Home / Berita / Minggu HARI RAYA PENTEKOSTA 24 Mei 2015

Minggu HARI RAYA PENTEKOSTA 24 Mei 2015

Menghayati hidup dalam Ekaristi

Melalui sukses dan kegagalan sepanjang sejarahnya setiap bangsa menjadi sadar akan persatuannya. Lambat laun diperolehnya pandangan sendiri. Melalui perkembangan kebudayaan internasional semua bangsa menjadi sadar pula akan persatuan fundamental umat manusia. Dengan ambil bagian dalam lembaga-lembaga internasional mereka berusaha menciptakan struktur universal yang diperlukan untuk memajukan semangat persatuan itu.

Kata pengantar

Lima puluh hari sesudah Paskah orang Yahudi merayakan Pentekosta sebagai hari diundangkannya Hukum Taurat. Kita sekarang merayakannya sebagai anugerah Roh Kudus kepada Gereja. Roh yang diutus oleh Kristus daripada Bapa, akan mengingatkan kita tentang segala sesuatu yang diajarkan Kristus kepada kita. Roh itu akan menjiwai kita, agar kita mengenal dari dalam apa yang diajarkan dari luar mengenai iman kita. Maka kita lalu dapat memberi kesaksian atas Kristus yang telah bangkit., dan dapat berdoa bersama para Rasul: Tuhan kami dan Allah kami.

Seruan tobat

Tuhan Yesus Kristus,
Engkaulah yang mengutus Roh Kudus, pemberi hidup,
untuk menghidupkan dan menghidupi Gereja-Mu
Tuhan, kasihanilah kami.

Engkaulah yang mengutus Roh Kudus,
untuk memberikan kuasa mengampuni dosa kepada Gereja-Mu
Kristus, kasihanilah kami.

Engkaulah yang mengutus Roh Kudus, Roh kebenaran,
untuk memberi kesaksian tentang diri-Mu.
Tuhan, kasihanilah kami.

Doa pembukaan

Marilah berdoa:
Allah Bapa kami,
dari barat dampai ke timur Kauundang umat-Mu berkumpul.
Dengan segala bahasa Kausapa mereka
dan Kaujiwai pula dengan Roh-Mu.
Kami mohon, perkenankanlah Gereja-Mu
pada hari raya Pentekosta ini
menceritakan karya agung yang telah Kaulaksanakan
untuk kebahagiaan kami.

Bacaan I – Kisah Para Rasul 2:1-11

Para murid berkumpul di suatu tempat menantikan paripurnanya misteri paskah (1:13 dsl). Pentekosta Perjanjian Lama, lima puluh hari sesudah paskah, adalah peringatan akan pengundangan Hukum Taurat. Hal itu merupakan peneguhan pembebasan umat dari Mesir. Cerita dalam kisah mengutip beberapa garis mengenai wahyu di Sinai. Di sini Roh Allah mendorong umat muda, seperti yang terjadi pada penjelmaan Allah Putra (Lk 1:35). Semua dipenuhi oleh Roh Kudus dan dengan bahasa yang bermacam-macam mewartakan janji-janji penyelamatan. Meski mula-mula terbatas pada orang-orang Yahudi diaspora, tetapi kemudian karya Roh Kudus mengungkapkan rencana Allah yang mau menerima semua manusia dari segala peradaban di dalam Gereja Yesus Kristus.

Bacaan dari Kisah Para Rasul (2:1-11)

Mereka dipenuhi Roh Kudus dan mulai berbicara.

Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: “Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan,

Utuslah Roh-Mu ya Tuhan dan jadi baru seluruh bumi.

Ayat. (Mzm 104:1.24.29-30.31.34; Ul: 30)
1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Tuhan, Allahku, Engkau sangat besar! Betapa banyak perbuatan-Mu, ya Tuhan, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu.
2. Biarlah kemuliaan Tuhan tetap untuk selama-lamanya, biarlah Tuhan bersukacita karena perbuatan-perbuatan-Nya! Biarlah renunganku manis kedengaran kepada-Nya! Aku hendak bersukacita karena Tuhan.
3. Apabila Engkau menyembunyikan wajah-Mu, mereka terkejut; apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu. Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi.

Bacaan II – Galatia (5:16-25)

Pohon itu dapat dilihat pada buahnya. Maka baiklah kita mawas diri, sudahkah kita menyalibkan diri dan hidup menurut Roh, agar dapat mewarisi kerajaan Allah? Dari hasil yang telah dapat kita capati, dapatlah dinilai sejauh mana kita berhasil hidup menurut Roh.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Galatia (5:16-25)

Buah-buah Roh.”

Saudara-saudara, hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh, dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging karena keduanya bertentangan sehingga setiap kali kamu tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Tetapi kalau kamu membiarkan diri dipimpin oleh Roh, kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, percekcokan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah dan kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kamu kuperingatkan seperti yang telah kulakukan dahulu bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Sebaliknya buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, sikap lemah lembut dan penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil,

Alleluya
Datanglah, hai Roh Kudus, penuhilah hati kaum beriman dan nyalakanlah api cinta-Mu di dalam hati mereka.

Bacaan Injil – Yohanes 15:26-27;16:12-15
Sampai akhir hidup Yesus di dunia para rasul belum dapat memahami kedudukan Yesus dalam karya penyelamatan. Untuk itu Roh Kudus akan diutus mendampingi mereka. Setapat demi setapak mereka dibimbing masuk ke dalam hidup dan pribadi Yesus, agar seluruh kekayaan hidup-Nya dapat disingkapkan bagi kita. Wahyu yang berasal dari Bapa dan diwartakan oleh Putera, akan diselesaikan oleh Roh Kudus.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (15:26-27; 16:12-15)

Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.

Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.” Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Roh Kebenaran datang, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya, itulah yang akan dikatakan-Nya, dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang Dia terima dari pada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah kepunyaan-Ku, sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang Dia terima dari pada-Ku.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Doa Umat

Berkat Roh Kudus kita diperkenankan menyapa Allah Bapa kita.
Maka marilah kita panjatkan doa kepada Bapa:

P Bagi Sri Paus dan para Uskup:
agar mereka memberi teladan kepada umat dalam hidup menurut Injil, supaya nyata-nyata api Pentekosta diteruskan kepada umat.

P Bagi mereka yang berpengaruh besar dalam memajukan dunia:
agar mereka menggunakan bakat, kemampuan dan kekuasaan mereka untuk kesejahteraan umat manusia, bukan untuk kehancurannya.

P Bagi kita semua yang berada di sini:
agar peristiwa Pentekosta ini mengilhami kita, berbicara dengan bahasa cinta kasih, yang dimengerti oleh setiap orag dan yang berkenan pada hati Tuhan.

I Bapa yang mahabaik, Engkau mengenal kami dengan nama kami masing-masing. Engkau lebih agung dari hati kami dan lebih dekat pada kami daripada yang dapat kami perkirakan. Kasihanilah kami demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami.

Doa Persembahan

Tuhan, setiap kata dan setiap gerakan tak mampu mengungkapkan cinta kasih dan hasrat yang hari ini ada pada kami. Maka utuslah Roh-Mu yang memenuhi segala-galanya. Sempurnakanlah yang masih kurang dan ubahlah yang masih terlalu insani.

Doa Penutup

Marilah Berdoa:
Bapa, Roh-Mu telah membentuk dan meneguhkan para Rasul
untuk melanjutkan karya penebusan Putra-Mu
dan mewartakan kabar gembira-Nya.
Curahkanlah Roh-Mu kepada kami pula,
jiwailah Gereja kami dengan kegairahan dan kegiatan,
agar dimana pun di dunia ini
memberikan kesaksian atas karya-karya agung
yang telah Kaulaksanakan bagi kami.

Menghayati Ekaristi dalam hidup

Sejak permulaan sejarah keselamatan Tuhan hanya bertujuan satu : membekali semua orang dalam iman (Kel 12:3; 17:4 dsl. Ul 26:5; Ibr 11:12). Pelaksanaan rencana itu, yang ditunjukkan kepada semua orang, dipercayakan kepada satu bangsa, yang dipersatukan dengan perjanjian di Sinai. Pentekosta baru mengambil alih tuntutan panggilan itu seutuhnya. Benih-benih keselamatan harus ditumbuhkan oleh Roh sampai saat panenan. Tuhan telah melaksanakan, kini tiba giliran manusia. Manusia harus ikut serta mengerjakan rencana Allah di dalam Gereja. Berkat usaha kerasulan umat, yang dijiwai oleh Roh kudus, lambat laun Tuhan membawa manusia kepada kesatuan kerajaan-Nya. Di situlah Tuhan menjadi segala-galanya.

About

Check Also

Ekaristi MINGGU PASKAH V, 19 Mei 2019

Menghayati Ekaristi dalam Hidup Cinta kasih menuntut hadirnya sang kekasih, bahkan sedekat mungkin. Tentu saja …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *