017

MINGGU BIASA XXI-A, 27 Agustus 2017

Menghayati Hidup dalam Ekaristi/Menghayati Ekaristi dalam Hidup
Mempunyai ide, cita-cita yang briliant belumlah cukup. Oran gharus pula memberi bentuk yang konkrit, harus melaksanakannya. Dan bila promotornya menghendaki agar ide itu jangan musnah bersama dengan kematiannya, tetapi tetap ada, maka ia harus mencari dan menemukan orang-orang yang dapat melanjutkan dan tetap menghidupkan ide itu. Alangkah baiknya bila dapat ditemukan suatu keompok homogen dan dinamis yang dapat berkembang sendiri dalam masyarakat dengan susunan yang rapi.
Kristus mau memastikan kelanjutan perutusan dan Gereja-Nya. Maka diserahkan-Nya hal itu kepada pengaruh Roh Kudus yang tak tampak dan kepada pelayanan para rasul dan pengganti-penggantinya yang tampak (Kis 15:28). Petruslah yang memimpin dewan itu pertama-tama (Mat 10:2). Gereja berkembang sesuai dengan perkembangan imannya kepada Kristus yang bangkit. Dan kita, batu-batu hidup dalam bangunan Allah, dapat membantu dalam pembangunan itu dengan iman kita.

Antifon Pembukaan –(Bdk. Mzm 86:1-3)

Sendengkanlah telinga-Mu, ya Tuhan, dan dengarkanlah aku. Selamatkanlah hamba-Mu, yang berharap kepada-Mu. Kasihanilah aku, ya Tuhan, kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari.

Pengantar

Di dalam komunitas yang disebut Gereja, Kristus menduduki tempat utama. Tiada orang lain yang dapat menggantikan-Nya, para uskup tidak dan Sri Paus pun tidak. Petrus dan pengganti-penggantinya mendapat tugas dari Kristus sendiri untuk memelihara kerukunan di dalam Gereja-Nya dan mengusahakan cinta kasih persaudaraan. Dan seperti Yesus pula Petrus dan pengganti-panggantinya adalah hamba, pelayan semua orang, dan kita sesama saudara bertugas membantu dan melayani Gereja dan dunia. Kekuasaan Gereja adalah kekuatan pelayan untuk membantu semua bangsa. Semoga pertemuan kita ini mendorong kita untuk lebih bersatu, lebih rukun dan lebih melayani Gereja dan umat manusia.

Seruan Tobat

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghendaki agar karya penyelamatan-Mu dilanjutkan oleh pengikut-pengikut-Mu.
Tuhan, kasihanilah kami.

Engkau telah memilih Petrus sebagai wadas tempat Gereja-Mu Kaudirikan dengan memberikan kunci kerajaan surga kepadanya.
Kristus, kasihanilah kami.

Engkaulah Kritus, Putera Allah yang hidup, yang menyerahkan kekuasaan mengampuni kepada orang-orang pilihan-Mu.
Tuhan, kasihanilah kami.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Ya Allah, Engkau menyatukan hati umat beriman dalam mengejar tujuan yang sama. Bantulah kami mencintai yang Engkau perintahkan dan merindukan yang Engkau janjikan agar di tengah hal-ihwal duni ini hati kami terarah kepada-Mu, sumber sukacita yang sejati. Dengan pengantaraan Yesus, Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
Amin.

Bacaan Pertama – Yesaya 22:19-23
Nubuat ini menyatakan pengangkatan seorang penguasa, sebagai pengganti pejabat tinggi, yang telah melalaikan tugasnya. Ia akan melaksanakan perintah-perintah raja dengan cermatnya. Untuk itu diberikan kepadanya lambang kekuasaan: anak kunci. Di dalam pemerintahan itu takkan terjadi sesuatu tanpa mendapat izin daripadanya. Yesus akan mengingatkan Petrus mengenai nubuat ini, pada saat Petrus diserahi kunci-kunci kerajan surga. Dan ternyata Petruslah yang membukakan pintu-pintu Gereja bagi orang kafir.

“Aku akan menaruh kunci rumah Daud di atas bahunya”

Pembacaan dari Kitab Yesaya:
Beginilah firman Tuhan kepada Sebna yang mengurus istana raja, “Aku akan melemparkan engkau dari jabatanmu, dan dari pangkatmu engkau akan dijatuhkan. Maka, pada waktu itu, Aku akan memanggil hamba-Ku, Elyakim bin Hilkia. Aku akan mengenakan jubahmu kepadanya; ikat pinggangmu akan Kuikatkan kepadanya, dan kekuasaanmu akan Kuberikan ke tangannya. Maka ia akan menjadi bapa bagi penduduk Yerusalem dan bagi kaum Yehuda. Aku akan menaruh kunci rumah Daud di atas bahunya. Apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. Aku akan memberi dia kedudukan yang teguh seperti gantungan yang dipasang kuat-kuat pada tembok yang kokoh; maka ia akan menjadi kursi kemuliaan bagi kaum keluarganya.”

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur Mzm 138:1-2a.2bc-3.6.8bc; Ref: 8bc

Ref. Tuhan mendengarkan doa orang beriman.

Mazmur:
 1. Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hati, sebab Engkau mendengarkan kata-kata mulutku; di hadapan para dewata aku akan bermazmur bagi-Mu, aku hendak bersujud ke arah bait-Mu yang kudus.
 2. Aku hendak memuji nama-Mu oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama dan janji-Mu melebihi segala sesuatu. Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.
 3. Tuhan itu tinggi, namun Ia memperhatikan orang yang hina, dan mengenal orang yang sombong jauh. Ya Tuhan, kasih setia-Mu kekal abadi, janganlah Kautinggalkan buatan tangan-Mu!

Bacaan Kedua – Roma 11: 33-36
Manusia semakin maju dalam ilmu pengetahuan. Namun, Allah tetap tinggal dalam dunia lain: Pribadi yang tak terselami oleh pikiran manusia. Rencana-Nya tak terselidiki oleh ilmu dan pengetahuan manusia. “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau, siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada Allah, sehingga Allah wajib menggantinya?” Semakin tinggi ilmu manusia, semakin ia tak mampu berbuata apa-apa di hadapan Allah. Manusia tinggal tunduk kagum dan menyembah-Nya.

“Segala sesuatu berasal dari Allah, ada karena Allah dan menuju Allah.”

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:

Saudara-saudara, alangkah dalamnya kekayaan, kebijaksanaan dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-Nya, sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada Allah, sehingga Allah wajib menggantinya? Sebab segala sesuatu berasal dari Allah, ada karena Allah dan menuju kepada Allah. Bagi Dialah kemuliaan selama-lamanya!

Demikianlah Sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Engkau adalah Petrus, dan di atas wadas ini Aku akan mendirikan Gereja-Ku, dan alam maut tidak akan menguasainya.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Matius 16:13-20
Pertanyaan iman adalah bukan “menurut kata orang,siapakah Aku? Tetapi “apa katamu, Siapakah Aku ini?”. Adalah Petrus yang dengan berani menjawab pertanyaan iman itu. “Engkau adalah Mesias. Anak Allah yang hidup!”. Kemudian Yesus menegaskan bahwa iman bukan hanya urusan pribadi, melainkan karena rahmat Allah. Berkat rahmat Allah, manusia bisa mengiyakan apa yang diyakini dan siap menerima konsekuensi dari imannya itu. Setelah manusia dipanggil dan mengiyakan panggilan itu, maka ia akan menerima perutusan seturut peran dan fungsinya masing-masing.

“Engkaulah Petrus, kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:
Sekali peristiwa Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi. Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka, “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis; ada juga yang mengatakan: Elia, dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” Lalu Yesus bertanya kepada mereka, “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus kepadanya, “Berbahagialah engkau, Simon bin Yunus, sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di surga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkaulah Petrus, dan di atas batu karang ini akan Kudirikan Gereja-Ku, dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa saja yang kauikat di dunia ini akan terikat di surga, dan apa saja yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.” Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya memberitakan kepada siapa pun bahwa Dialah Mesias.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Umat

Kristus adalah Mesias, Putera Allah yang hidup. Kehadiran-Nya di tengah dunia merupakan bukti cinta Tuha yang takkan pernah meninggalkan kita. Marilah kita panjatkan doa-doa kita kepada Allah Bapa Yang Mahakasih, yang telah berkenan mengutus Putra-Nya demi keselamatan kita.

Bagi Bapa Suci, Paus Fransiskus
Ya Bapa, semoga Roh Kudus menguatkan Bapa Suci untu memimpin Gereja dengan bijaksana dan teguh, sehingga berkat penggembalaannya, kami semakin dekat dan cinta pada-Mu, Sumber Kehidupan kami.
Marilah kita mohon kepada-Nya.
Tuhan, jadikanlah kami pelayan kasih-Mu.

Bagi para Uskup dan Imam.
Ya Bapa, semoga para Uskupa dan Imam selalu memberi harapan dan semangat kepada Umat Allah untuk selalu setia kepada-Mu dan tekun mewartakan Kerajaan-Mu bagi dunia.
Marilah kita mohon kepada-Nya.
Tuhan, jadikanlah kami pelayan kasih-Mu

Bagi para pemimpin bangsa-bangsa.
Ya Bapa, semoga para pemimpin bangsa-bangsa tidak tergoda untuk menyalahgunakan kekuasaan mereka demi kepentingan diri sendiri, tetapi mau menjadi pembela bagi para papa serta orang-orang yang tidak bersuara.
Marilah kita mohon kepada-Nya.
Tuhan, jadikanlah kami pelayan kasih-Mu

Bagi seluruh umat kristiani
Ya Bapa, semoga hidup umat kristiani tetap dibangun di atas Yesus Kristus sebagai batu dasarnya; dan Gereja dibangun berkat pelayanan umat yang sederhana dan penuh kasih.
Marilah kita mohon kepada-Nya.
Tuhan, jadikanlah kami pelayan kasih-Mu

Tuhan, Allah kami, tolonglah kami untuk menghargai dan mencintai setiap orang sebagai sesama makhluk, yang untuknya Yesus telah mengorbankan hidup-Nya. Tinggalah bersama kami sehingga kami saling membangun dengan iman dan keberanian, kepercayaan, dan pengharapan dalam Kristus. Sebab, Dialah Tuhan kami untuk selama-lamanya.
Amin

Doa Persembahan

Ya Allah, berkat kurban Kristus Engkau telah memperoleh satu umat sebagai milik-Mu. Sudilah mengaruniakan bagi kami anugerah persatuan dan damai di dalam Gereja-Mu. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami.
Amin

Antifon Komuni – Mazmur 104:13-15

Bumi penuh buah karya-Mu, ya Tuhan. Engkau menganugerahkan roti dari dalam tanah dan anggur yang menggembirakan hati manusia.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Ya Allah, kami mohon, semoga daya belaskasih-Mu menyempurnakan karya penebusan-Mu dalam diri kami. Bantulah agar dalam segala hal kami dapat hidup menurut kehendak-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.
Amin

About

Check Also

Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-53 (2 Juni 2019)

Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-53 (2 Juni 2019) “Kita …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *