Home / Berita / Pendalaman  Kitab Suci Anak-anak (BKSN 2018)

Pendalaman  Kitab Suci Anak-anak (BKSN 2018)

 

MEWARTAKAN

KABAR GEMBIRA

DALAM KEMAJEMUKAN

Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk (Mrk. 16:15)

Pendalaman  Kitab Suci Anak-anak

(BKSN 2018)

 

Pendahuluan

Dalam pertemuan nasional (Pernas) yang diadakan pada tanggal 18-22 Juli 2016 di Sawangan, Bogor, Lembaga Biblika Indonesia (LBI) sepakat untuk mengusung  sebuah tema  besar  “Mewartakan  Injil  di  tengah Arus Zaman” sebagai arahan selama empat tahun ke depan. Tema itu kemudian dijabarkan dalam empat tema yang lebih spesifik yang akan direnungkan terutama dalam Bulan Kitab Suci Nasional selama empat tahun mendatang. Adapun keempat tema itu adalah sebagai berikut:

  • Mewartakan Kabar Gembira dalam Gaya Hidup Modern (2017)
  • Mewartakan Kabar Gembira dalam Kemajemukan (2018)
  • Mewartakan Kabar Gembira dalam Krisis Lingkungan Hidup (2019)
  • Mewartakan Kabar Gembira dalam Krisis Iman dan Identitas Diri (2020)

Tema pertama sudah kita renungkan selama bulan September 2017. Sekarang ini kita memasuki tema yang kedua, yaitu Mewartakan Kabar Gembira dalam Kemajemukan. Sebagaimana biasa, tema ini akan dibagi dalam 4 pertemuan mingguan dalam rangka Bulan Kitab Suci Nasional. Tulisan ini, yang bisa diperlakukan sebagai Gagasan Pendukung, mau menempatkan permenungan atas tema itu dalam konteks Gereja Indonesia.   Oleh karena itu, Gagasan Pendukung ini akan diawali dengan  refleksi  tentang  Gereja Indonesia dan panggilan mewartakan Injil sebelum nanti dilanjutkan dengan pembahasan bahan-bahan yang merupakan barang khas Bulan Kitab Suci Nasional.

Pengantar

Setiap orang yang telah dibaptis dan menjadi pengikut Kristus dipanggil untuk memberitakan Injil kepada sesama. Anak-anak telah menerima warisan iman dari orangtua mereka. Para orangtua membawa anak-anak me­reka kepada Kristus, memperkenalkan Kristus kepa­da mereka, dan mengajak mereka untuk mengikuti Kristus dalam Gereja Katolik. Karena itu, anak-anak juga perlu diajar untuk memberitakan Kabar Gembira Kristus kepada sesama.

Apakah yang dimaksud dengan kabar gembira yang harus diwartakan kepada sesama itu? Kabar gembira itu adalah kasih Allah kepada manusia. Kegembiraan karena Allah mengasihi manusia itulah yang harus diwartakan kepada sesama. Setiap orang yang percaya kepada Kristus dipanggil untuk mewujudkan kasih ini dalam kehidupan bersama sehingga setiap orang dapat hidup dalam suasana damai.

Lalu siapakah sesama yang harus menerima pewartaan itu? Umat Katolik di Indonesia hidup dalam keragaman bersama dengan warga negara yang lain. Anak-anak perlu diajak untuk menyadari diri mereka sebagai seorang Katolik yang tinggal bersama dengan warga negara yang lain. Mereka hidup bersama dengan orang yang memiliki kemampuan ekonomi yang berbeda, dengan orang yang berasal dari budaya yang berbeda, dengan orang yang memeluk agama lain, dan dengan orang yang berasal dari Gereja lain. Kepada sesama yang berbeda-beda inilah orang Katolik dipanggil untuk memberitakan kabar gembira Kristus.

Dalam Bulan Kitab Suci Nasional 2018 ini anak-anak diajak untuk menyadari jatidiri mereka sebagai seorang pengikut Kristus dan seorang Katolik. Mengingat jatidiri mereka itu, anak-anak juga dipanggil untuk mewartakan kabar gembira Kristus. Selanjutnya, anak-anak juga dibantu agar dapat melaksanakan tugas itu dalam kehidupan yang mereka jalani. Secara khusus, anak-anak akan belajar bagaimana mewartakan kasih Allah itu dengan menjalin persahabatan dengan sesama. Dalam empat pertemuan anak-anak akan mempelajari hal itu dan keempat pertemuan itu akan mengikuti sub-sub tema berikut:

  1. Bersahabat Dengan Teman Yang Miskin Dan Tersingkir
  2. Bersahabat Dengan Teman Yang Berbeda Budaya
  3. Bersahabat Dengan Teman Yang Berbeda Agama
  4. Bersahabat Dengan Teman Dari Gereja Lain

PERTEMUAN I

Bersahabat Dengan Teman

Yang Miskin Dan Tersingkir

 

Tujuan:

  • Anak-anak menyadari bahwa Yesus mengasihi orang miskin dan tersingkir.
  • Anak-anak mau bersahabat dengan teman yang miskin dan tersingkir.

Bacaan:

  • Mat. 14:13-22 (Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak)

DOA PEMBUKA

Tuhan Yesus yang baik, terima kasih karena Engkau telah mengasihi dan mencintai kami. Bimbinglah kami hari ini agar mau mendengarkan Firman-Mu dengan baik dan melakukannya dalam kehidupan kami sehari-hari. Amin.

MENDALAMI PENGALAMAN

  • Apakah kamu mempunyai teman yang miskin atau lebih miskin dari kamu?
  • Apakah kamu mempunyai teman yang sering dijauhi atau diejek?
  • Apakah kamu berteman dengan mereka? (Misal­nya, bermain atau belajar bersama)
  • Apakah kamu pernah melakukan kegiatan sosial untuk membantu orang miskin?
  • Bagaimana perasaan mu ketika dapat membantu orang-orang yang miskin dan tersingkir?

PENEGASAN

  • Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin pernah melihat atau bertemu orang-orang miskin yang hidupnya tidak seberuntung kita.
  • Di sekolah, di rumah atau di sekitar juga mungkin ada teman yang sering diejek dan dijauhi.
  • Teman adalah hadiah dari Tuhan, maka sebagai murid-murid Yesus kita tidak boleh memilih teman. Kita sebaiknya mau berteman dengan siapa saja, termasuk yang lebih miskin dan teman yang sering diejek atau dijauhi.
  • Ada perasaan bahagia dan sukacita jika kita dapat membantu orang yang miskin dan tersingkir.

BACAAN KITAB SUCI (MATIUS 14:13-22)

Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak menyendiri dengan perahu ke tempat yang terpencil. Tetapi, orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota- kota mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.  Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata, “Tempat ini terpencil dan hari mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa.” Tetapi, Yesus berkata kepada mereka, “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.” Jawab mereka, “Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan.” Yesus berkata, “Bawalah kemari kepada-Ku.” Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di rumput. Setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap syukur. Ia memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya mem­beri­kannya kepada orang banyak. Mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpul­kan potongan-potongan roti yang lebih, se­banyak dua belas bakul penuh. Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.  Sesudah itu Yesus segera mendesak murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.

Pertanyaan

  • Apa yang dilakukan Yesus terhadap orang banyak di tempat terpencil?
  • Apa yang terjadi ketika hari mulai malam?
  • Apa yang diperintahkan Yesus kepada murid-murid-Nya?
  • Berapa makanan yang dimiliki oleh murid-murid Yesus?
  • Bagaimana Yesus melakukan mukjizat?
  • Berapa sisa makanan yang masih terkumpul?
  • Berapa banyak orang yang makan?
  • Apakah kamu pernah mengasihi orang lain misalnya memberi orang lain makan?

Jawaban

  • Tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada orang banyak dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.
  • Menjelang malam, murid-murid meminta Yesus menyuruh orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa- desa.
  • Yesus meminta murid-murid yang memberi orang banyak itu makan.
  • Lima roti dan dua ikan.
  • Yesus menyuruh orang banyak itu duduk. Setelah di­ambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus mene­ngadah ke langit dan mengucap syukur. Ia memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya memberikannya kepa­da orang banyak. Mereka semuanya makan sampai kenyang.
  • Sebanyak dua belas bakul penuh.
  • Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.

PENEGASAN KITAB SUCI

  • Yesus mengajarkan kita bagaimana mengasihi sesama. Meskipun awalnya Yesus ingin sendiri, tetapi kemudian hati-Nya tergerak oleh belas kasihan dan menyembuhkan orang-orang sakit. Karena orang yang sedang sakit mereka menderita, susah dan perlu pertolongan.
  • Yesus juga mengajarkan kita bagaimana mengasihi sesama dengan berbagi dari kekurangan. Bisa saja Yesus menyuruh orang banyak itu pergi, tetapi pasti akan kasihan sekali jika malam-malam mereka pergi dengan kelaparan.
  • Kita adalah murid Yesus, berarti Yesus juga memberi kita perintah untuk memberi orang-orang kelaparan makan. Meskipun kita tidak mempunyai banyak makanan atau harta tetapi jika kita mau berbagi Yesus akan membuat semua tercukupi bahkan berlebihan, seperti lima roti dan dua ikan dapat memberi makan lima ribu laki-laki belum termasuk perempuan dan anak-anak dan masih sisa dua belas bakul penuh.
  • Pada jaman Yesus, perempuan dan anak-anak adalah kaum kecil dan tidak diperhitungkan. Tetapi, Yesus juga memberi mereka makan sampai kenyang. Yesus mau mengasihi semua orang termasuk orang- orang kecil dan tersingkir.
  • Apakah kamu sudah mau menjadi murid Yesus yang mau mengasihi semua orang terutama yang miskin dan tersingkir?

PERUTUSAN

  • Anak-anak mau menyapa dan mengajak bermain temannya yang selama ini sering diejek, dijauhi, atau dibully.
  • Anak-anak mau membagi makanan dengan teman   yang   tidak membawa makanan.
  • Anak-anak mau mengajak orangtua untuk melaku­kan kegiatan sosial membantu orang miskin.

DOA PENUTUP

Tuhan Yesus yang baik, terima kasih karena Engkau telah memberikan kami teman-teman untuk menemani kami bermain dan belajar setiap hari. Bimbinglah kami agar kami mau mengasihi dan berteman dengan siapa saja terutama teman yang miskin dan tersingkir. Amin.

 

PERTEMUAN II

Bersahabat Dengan Teman

Yang Berbeda Budaya

Tujuan:

  • Anak-anak menyadari bahwa Yesus menilai tinggi dan menghargai budaya manusia.
  • Anak-anak mau bersahabat dengan teman yang berbeda budaya.

Bacaan:

  • Mat. 1:18-25 (…sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.)

DOA PEMBUKA

Tuhan Yesus yang baik, terima kasih karena Engkau begitu mencintai kami sampai mau datang ke dunia menjadi manusia. Bimbinglah kami agar dapat membaca dan memahami Firman-Mu dengan baik untuk kehidupan kami. Amin.

MENDALAMI PENGALAMAN

  • Apakah kamu mempunyai teman yang berbeda budaya atau suku?
  • Darimana saja suku atau budaya teman-temanmu?
  • Apakah kamu berteman dengan mereka? (Misalnya, bermain atau belajar bersama)
  • Bagaimana perasaanmu ketika berteman dan bermain bersama mereka?

PENEGASAN

  • Indonesia terdiri dari berbagai suku dan budaya, ada 34 provinsi di Indonesia yang berbeda-beda.
  • Dalam kehidupan sehari-hari pasti kita pernah mempunyai teman yang berbeda suku dan budaya.
  • Perbedaan suku dan budaya dalam pertemanan mungkin dapat membuat perselisihan. Tetapi, jika kita mau menghargai budaya orang lain, perbedaan akan membuat pertemanan lebih indah.
  • Perbedaan suku dan budaya membuat kita dapat belajar budaya yang baru dan berbeda.

BACAAN KITAB SUCI (Matius 1:18-25)

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut:  Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung   dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami istri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama istrinya di depan umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.  Tetapi, ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan tampak kepadanya dalam mimpi dan berkata, “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka.” Hal itu terjadi supaya digenapi yang difirmankan Tuhan melalui nabi: “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki- laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel.” (Yang berarti: Allah menyertai kita.) Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai istrinya, tetapi tidak bersetubuh dengannya sampai Maria melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.

Pertanyaan

  • Darimana Maria mengandung Yesus?
  • Apa arti nama “Imanuel”?
  • Apa yang dikatakan malaikat Tuhan kepada Yusuf?
  • Apakah kamu pernah takut untuk berteman dengan orang yang berbeda budaya?

 Jawaban

  • Maria mengandung Yesus dari Roh Kudus.
  • Imanuel berarti Allah menyertai kita.
  • “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak   yang   di   dalam   kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka.”

PENEGASAN KITAB SUCI

  • Kisah kelahiran Yesus memberikan teladan kepada kita. Yesus yang sangat menghargai budaya manusia. Maria mengandung Yesus dari Roh Kudus yang berasal dari Allah. Yesus adalah tetapi mau menjadi manusia.
  • Yesus yang adalah Tuhan sangat mulia dan tidak berdosa, tetapi mau lahir menjadi manusia yang sering melakukan dosa. Walaupun manusia, Yesus tetap tidak melakukan dosa.
  • Perbedaan tidak membuat Yesus menjauh dari manusia tetapi justru mau semakin dekat dengan manusia. Yesus selalu menyertai manusia (Imanuel).
  • Bapa Yusuf pun tidak takut lagi menerima Maria dan Yesus.

PERUTUSAN

  • Anak-anak mau menyapa dan mengajak bermain temannya yang berbeda suku dan budaya.
  • Anak-anak mau belajar terbuka dengan menerima dan menghargai budaya orang lain yang berbeda.

DOA PENUTUP

Tuhan Yesus yang baik, terima kasih karena Engkau telah memberikan kami teman-teman yang beraneka ragam suku dan budaya. Bimbinglah kami agar kami mau menerima dan belajar menghargai perbedaan suku dan budaya teman-teman kami. Semoga kami yang berbeda-beda tetapi dapat hidup rukun dan damai. Amin.

 

PERTEMUAN III

Bersahabat Dengan Teman

Yang Berbeda Agama

Tujuan:

  • Anak-anak menyadari bahwa Gereja Katolik menghargai agama-agama lain.
  • Anak-anak mau bersahabat dengan teman yang berbeda agama.

Bacaan:

  • Markus 9: 38-41 ( … tidak seorang pun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.)

Doa Pembuka

Bapa yang mengasihi kami dan mengasihi teman-teman yang beragama lain, terima kasih karena kami dapat tinggal di negara yang mengakui beragam agama.  Bimbinglah kami agar dapat memahami Firman-Mu dengan gembira, sebagai bekal dalam kehidupan kami bersama teman- teman dari berbagai agama lain. Amin.

Mendalami Pengalaman

  1. Apakah kamu mempunyai teman yang beragama lain?
  2. Dari agama apa saja teman-temanmu?
  3. Apakah kamu pernah bermain, belajar, atau melaku­kan kegiatan bersama mereka?
  4. Bagaimana perasaanmu ketika berteman dengan mereka?
  5. Kamu tentu pernah bermain dengan balok mainan ini. Ada berapa macam bentuk dan warnanya?
  6. Menurutmu, apakah bentuk dan warna yang berbeda-beda dapat membuatnya menjadi lebih indah? Mengapa demikian?

Penegasan

  1. Di Indonesia terdapat enam agama besar yang diakui pemerintah, yaitu Agama Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Budha, Hindu, dan Kong Hu Cu.
  2. Tuhan mengasihi semua ciptaan-Nya, termasuk teman yang beragama lain. Kita dapat mengasihi dan berjumpa dengan Tuhan yang juga hadir dalam diri mereka.
  3. Sama halnya, seperti balok mainan yang beraneka warna dan bentuk dapat digunakan untuk membuat bangunan yang indah, maka persahabatan kita dengan teman yang berbeda agama juga dapat dibangun menjadi lebih indah, lebih menyenangkan, jika kita mau bekerjasama, saling menerima, menghargai, dan mengasihi.

Bacaan Kitab Suci (Markus 9:38-41)

Kata Yohanes kepada Yesus, “Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.” Tetapi, kata Yesus, “Jangan kamu cegah dia!  Sebab tidak seorang pun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya.”

Pertanyaan

  1. Siapakah yang disebut sebagai “guru” oleh Yohanes?
  2. Mengapa Yohanes mencegah orang lain mengusir setan demi nama Yesus?
  3. Bagaimana tanggapan Yesus terhadap tindakan Yohanes? Mengapa demikian?

Jawaban

  1. Yohanes menyebut Yesus sebagai gurunya.
  2. Yohanes mencegah orang lain mengusir setan demi nama Yesus karena orang itu tidak termasuk pengikut Yesus.
  3. Yesus melarang Yohanes untuk mencegah orang itu, se­bab tidak mungkin seseorang mengadakan muji­zat demi nama Yesus sekaligus mengumpat Yesus. Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.

Penegasan Kitab Suci

  1. Gereja Katolik mengakui dan menghargai agama­-agama lain yang tidak menjadi pengikut Yesus Kristus.
  2. Gereja Katolik bersifat umum, universal.
  3. Kita diutus untuk mewartakan kabar baik (Kera­jaan Allah) kepada segala bangsa, berte­man dan bekerjasama dengan teman yang beragama lain, berbuat baik juga kepada mereka, tanpa memaksa mereka untuk dibaptis menjadi Katolik.
  4. Kita diajak untuk berjumpa dengan Tuhan yang hadir dalam diri mereka, sekaligus memancarkan kasih Tuhan (yang meraja di hati kita) bagi semua teman beragama lain.

Perutusan

Anak-anak memancarkan Kasih Allah yang meraja di dalam dirinya, melalui persahabatan dengan teman yang berbeda agama.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, dengan gembira kami mau menemukan berkat tersembunyi dalam perbedaan dan persa­habatan dengan teman-teman yang Tuhan hadiahkan bagi kami. Mampukanlah kami agar dapat hidup rukun, damai, dan saling mengasihi, sehingga teman-teman yang beragama lain juga dapat merasakan Kasih-Mu yang meraja dalam diri kami. Amin.

 

PERTEMUAN IV

Bersahabat Dengan Teman

Dari Gereja Lain

Tujuan:

  • Menyadari bahwa dalam Yesus semua anggota Gereja adalah satu dan bersaudara.
  • Mengajak anak-anak untuk berteman dengan semua orang tanpa melihat dari Gereja mana orang tersebut berasal.

Bacaan:

  • Yoh. 17: 20-23 (supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.)

DOA PEMBUKA

Tuhan Yesus yang baik, kami bersyukur menjadi murid-murid-Mu yang Kaukasihi. Bimbing kami untuk mendengar­kan Firman-Mu dengan baik dan melakukannya dalam hidup kami sehari-hari.

MENDALAMI PENGALAMAN

  1. Apakah kamu mempunyai teman yang berasal dari Gereja lain (misal Gereja Ortodoks, HKBP, Gereja Kristen Indonesia, dll)?
  2. Bagaimana sikap kamu dalam pertemanan dengan mereka?
  3. Apakah kamu pernah melakukan kegiatan bersama mereka (Misalnya, bermain bersama, belajar kelompok bersama, melakukan bakti sosial bersama)?
  4. Apa yang kamu rasakan saat melakukan kegiatan bersama?

PENEGASAN

  1. Sebagai murid-murid Yesus kita bertemu banyak orang dalam kehidupan sehari-hari. Di lingkungan rumah maupun lingkungan sekolah. Kita juga bertemu dengan teman-teman kita dari Gereja lain. Dalam berteman kita tidak boleh membeda-bedakan teman kita karena mereka bukan dari Gereja Katolik.
  2. Dalam pertemanan kita sering bermain bersama, belajar bersama dan membantu teman yang sedang mengalami kesusahan.
  3. Melakukan hal-hal tersebut bersama teman-teman yang berbeda agama dan Gereja lain merupakan bentuk pewartaan kasih Yesus jika kita lakukan dengan kasih.

BACAAN KITAB SUCI (Yohanes 17: 20-23)

Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang- orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Dan Aku telah memberikan kepada mereka  kemuliaan,  yang  Engkau  berikan  kepada-Ku,  supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

MENDALAMI TEKS KITAB SUCI

  • Untuk siapa Tuhan Yesus berdoa?
  • Apa isi/ yang didoakan Tuhan Yesus?
  • Apa yang Tuhan Yesus inginkan?
  • Siapakah yang bersatu dengan Tuhan Yesus?
  • Apakah dalam berteman kita memilih teman karena teman kita beragama Katolik?
  • Apakah kita sudah berteman semua orang tanpa memandang teman kita dari Gereja mana?
  • Apakah kita sudah menyadari bahwa kita dan teman-teman kita merupakan bagian dari bangsa Indonesia?
  • Apakah kita sudah menjadi murid-murid Tuhan dengan berbuat baik kepada teman-teman kita?

PENEGASAN

  • Yesus dan Bapa adalah satu, Bapa mengutus Yesus dan mengasihi Yesus.
  • Yesus mengasihi murid-murid-Nya dan mengutus mereka untuk mewartakan Kasih Bapa.
  • Yesus menghendaki agar supaya semua murid-Nya dan orang- orang yang percaya kepadanya menjadi satu di dalam kasih.
  • Kita dan seluruh teman-teman dari Gereja lain adalah satu dalam Kristus.
  • Sebagai pengikut murid-murid Yesus kita diutus untuk melakukan kebaikan-kebaikan untuk mewar­ta­kan kasih Yesus.
  • Kita dan teman-teman kita yang lain adalah anak-anak Indonesia yang dikasihi oleh Tuhan Yesus.

PERUTUSAN

  • Anak-anak mau berteman dan bermain dengan teman-teman yang berbeda Gereja.
  • Anak-anak mau membantu teman-temannya yang berbeda Gereja.

DOA PENUTUP

Tuhan Yesus yang baik, terima kasih karena kami boleh mengenal dan berteman dengan teman-teman dari Gereja yang berbeda. Bimbinglah kami untuk selalu untuk selalu saling membantu dan bersatu dalam kasih-Mu. Amin.

Bulan Kitab Suci Nasional

Konsili Vatikan II menyerukan agar jalan menuju Kitab Suci dibuka lebar-lebar bagi kaum beriman (Dei Verbum 22). Pembukaan jalan menuju Kitab Suci ini dilakukan dengan menerjemahkan Kitab Suci ke dalam banyak bahasa lokal. Konsili juga menganjurkan agar terjemahan ini diselenggarakan bersama para saudara terpisah (Gereja- gereja Protestan). Penerjemahan ini membuka jalan masuk ke dalam Kitab Suci, memungkinkan setiap orang membaca Sabda Allah dalam bahasa masing-masing, bahasa yang dipahaminya. Memang dalam Dei Verbum 25 ”Konsili suci mendesak dengan sangat dan istimewa semua orang beriman, terutama para religius, supaya dengan seringkali membaca kitab-kitab ilahi memperoleh pengertian yang mulia akan Yesus Kristus (Flp. 3:8).” Bagi para anggota Gereja Sabda Allah menjadi kekuatan iman, santapan jiwa, dan sumber hidup rohani.  Karena, dalam Kitab Suci Bapa yang ada di surga dengan penuh cinta kasih menjumpai para putra-Nya dan berwawancara dengan mereka.

Mengingat hal itu, Lembaga Biblika Indonesia, yang merupakan Lembaga dari KWI untuk kerasulan Kitab Suci, mengadakan sejumlah usaha untuk memperkenalkan Kitab Suci kepada umat dan sekaligus mengajak umat untuk mulai membaca Kitab Suci. Hal ini dilakukan antara lain dengan mengemukakan gagasan sekaligus mengambil prakarsa untuk mengadakan Hari Minggu Kitab Suci secara nasionaL sejak tahun 1975. LBI mengusulkan dan mendorong agar keuskupan- keuskupan dan paroki-paroki seluruh Indonesia mengadakan ibadat khusus dan kegiatan-kegiatan sekitar Kitab SucI. Gerakan itu sekarang menjadi Bulan Kitab Suci Nasional yang dilaksanakan dengan tujuan:

  1. Untuk mendekatkan dan memperkenalkan umat dengan sabda Allah. Kitab Suci juga diperuntukkan bagi umat biasa, tidak hanya untuk kelompok tertentu dalam Gereja. Mereka dipersilahkan melihatnya dari dekat, mengenalnya lebih akrab sebagai sumber dari kehidupan iman mereka.
  2. Untuk mendorong agar umat memiliki dan menggunakannya.

Melihat dan mengagumi saja belum cukup. Umat perlu didorong untuk memilikinya paling sedikit setiap keluarga mempunyai satu Kitab Suci di rumahnya.  Dengan demikian, umat dapat membacanya sendiri untuk memperdalam iman akan Kristus.

About gema

Check Also

Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-53 (2 Juni 2019)

Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-53 (2 Juni 2019) “Kita …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *