Home / Berita / Ekaristi MINGGU BIASA XXII/B, 2 September 2018 (Hari Minggu Kitab Suci Nasional)

Ekaristi MINGGU BIASA XXII/B, 2 September 2018 (Hari Minggu Kitab Suci Nasional)

Bahan Bulan Kitab Suci Nasional 2018

MEWARTAKAN KABAR GEMBIRA DALAM KEMAJEMUKAN

Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk (Mrk. 16:15)

Semakin banyak ilmu pengetahuan modern menerapkan cara-cara penyelidikan yang cermat, semakin banyak pula misteri kenyataan-kenyataan yang lenyap. Seolah-olah tiba-tiba saja segalanya dapat dikuasai oleh akal-budi manusia. Tetapi benarkah demikian? Tiada lagikah ada tempat bagi selain yang semata-mata profan? Kalau masih ada, di manakan hal itu terdapat?

Istilah ‘desakralisasi’ sering kita dengar. Ada benarnya, tetapi tidak seluruhnya. Maka perlu difahami baik-baik. Dahulu orang melihat kekudusan juga pada benda-benda yang paling profane. Sedangkan Kristus melihat kekudusan itu pada tingkah laku batin kita. Dengan demikian Ia mengangkat kembali nilai kebebasan manusia dengan menyadarkan akan tanggungjawabnya terhadap Allah dan sesama ciptaan. Ia membebaskannya dari paksaan lahiriah. Untuk selanjutnya ‘semuanya itu milikmu, baik dunia hidup maupun mati, baik waktu sekarang maupun waktu yang akan datang. Semuanya itu milikmu, tetapi kamu milik Kristus, dan Kristus milik Allah’(1Kor 22b-23).
———————–
ANTIFON PEMBUKAAN

Kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari.
Engkau baik hati, ya Tuhan, dan suka mengampuni,
kasih setia-Mu berlimpah bagi semua orang yang berseru kepada-Mu.

PENGANTAR

Saudara-saudari, setiap bulan September kita diajak untuk secara khusus membaca Kitab Suci dan merenungkan Sabda Allah yang tertulis di dalamnya. Dalam Bulan Kitab Suci Nasional tahun P20P18, kita diajak untuk merenungkan tema “Mewartakan Kabar Gembira Dalam Kemajemukan”. Melalui tema tersebut kita diajak untuk melihat situasi kemajemukan sebagai lahan subur untuk pewartaan. Dalam terang Sabda Allah, kita diajak untuk menyikapi adanya perbedaan dan kemajemukan dalam konteks masyarakat Indonesia. Dengan kata lain kita diharapkan tetap memberi kesaksian di tengah masyarakat yang majemuk, berbeda. Sabda Allah yang sejatinya adalah sukacita, kasih, damai, kebenaran kiranya dapat menuntun kita untuk membangun masyarakat yang adil dan beradab. Dengan demikian kehidupan kita mampu memancarkan kemuliaan Allah.

TOBAT

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghendaki pengabdian kepada Allah bukan hanya dengan bibir, tetapi dengan sikap yang tulus.
Tuhan, kasihanilah kami.

Engkau menghendaki agar kami lebih menaati hukum Allah daripada ajaran dan perintah-perintah manusia.
Kristus, kasihanilah kami.

Engkau menghendaki agar kami mengabdi kepada Allah dalam Roh dan kebenaran.
Tuhan, kasihanilah kami.

DOA PEMBUKAAN

Marilah berdoa:
Allah Bapa Yang Maha Pengasih, melalui Yesus Kristus, Putra-Mu,
Engkau telah menyatakan perintah yang baru, yaitu cinta kasih kepada-Mu dan kepada sesama.
Kami mohon berilah kami kekuatan untuk menjadi pelaksana-pelaksana perintah-Mu itu dengan setia. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
Amin

BACAAN PERTAMA –Ul. 4:1-2.6-8
Dua tema pokok kitab Ulangan adalah kebijaksanaan dan hidup. Hidup akan ditemukan Israel bila sampai di tanah perjanjian. Kebijaksanaan akan ditemukannya karena Tuhan selalu mendampingi umat-Nya. Maka untuk selanjutnya sebenarnya tiada lagi yang profane semata-mata. Kebijaksanaan hanya membuka satu jalan: mentaati perintah-perintah Allah. Dengan itulah Israel akan menyatakan kesetiaannya terhadap rencana Allah. Dengan demikian lambat laun beralihlah Israel dari masa perjanjian kepaa masa kedamaian tanahnya yang tetap.

“Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu; dengan demikian kamu berpegang pada perintah Tuhan.”

Pembacaan dari Kitab Ulangan

Di padang gurun seberang Sungai Yordan Musa berkata kepada bangsanya, “”Maka sekarang, hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu.
Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya, dengan demikian kamu berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu. Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi.
Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti TUHAN, Allah kita, setiap kali kita memanggil kepada-Nya? Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum ini, yang kubentangkan kepadamu pada hari ini?”

Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah

MAZMUR TANGGAPAN

Tuhan siapa diam di kemah-Mu, siapa tinggal di gunung-Mu yang suci?

Mazmur 25:2-3a.3cd-4ab.5

Yaitu orang yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya; yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya.

Yang tidak berbuat jahat terhadap teman, dan tidak menimpakan cela kepada tetangganya; yang memandang hina orang yang tercela, tetapi menjujung tinggi orang-orang yang bertakwa.

Yang tidak meminjam uang dengan makan riba, dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian tidak akan goyah selama-lamanya.

BACAAN KEDUA — Yakobus 1:17-18.21b-22.27
Surat Santo Yakobus adalah kitab mawas diri kristiani yang pertama. Dalam bacaan ini penulis menekankan, bahwa sabda Tuhanlah yang mendasari kehidupan kita. Tanpa jasa kita sebelumnya sabda itu telah ditaburkan di dalam hati kita pada saat pembaptisan. Sabdalah yang membawahasil keselamatan kepada Gereja. Maka agama kita bukanlah formalism lahiriah belaka, bukan pula suatu system pemikiran yang tak mempengaruhi kehidupan kita. Agama kita adalah kehidupan, yang berakar pada ketaatan akan sabda, yang meminta kita menyangi kaum miskin. Maka setiap hari harus berkembang.

“Hendaklah kamu menjadi pelaku Firman”

Pembacaan dari Surat Rasul Yakobus

Saudara-saudaraku yang terkasih, Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.
Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya. terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah

BAIT PENGANTAR INJIL Yak. 1:18

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Atas kehendaknya sendiri, Allah menjadikan kita oleh Firman kebenaran, supaya kita menjadi anak sulung di antara semua orang.
U: Alleluya.

BACAAN INJIL –Markus 7:1-8.14-15.21-23
Yang masuk hitungan dalam kehidupan manusia bukanlah terutama yang lahiriah, melainkan yang batiniah. Batin kitalah yang penting. Di situlah kita mengambil keputusan-keputusan secara bebas terhadap Tuhan. Dasar pemikian ini dibela oleh Yesus di wilayah kaum kafir. Pertobatan batin membuka jalan kepada kesucian yang benar. Semuanya lalu dapat menopang keselamatan. Yesus memperingatkan kaum Farisi sepanjang jaman akan dua macam bahaya: kemunafikan dan keterlaluan dalam mentaati hukum. Bila kita cenderung ke situ, maka didorong oleh yang serba semu, bukan oleh kenyataan, dan jadilah kita orang-orang munafik dan bukan orang-orang yang mengabdi Tuhan dalam Roh dan kebenaran.

“Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus

Pada suatu hari serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus. Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh. Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka; dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga.
Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: “Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?”
Jawab-Nya kepada mereka: “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.
Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.” Lalu Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: “Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah.
Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya. Sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus

DOA UMAT

Kristus mengajak kita untuk lebih setia pada perintah Allah demi keselamatan kita. Marilah kita panjatkan doa kepada Allah Bapa dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Nya terkasih:

Bagi Bapa Suci, para Uskupa dan para Imam.
Ya Bapa, dampingilah Bapa Suci, para Uskup dan para Imam agar dalam membimbing umat lebih didorong oleh cinta kasih daripada oleh hukum secara lahiriah.
Marilah kita mohon.

Bagi masyarakat kita.
Ya Bapa, bimbinglah masyarakat kami agar selalu menjujung tinggi kejujuran dan keadilah, berdasarkan cinta kasih.
Marilah kita mohon.

Bagi mereka yang tersisih di sekitar kita
Ya Bapa, tinggallah di dalam diri orang-orang yang merasa tersisih di antara kami sehingga mereka kembali bersemangat untuk bersatu dan berkarya bersama kami dalam mewartakan Sabda-Mu.
Marilah kita mohon.

Bagi kita semua di sini
Ya Bapa, buatlah kami selalu terbuka terhadap sesame kami, khususnya bagi mereka yang miskin dan tersingkir.
Marilah kita mohon.

Allah Bapa Yang Mahabaik, Engkau selalu menepati janji-Mu. Kebaikan-Mu jauh lebih agung daripada yang kami perkirakan. Berilah kami kekuatan agar hidup kami semakin mirip dengan teladan Yesus Kristus, Putra-Mu dan Tuhan kami.
Amin

DOA PERSEMBAHAN

Bapa, Engkau menyelami maksud kami yang meletakkan persembahan di altar ini. Berilah kami tempat dan tugas kami masing-masing. Jadikanlah kami ini kenisah hidup di mana kami mempersembahkan kurban Yesus Kristus, Putera-Mu dan Tuhan kami.

ANTIFON KOMUNI

Betapa berlimpahlah kebaikan-Mu, ya Tuhan,
yang Engkau sediakan bagi orang yang takut akan Dikau.

DOA PENUTUP

Marilah berdoa:
Bapa, Engkau telah menyapa kami masing-masing dengan sabda-Mu dan telah mengundang kami ikut serta di dalam kurban dan perjamuan Putera-Mu terkasih. Kami mohon dengan rendah hati, semoga kami selalu terbuka untuk menerima sesame, meresapkan sabda-Mu di dalam hati dan melaksanakannya di dalam hidup kami sehari-hari sebagai karyawan cinta kasih-Mu di dunia.
Demi Kristus, …

Renungan

MASUK KE KEDALAMAN BATHIN
Hari Minggu Biasa XXII (30 Agustus 2015)
Ul 4:1-2,6-8; Yak 1:17-18,21b-22,27; Mrk 7:1-8,14-15,21-23

Sabda Tuhan yang diwartakan hari ini mengajak kita masuk ke kedalaman batin. Ajakan ini tampak jelas dari kata-kata yang berlawanan yang terdapat dalam Injil; bibir dilawankan dengan hati (Mrk 7:6). Adat istiadat manusia dilawankan dengan perintah Allah, hal-hal yang dari luar dilawankan dengan hal-hal yang dari dalam. Dalam rangka menekankan ajakan untuk masuk ke dalam batin itu pula pada hari ini bacaan pertama diambil dari kitab Ulangan. Sebagian besar kitab Ulangan terdiri dari peraturan atau hukum, seperti halnya kitab Imamat. Dibandingkan dengan kitab Imamat, Kitab Ulangan lebih merupakan homili daripada perintah untuk melaksanakan peraturan. Dalam homili itu diberikan motivasi untuk membangun hidup yang benar dan baik, yaitu hidup yang selalu menanggapi sapaan Tuhan dalam kasih.

About gema

Check Also

Ekaristi Kamis, 20 SEPTEMBER 2018: St. Andreas Kim Taegon & St. Paulus Chong Hasang

St. Andreas Kim Taegon adalah seorang imam dan St. Paulus Chong Hasang adalah seorang awam. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *