Home / Berita / Ekaristi MINGGU BIASA XXV, 23 SEPTEMBER 2018

Ekaristi MINGGU BIASA XXV, 23 SEPTEMBER 2018

Dengan kata atau karya, seseorang dapat mengusik tingkah laku kita. Bila kita terbius oleh egoisme, maka ia membuat kita sadar kembali. Mendengarkan orang yang demikian itu tidaklah mudah. Lebih sulit lagi untuk memahami dan menerimanya. Tak dapatkah ia membiarkan kita tenang-tenang saja? Mengapa selalu mengusik kita? Bagi kita ia seakan-akan merupakan teguran hidup. Ia membuat kita bertanya-tanya dan seolah-olah memaksa kita meninjau kembali pendapat kita dan mengubah hidup kita. Kita ingin bebas dari usikan yang menyesalkan itu. Kehadirannya mengganggu ketentraman kita. Tetapi bila kita dapat menerimanya, maka kita akan mengubah hidup kita secara menyeluruh.

Kristus datang membawa kerisauan tetap ke dalam hidup kita! Tingkah-laku dunia yang didorong oleh kekuasaan dan kenikmatan digojlok oleh-Nya. Untuk mencapai pendalaman dan pemurnian penderitaan kita harus menerobosnya dengan sabar. Berani menyangkal diri yang cenderung menutup diri dari koreksi. Menerima misteri salib dengan rendah hati yang secara jujur kita akui kerapkali merisaukan hati. Kesadaran akan dosa dan ketidaklayakan kitalah penyebab kerisauan itu. Haruskah Gereja menghentikan salib? Haruskah syarat-syarat penerimaan ke dalam kerajaan diperlunak? Sama sekali tidak! Gereja akan selalu mewartakan matiraga kepada dunia, setiap kali mengajarkan kerendahan dan kelembutan hati.
“Tuhan, ubahlah hati kami keras menjadi lembut dan siap menerima didikan-Mu melalui salib”
——————-

Antifon Pembuka

Akulah keselamatan umat, Sabda Tuhan. Aku akan mendengarkan seruannya dalam segala kesulitan.
Aku akan tetap menjadi Tuhan mereka sepanjang masa.

Pengantar

Nafsu mementingkan diri sendiri merupakan sumber iri hati dan permusuhan. Perilaku inilah yang membuat manusia melupakan Allah. Padahal Allah telah rela mengosongkan diri-Nya demi keselamatan mereka. Untuk itu orang perlu memerhatikan apa yang diajarkan oleh Yesus dalam Injil hari ini, “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya”. Seruan ini semoga menghindakan kecenderungan orang untuk menutup diri dan mengejar kepentingan diri.

Seruan Tobat

Tuhan Yesus Kristus,
Engkaulah Al Masih, orang jujur yang dihadang, dihina, dianiaya dan dibunuh secara keji oleh orang-orang jahat.
Tuhan, kasihanilah kami.

Engkaulah Putera Manusia yang diserahkan ke dalam tangan manusia dan dibunuh, tetapi pada hari ketiga telah bangkit.
Kristus, kasihanilah kami

Engkaulah utusan Allah dan barangsiapa menerima Engkau, menerima Dia yang mengutus Engkau.
Tuhan, kasihanilah kami.

Doa Pembukaan

Marilah berdoa:
Allah Bapa kami yang mahakuasa,
bila para kuasa di dunia mengancam umat-Mu, maka Engkaulah yang menolong mereka. Pada diri Yesus kami lihat pembelaan-Mu terhadap orang kecil. Berilah kami iman yang mantab tak tergoyahkan, dan dalam suka maupun duka tetap mengakui bahwa Engkaulah Allah orang-orang hidup, yang selalu menyelamatkan hamba-hamba-Mu.
Demi Yesus Kristus, …

Bacaan Pertama —Kebijaksanaan 2:12.17-20
Kutipan ini menyoroti umat di pembuangan. Iman mereka bertentangan sama sekali dengan kebijaksanaan insan Yunani. Situas mereka mirip sekali dengan situasi Yesus. Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Putera Allah dan pembawa pengetahuan yang lebih luhur daripada kaum Farisi. Dia pun dituduh sewenang-wenang oleh mereka, dan merupakan pula seorang penegur hidup terhadap tingkah-laku mereka. Maka ia akan dihukum mati, tetapi Allah akan menolong Dia.

“Hendaklah kita menjatuhkan hukum keji terhadapnya”

Pembacaan dari Kitab Kebijaksanaan
Orang-orang fasik berkata satu sama lain, “Marilah kita menghadap orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan, serta menentang pekerjaan kita. . Pelanggaran-pelanggaran hukum dituduhkannya kepada kita, dan kepada kita dipersalahkannya dosa-dosa terhadap pendidikan kita. Coba kita lihat apakah perkataannya benar dan ujilah apa yang terjadi waktu ia berpulang.
Jika orang yang benar itu sungguh anak Allah, niscaya Ia akan menolong dia serta melepaskannya dari tangan para lawannya.
Mari, kita mencobainya dengan aniaya dan siksa, agar kita mengenal kelembutannya serta menguji kesabaran hatinya.
Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati keji terhadapnya, sebab menurut katanya ia pasti mendapat pertolongan.”

Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan – Mazmur 54:3-4.5.6.8

Condongkanlah telinga-Mu kepadaku, bersegeralah bebaskan daku.

Mazmur:
 Ya Allah, selamatkanlah aku karena nama-Mu, berilah keadilan kepadaku karena keperkasaan-Mu! Ya Allah, dengarkanlah doaku, berilah telinga kepada ucapan mulutku!

 Sebab orang-orang yang angkuh bangkit menyerang aku, orang-orang yang sombong ingin mencabut nyawaku; mereka tidak memperdulikan Allah.

 Sesungguhnya, Allah adalah Penolongku; Tuhanlah yang menopang aku. Dengan rela hati aku akan mempersembahkan kurban kepada-Mu, aku akan bersyukur sebab baiklah nama-Mu, ya Tuhan.

Bacaan Kedua —Yakobus 3:16-4:3
Kebijaksanaan kristiani sejati adalah suatu seni hidup yang pada dasarnya diilhami oleh “sabda bahagia”. Bagaikan sebatang pohon yang ditanam oleh Roh Kudus, kebijaksanaan kristiani itu tak dapat tidak tentu menghasilkan buah kebaikan dan jelas bukan pertentangan. Kebijaksanaan kristiani menyanyangi orang lain, melupakan dirinya, membela orang lain, mengusahakan peratuan dan lari kepada doa untuk mengetahui apa yang dikehendaki oleh Tuhan.

“Buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai”

Pembacaan dari Surat Rasul Yakobus
Saudara-saudara yang terkasih, di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri, di situ ada kekacauan dan segala perbuatan jahat. Tetapi hikmat yang dari atas itu pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. Dan buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai.
Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.

Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah

BAIT PENGANTAR INJIL 2 Tes 2:14

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Allah telah memanggil kita; sehingga kita boleh memperoleh kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita.
U: Alleluya.

Bacaan Injil —Markus 9:30-37
Kristus menubuatkan lagi penderitaan-Nya. Ia hanya dapat memastikan, bahwa murid-murid-Nya tak menangkap maksud-Nya. Sebab mereka masih mempersoalkan siapa yang terbesar di antara mereka. Mereka masih saja mengharapkan suatu kerajaan duniawi dan politis. Maka Yesus menyatakan bahwa di dalam kerajaan-Nya oran gmenjadi yang pertama dengan menjadi yang terkemudian dan pelayan sekalian orang. Tentulah hal itu bukan gambaran yang menarik bagi para calon pewarta Injil. Kristus lalu memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka. Dengan demikian Ia menghimbau Gereja untuk menerima siapa saja, yang seperti Dia sendiri diutus oleh Bapa dan hina seperti papa.

“Anak Manusia akan diserahkan. … Jika seorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi pelayan dari semuanya”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus

Setelah Yesus dimuliakan di atas gunung,  Ia dan murid-murid-Nya melintas di Galilea. Yesus tidak mau hal itu diketahui orang; sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit.”

Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya. Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?” Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka.

Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.”

Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka:  “Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.”

Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kritus

Doa Umat

Allah itu Bapa kita. Segala kebutuhan dan keinginan kita diperhatikan oleh-Nya. Marilah kita ungkapkan apa yang tersimpan dalam hati kita dan berdoa kepada-Nya:

Bagi Gereja
Ya Bapa, tuntunlah Gereja-Mu agar perbedaan pendapat jangan sampai mengganggu kesatuan yang fundamental

Bagi para kurban perang, pertikaian, penahanan dan pembuangan:
Ya Bapa, tolonglah para korban perang, pertikaian, penahanan, dan pembuangan, agar mereka mereka menemukan kedamaian.
Bagi kita bersama:

Ya Bapa, semoga kami selalu bertekundan bersemangat dalam melayani sesama daripada ilayani seturut semangat Putra-Mu..

Allah, kami boleh menyapa Engkau Bapa kami dan mengalami bahwa kehadiran-Mu di tengah-tengah kami bukanlah kata-kata hampa. Maka kabulkanlah kini doa-doa kami yang kami panjatkan dengan perantaraan Yesus Kristus, Putera-Mu dan Tuhan kami.

Doa Persembahan

Allah Bapa kami di surga,
Engkau tidak akan tinggal diam acuh tak acuh, bila kami memanjatkan doa kepada-Mu. Terimalah bersama anggur dan roti ini doa umat-Mu, dan berikanlah kepada mereka anugerah-anugerah Putera-Mu keadilan dan perdamaian, tetapi terlebih cinta kasih.
Demi Kristus, …

Antifon Komuni

Engkau telah menyampaikan titah-Mu, supaya ditepati dengan sungguh-sungguh. Semoga tetaplah jalan hidupku, untuk melaksanakan ketetapan-Mu.

Doa Penutup

Marilah berdoa:
Bapa, dalam diri Putera-Mu telah Kautunjukkan arta keadilan dan cinta kasih-Mu.
Kami mohon, perkenankanlah kami, yang memuliakan Dia dengan perayaan Ekaristi ini, hidup yang pantas dan selaras dengan Injil. Satukanlah arah pandangan kami dengan pandangan-Nya di dalam pelayanan kepada semua orang.
Demi Kritus, …

Renungan: Menjadi pelaku kehendak Tuhan. Dalam BACAAN hari Minggu ini  mencuat persoalan di sekitar murid Yesus pada masa lalu yang juga relevan pada masa kini. 

About gema

Check Also

Ekaristi RABU BIASA XXIX, 24 Oktober 2018

Antifon Pembukaan – Yesaya 12:4  Bersyukurlah kepada Tuhan, panggillah nama-Nya, beritahukanlah karya-Nya di antara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *