Home / Berita / MINGGU KRISTUS RAJA, 26 NOVEMBER 2017

MINGGU KRISTUS RAJA, 26 NOVEMBER 2017

Menghayati Hidup dalam Ekaristi/Menghayati Ekaristi dalam Hidup

Dunia sedang mencari persatuan. Orang berusaha mendobrak dan merombak struktur lama yang ketinggalan jaman. Struktur-struktur itu telah mengurung dan mengasingkan orang, bangsa dan karyanya. `tapal batas seakan-akan mau dihapus, dan lembaga-lembaga internasional didirikan. Semuanya itu sarana-sarana yang telah dibuat orang dengan susah payah. Andaikata soalnya terbatas pada penciptaan dan pelaksanaan struktur baru dunia, kiranya dengan akal budi dan teknologi modern orang mudah akan berhasil. Tetapi masalahnya tidaklah sesederhana itu. Kita harus pula memperhitungkan kepentingan kelompok, prasangka egoistis, ideologi dan seterusnya. Maka lalu lain sekali soalnya.
Daripada mengkritik usaha-usaha dewasa ini untuk memperbaiki dunia, lebih baik kita ikuti serta sesuai dengan tempat, kemampuan dan kemungkinan yang ada. Sekurang-kurangnya dengan membungkam kepentingan diri kita. Ada pun tugas khas Gereja terletak di bidang lain. Gereja mewartakan kabar gembira kerajaan. Dan sebagaimana Kristus Gereja mengarahkan perhatiannya terutama kepada kaum papa miskin. Tetapi semua orang hendaknya di peringatkan, bahwa akhirnya kita semua dihadapkan ke pengadilan mengenai cinta kasih kita, yang merupakan syarat mutlak untuk memasuki kerajaan. Di situlah kita akan menemukan persatuan yang telah lama kita dambakan dan kita cari-cari, yaitu diri Kristus, Raja alam semesta.

Antifon Pembukaan – Why. 5:12, 1:6

Pantaslah Anak Domba yang disembelih itu menerima kuasa dan kekayaan, hikmat, kekuatan, dan hormat. Bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya..

Pengantar

Allah berjanji memperhatikan domba-dombanya satu persatu. Ia akan mengutus gembala yang menggembalakan penuh kasih dan keadilan. Kristus telah memerdekakan kita dari segala kekuasaan yang telah menindas dan menyeret ke alam maut dengan wafat dan kebangkitan-Nya. Pada akhir zaman, Yesus akan mengadili setiap orang berdasarkan tindakan masing-masing. Dasa pengadilan Tuhan adalah tindakan belas kasih kepada mereka yang menderita. Mereka yang mengabdi Kristus pada orang miskin dan menderita akan mengalami kebahagiaan abadi.

Tobat

Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Raja Semesta Alam, Engkaulah Putra Allah, Pencipta langit dan bumi.
Tuhan, kasihanilah kami.

Engkaulah Putra Manusia, yang telah berjasa membebaskan umat manusia dengan sengsara, wafat, dan kebangkitan-Mu.
Kristus, kasihanilah kami.

Engkaulah Putra sulung, yang pertama-tama bangkit dari alam maut dan kini dimuliakan di sisi Bapa sebagai Pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.

Doa Pembuka

Marilah kita bedoa. (hening sejenak)
Allah Yang Mahakuasa dan kekal, Engkau berkenan membarui segala sesuatu dalam diri Putra-Mu terkasih, Raja Semesta Alam. Semoga segala makhluk yang telah dibebaskan dari perbudakan berhamba pada kebesaran-Mu dan tanpa henti memuji-muji Engkau. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
Amin.

Bacaan Pertama – Yehezkiel (34:11-12.15-1)
Tuhan berjanji akan memperhatikan domba-domba-Nya satu per satu sesuai dengan keadaannya. Bahkan mereka yang tersingkir atau terluka akan mendapat perhatian lebih besar. Untuk itu, akan tampil seorang gembala yang menggembalakan dengan penuh kasih dan keadilan. Semuanya akan dikasihi namun mereka yang justru memanfaatkan kepapaan sesamanya demi keuntungan pribadi, akan mendapat hukuman.

Pembacaan dari Nubuat Yehezkiel:

“Wahai domba-domba-Ku, aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba.”

Beginilah firman Tuhan Allah, “Dengar, Aku sendirilah yang akan memperhatikan domba-domba-Ku dan mencari mereka. Seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba itu tercerai dari kawanannya, begitulah Aku akan mencari domba-domba-Ku, dan Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, ke mana mereka diserakkan pada hari berkabut dan hari kegelapan. Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku, dan Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan Allah. Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, sedang yang gemuk dan kuat akan Kulindungi. Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya.” “Wahai kamu domba-domba-Ku,” beginilah firman Tuhan Allah, “Sungguh, Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba, dan di antara domba jantan dan kambing jantan.”

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 23:1-3a.3b-4.5.6, Ref.: lih. 1

Refren: Tuhanlah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Ayat:

1. Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan: ‘ku dibaringkan-Nya di rumput yang hijau, di dekat air yang tenang. ‘Ku dituntun-Nya di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus.
2. Sekalipun aku harus berjalan berjalan di lembah yang kelam, aku tidak takut akan bahaya, sebab Engkau besertaku; sungguh tongkat penggembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.
3. Kau siapkan hidangan bagiku dihadapan lawanku, Kauurapi kepalaku dengan minyak, dan pialaku melimpah.
4. Kerelaan yang dari Tuhan dan kemurahan ilahi, mengiringi langkahku selalu, sepanjang umur hidupku, aku akan diam di rumah Tuhan, sekarang dan senantiasa.

Bacaan Kedua – 1 Korintus 15:20-26a.28
Kristus telah memerdekakan kita dari segala kekuasaan yang telah menindas dan menyeret kita ke alam maut dengan wafat dan kebangkitan-Nya. Selanjutnya sebagai penguasa kekal, Kristus akan mengumpulkan semua yang telah percaya kepada-Nya ke dalam Kerajaan Bapa-Nya.

Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:

“Ia menyerahkan Kerajaan kepada Bapa supaya Allah menjadi semua di dalam semua.”

Saudara-saudara, Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. Kemudian tibalah kesudahan, yaitu bilamana Kristus menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Kristus harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh terakhir yang dibinasakan ialah maut. Dan kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Kristus sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia yang telah menaklukkan segala sesuatu, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL Mrk 11:10

S: Alleluya.
U: Alleluya.
S: Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan. Diberkatilah kerajaan yang telah tiba, kerajaan Bapa kita Daud.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Matius 25:31-46
Akan peristiwa besar yang akan terjadi dalam sejarah umat semesta, yaitu kedatangan Yesus Kristus pada akhir zaman. Pada saat kedatangan-Nya itu, Yesus akan mengadili setiap orang atas dasar tindakannya masing-masing. Dan, tindakan yang paling menentukan adalah tindakan belas kasih kepada mereka yang menderita. Ikut ambil tanggung jawab pada kesengsaraan sesama merupakan masalah besar di mata tuhan. Orang yang menyembah Tuhan tanpa mau tahu kesengsaraan sesamanya, tidak akan mencicipi kebahagiaan kekal. Sebaliknya mereka yang mengabdi Kritus dengan selalu berpaling pada mereka yang miskin, akan mengalami kebahagiaan sejati. Keyakina akan kedatangan Tuhan dengan segala tindakan-Nya ini semestinya mempengaruhi hidup yang berlangsung sekarang ini.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

“Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya dan akan memisahkan mereka seorang dari seorang.”

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya, dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing; Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya, dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum, ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka orang-orang benar itu akan bertanya kepada-Nya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makanan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Maka Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. Lalu Raja itu akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal, yang telah disediakan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. Lalu mereka pun akan bertanya kepada-Nya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara, dan kami tidak melayani Engkau? Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. Dan mereka itu akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar masuk ke dalam hidup yang kekal.”

Berbahagialah orang yang mendengarkan Sabda Tuhan, dan tekun melaksanakannya.
Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Doa Umat

Marilah kita berdoa kepada Tuhan, Raja Semesta Alam dan sumber keselamatan semua orang.

Bagi para rohaniwan dan biarawan-biarawati.
Ya Raja Semesta Alam, bimbinglah para rohaniwan dan biarawan-biarawati agar berusaha hidup menurut Injil dan senantiasa mau melayani, bukan minta dilayani.
Marilah kita mohon, …
Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan

Bagi para pemimpin politik dewasa ini.
Ya Raja Semesta Alam, doronglah para pemimpin politik agar senantiasa mengusahakan kerukunan dan perdamaian serta kesejahteraan rakyatnya dengan jujur.
Marilah kita mohon, …
Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan

Bagi pra warta Gereja yang sakit dan cacat.
Ya Raja Semesta Alam, dampingilah saudara-saudara kami yang sakit dan cacat karena mereka pun warga Gereja penuh yang dengan penderitaannya tetap mampu berjasa bagi keselamatan manusia.
Marilah kita mohon, …
Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan

Bagi kita semua
Ya Raja Semesta Alam, berkatilah kami dalam membangun dunia baru ini dan semoga kami selalu ingat akan hukum cinta kasih-Mu.
Marilah kita mohon, …
Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan

Allah Bapa Yang Mahakuasa dan kekal. Putra-Mu telah Kauangkat menjadi Raja Semesta Alam. Karena percaya dan berharap kepada-Nya, kami ingin selalu bekerja sama dengan Dia dalam membangun dunia baru, yang memberi kesempatan untuk hidup baik sekarang dan selamanya.
Amin

Doa Persembahan

 Ya Allah, sambil mempersembahkan kepada-Mu kurban perdamaian ini, kami mohon dengan rendah hati, semoga Putra-Mu sendiri berkenan menganugerahkan persatuan dan damai kepada segala bangsa. Dialah Tuhan kami yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.
Amin.

Antifon Komuni – Mzm 29:10-11

Tuhan akan bertakhta sebagai Raja untuk selamanya. Tuhan akan memberkati umat-Nya dengan damai.

Doa Sesudah Komuni

Marilah kita berdoa.
Ya Allah, kami bersyukur kepada-Mu karena telah Kauperkenankan untuk ikut serta dalam perjamuan kudus-Mu. Kami mohon tinggallah di tengah-tengah kami dan sertailah kami dalam mengusahakan kerukunan, keadilan, dan damai sejahtera dalam masyarakat kami. Dengan pengantaraan Kristus, tuhan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.
Amin.



RENUNGAN

Lakukanlah Untuk Aku

Hari ini gereja semesta alam merayakan hari raya Kristus Raja Semesta Alam. Hari raya Kristus Semesta Alam merupakan penutupan tahun liturgi gereja. Saudara-saudari terkasih hari raya Kristus Raja yang kita rayakan sekarang mengisahkan tentang  penghakiman pada akhir zaman. Pada saat kedatangan-Nya Yesus akan mengadili setiap orang atas dasar tindakannya masing-masing.

Apa patokan yang dipakai Yesus untuk mengadili? Patokannya jelas yaitu apakah kita berbuat seperti yang dilakukan Yesus atau tidak? Maka kita perlu bertanya diri apakah yang telah saya  perbuat bagi sesama? Terutama terhadap sesama yang kecil dan tak berdaya, kepada sesama yang lapar dan haus serta kepada sesama yang miskin dan menderita.

Saudara-saudari yang terkasih iman kepada Allah harus tampak dalam tindakan nyata. Orang yang menyembah Tuhan tanpa mau melihat kesengsaraan sesama tidak akan merasakan kebahagiaan kekal. Sebaliknya mereka yang senantiasa melakukan perbuatan cinta kasih kepada sesama yang berkekurangan dan menderita akan mengalami kebahagiaan sejati.

Pada hari raya kristus Raja Semesta Alam kita diajak untuk menyadari peran yesus sebagai raja cinta. Cinta kasih menjadi ukuran pelayanan-Nya. Yesus berkata: segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku (Mat 25:40). Sebaliknya Yesus juga berkata: segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku (Mat 25: 45).

Bagaimana dengan kita, apakah kita peduli terhadap sesama kita yang menderita? (Fr Anselmus Tampubolon – Praunio Padang)

 

About gema

Check Also

Allah Tidak Meninggalkan Umat-Nya (RENUNGAN: Minggu Adven II ,10 Desember 2017)

Allah Tidak Meninggalkan Umat-Nya Hari Minggu Adven II (10 Desember 2017) Yes 40:1-5,9-11; 2Ptr 3:8-14; …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *