Home / Berita / Ekaristi MINGGU PASKAH IV, 12 Mei 2019 (HARI MINGGU PANGGILAN)

Ekaristi MINGGU PASKAH IV, 12 Mei 2019 (HARI MINGGU PANGGILAN)

Menghayati Ekaristi dalam Hidup
Bagaimana sikap anak kepada orang tuanya, murid kepada gurunya, bawahan kepada atasannya, tergantung dari pihak bawahan terhadap atasannya. Bila tampak bahwa pihak atasan dalam menunaikan tugas benar-benar mencurahkan segala daya dan kemampuannya, maka ketaatan pihak bawahan bukanlah disebabkan ketakutan. Dengan percaya penuh segala nasehat dan anjuran akan didengarkan, teladannya akan diikuti, dan cita-cita yang digambarkannya akan dicapai tanpa menghitung kesulitan.

Antifon Pembukaan –Mazmur 33:5-6

Bumi penuh dengan kasih setia Tuhan, oleh Firman Tuhan langit dijadikan, Alleluya.

Pengantar

Kita semua merasakan dalam diri kita hasrat manusia akan kebahagiaan. Kalau kita percaya akan Putera Allah yang telah hidup sebagai manusia seperti kita, maka hal itu pada hakikatnya tidak dapat terlepas dari hasrat untuk bahagia. Bacaan Injil hari ini hendaknya jadi pedoman penunjuk jalan. Sebagai domba-domba kita ini milik Sang Gembala, yang mengenal kita dan kita ikuti, sebab kita telah menyerahkan diri kita kepada-Nya.

Seruan Tobat

Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Gembala Baik, yang mengenal kami, domba-domba-Mu dengan segala kelemahan kami.
Tuhan, kasihanilah kami.

Engkaulah Gembala Baik, yang mempertaruhkan hidup-Mu demi keselamatan kami.
Kristus, kasihanilah kami.

Engkaulah Gembala Baik, yang menghidupi kami dengan hidup Ilahi-Mu sendiri.
Tuhan, kasihanilah kami.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa dan Gembala kami, betapa besar cinta kasih yang Kautunjukkan kepada kami dalam penderitaan dan penyaliban Putera-Mu terkasih. Engkau telah membangkitkan Dia pula dan menjadikan Dia batu sendi dalam iman kami. Berilah kami kebenaran, kesabaran dan keuletan di dalam menderita dan mengikuti jejak-Nya. Penuhilah kami dengan sukacita dan dengan Roh-Nya. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu, Tuhan dan pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa.
Amin.

Bacaan Pertama – Kisah Para Rasul 13:14,43-52
Selalu Paulus dan Barnabas mulai mewartakan Sabda Allah di sinagoga. Bukanlah kepada Israel kabar gembira itu harus diwartakan lebih dahulu, agar mereka menjadi juru bahasa bagi bangsa lain? Menurut rencana Allah, seperti yang dinubuatkan oleh para nabi (Yes 49,6), maka para Rasul harus menyebarluaskan keselamatan ke seluruh dunia dengan resiko akan menderita, karena keturunan Abraham sendiri tidak mau percaya.

“Kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.”

Pembacaan dari Kisah Para Rasul:
Pada suatu hari Paulus dan Barnabas melanjutkan perjalanan dari Perga, lalu tiba di Antiokhia di Pisidia. Pada hari Sabat mereka pergi ke rumah ibadat, lalu duduk di situ. Setelah selesai ibadat, banyak orang Yahudi dan penganut agama Yahudi yang takut akan Allah mengikuti Paulus dan Barnabas. Kedua rasul itu lalu mengajar dan menasihati mereka supaya tetap hidup di dalam kasih karunia Allah.

Pada hari Sabat berikutnya berkumpullah hampir seluruh kota itu untuk mendengar firman Allah. Akan tetapi, ketika orang Yahudi melihat orang banyak itu, penuhlah mereka dengan iri hati, dan sambil menghujat, mereka membantah apa yang dikatakan Paulus. Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata, “Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu! Tetapi kamu menolaknya, dan menganggap dirimu tidak layak beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain. Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi.” Mendengar itu, bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah, dan mereka memuliakan firman Tuhan. Dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya. Lalu firman Tuhan disiarkan di seluruh daerah itu. Tetapi orang-orang Yahudi menghasut perempuan-perempuan terkemuka yang takut akan Allah, dan pembesar-pembesar di kota itu.

Begitulah mereka menimbulkan penganiayaan atas Paulus dan Barnabas, dan mengusir mereka dari daerah itu. Akan tetapi Paulus dan Barnabas mengebaskan debu kaki mereka sebagai peringatan bagi orang-orang itu, lalu pergi ke Ikonium. Dan murid-murid di Antiokhia penuh dengan sukacita dan dengan Roh Kudus.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 100:2.3.5; ul:lh. 3c

Ref. Bahagiaku terikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku..

Mazmur:
 Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita; datanglah kehadapan-Nya dengan sorak-sorai!

 Ketahuilah bahwa Tuhan itu Allah; Dialah yang menjadikan kita. Punya Dialah kita, kita ini umat-Nya dan kawanan domba penggembalaan-Nya.

 Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya; kesetiaan-Nya tetap turun temurun, kasih setia-Nya untuk selamanya.

Bacaan Kedua – Wahyu 7:9.14b-17
Yohanes menceritakan sebuah penglihatan tentang suatu kelompok orang-orang terpilih, yang sedang mengadakan upaca. Semua yang telah dibaptis dengan darah Anakdomba dan tetap bertahan dalam cobaan-cobaan iman, berkumpul di dalam kemuliaan. Mereka ikut ambil bagian dalam kejayaan Sang Gembala.

“Anak Domba akan menggembalakan mereka, dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan”

Pembacaan dari Kitab Wahyu:
Aku, Yohanes, mendapat penglihatan sebagai berikut: Tampaklah suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku, kaum dan bahasa. Mereka berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.

Lalu seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku, “Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan besar. Mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan siang malam melayani Dia di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka. Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi; matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu akan menggembalakan mereka, dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka.”

Demikianlah Sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL — Markus 1:15

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Akulah gembala yang baik, Aku mengenal domba-domba-Ku, dan domba-domba-Ku mengenal Aku.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Yohanes 10:27-30
Cerita tentang gembala baik menggambarkan Kristus sebagai pintu yang harus dilalui oleh domba-domba (10:7-10) dan sebagai gembala yang mengurbankan hidupnya demi domba-dombanya (10:11-18). Dan sebagai kesimpulan diminta-Nya, agar domba-domba mengambil sikap terhadap gembalanya, yang demikian besar perhatiannya kepada yang mengasihi mereka; mereka hendaknya menghasilkan buah pada Dia yang menjadi hidup mereka; mereka hendaknya percaya kepada Dia yang menyayangi mereka. Yesus mendapat tugas dari Bapa-Nya, yang satu dengan-Nya, mengumpulkan mereka menjadi satu sekali untuk selamanya.

“Aku memberikan hidup yang kekal kepada domba-domba-Ku”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:
Pada suatu hari Yesus berkata kepada orang-orang Farisi, “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku; Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku. Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka, dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku yang memberikan mereka kepada-Ku lebih besar daripada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Umat

Kristus, Gembala Baik, menghendaki kita semua bersatu dengan Bapa karena kasih-Nya yang amat agung. Dengan kepercayaan akan kasih-Nya, marilah kita bersama-sama berdoa kepada Bapa.

Bagi Sri Paus, para Uskup, para Imam, dan para pemimpin umat.
Ya Bapa, berkatilah Sri Paus, para Uskup, para Imam, dan para pemimpin umat-Mu agar hidup mereka semakin menyerupai Kristus.
Marilah kita mohon,…
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Bagi para pemimpin masyarakat.
Ya Bapa, para pemimpin masyarakat kami mengikuti jejak Putra-Mu dan sanggup berjerih payah berusaha membawa masyarakat menuju kesejahteraan umum.
Marilah kita mohon,…
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Bagi semua orang yang sudah meninggal.
Ya Bapa, semoga mereka yang sudah meninggal dunia, Kauperkenankan menikmati kasih-Mu di surga dan tetap sehati dengan kami yang masih berjuang di dunia ini.
Marilah kita mohon,…
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Bagi kita sendiri.
Ya Bapa, berilah kami semangat bekerja sama, bergotong royong dan saling membantu dalam membangun umat-Mu menjadi Gereja, tanda kehadiran-Mu di masyarakat kami.
Marilah kita mohon,…
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Allah, Bapa kami, semoga Yesus, Gembala Baik kami, dapat dijumpai dalam segala kata dan perbuatan kami, dan semoga kami semua dibimbing oleh-Nya kepada-Mu. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami.
Amin

Doa Persembahan

Ya Allah, terimalah persembahan kami ini dan penuhilah kerinduan kami untuk ikut serta dalam perjamuan Putra-Mu. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami, kini dan sepanjang masa.
Amin

Antifon Komuni 

Telah bangkit Gembala Baik yang menyerahkan nyawa untuk domba-domba-Nya dan rela mati untuk kawanan-Nya. Alleluya.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Ya Allah, kami bersyukur karena Engkau telah memuaskan rasa lapar dan haus kami dengan santapan Tubuh Kristus, Putra-Mu. Semoga, berkat santapan ini kami dikuatkan dalam perjalanan menuju kepada-Mu, Sang Sumber Hidup yang sejati. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
Amin

Menghayati Ekaristi dalam hidup
Berkat Roh Kudus para Rasul menemukan sesuatu pada diri Yesus, yang telah bangkit. Mereka melihat sumber keselamatan yang tidak habis-habisnya ditimba. Tentang hal itu mereka menjadi saksi-saksi mata dan demikian pula pengganti-pengganti Petrus selanjutnya. Tetapi bukan hanya bagi kelompok-kelompok saja, melainkan bagi semua orang, hal itu merupakan jawaban atas harapan mereka akan keselamatan. Orang kristen tidak mau melarikan diri dari dunia ini secara licik. Tak mau pula menjadi budak hukum. Yang penting ialah membiarkan diri dibawa oleh Roh cinta kasih dan kekebasan untuk membangun masyarakat persaudaraan yang berdoa di tengah-tengah hidup manusia.

http://keuskupanpadang.org/pesan-paus-fransiskus-untuk-hari-doa-panggilan-sedunia-ke-56-12-mei-2019/

About gema

Check Also

Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-53 (2 Juni 2019)

Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-53 (2 Juni 2019) “Kita …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *