Home / Berita / Percaya Merupakan Ungkapan Iman (Renungan SENIN BIASA XXVIII, 10 Oktober 2016, Oleh Fr. Andreas Salamanang)

Percaya Merupakan Ungkapan Iman (Renungan SENIN BIASA XXVIII, 10 Oktober 2016, Oleh Fr. Andreas Salamanang)

Percaya Merupakan Ungkapan Iman
Renungan SENIN BIASA XXVIII, 10 Oktober 2016

Bac I   : Galatia 4:22-24,26-27,31-5:1
Injil     : Lukas 11:29-32

Saudara- saudari yang dikasihi Tuhan, dalam dunia kehidupan kita seseorang dapat dikatakan bersalah jika ada bukti yang menunjukkan bahwa dirinya bersalah. Bukti menjadi salah satu syarat mutlak yang bisa dijadikan ukuran. Maka tak heran bahwa dunia kita sudah dilanda krisis kepercayaan. Manusia zaman sekarang sudah sangat sulit untuk percaya, dipercaya dan diberi kepercayaan. Segala sesuatu yang tidak dilihat secara kasat mata sangat sulit untuk kita percayai.

Injil hari ini mengajak kita untuk percaya. Yesus secara tidak langsung ingin melihat sejauh mana iman orang-orang Yahudi dengan menghubungkannya pada peristiwa nabi Yunus. Hal itu dilakukan oleh Yesus karena mereka tidak percaya dan menuntut tanda yang bisa secara langsung ditangkap oleh indra, kendatipun mereka sendiri sudah berulang kali melihat dan menyaksikan Yesus melakukan mujizat. Padahal jika mereka membuka diri dengan beriman, mereka akan mengerti bahwa Yesus yang hadir di tengah-tengah mereka adalah tanda yang diutus Allah untuk menyelamatkan dunia.

Saudara-saudari, kehadiran nabi Yunus dan Yesus sebenarnya sebuah tanda ajakan untuk bertobat. Namun karena ketegaran hati, kita tidak mampu menerobos arti kehadiran Allah dalam pengalaman hidup kita. Percaya selalu menjadi pintu masuk untuk mendapatkan belas kasih Allah. Hendaknya kita belajar dari pesan Injil hari. Teguran Yesus kepada orang-orang pada zamannya yang kurang percaya, juga berlaku untuk kita. Sebagai pengikut Kristus, kita mesti yakin dan percaya bahwa Yesus hadir ke dunia untuk menebus dan memulihkan kita dari noda dosa. Allah tidak pernah memberi batas waktu kita untuk percaya. Selama kita hidup di dunia ini, itulah kesempatan yang diberikan oleh Allah untuk kita. (FR. ANDREAS SALAMANANG)

Liturgi Hari ini: SENIN BIASA XXVIII, 10 Oktober 2016…Klik disini!!

About

Check Also

Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-53 (2 Juni 2019)

Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-53 (2 Juni 2019) “Kita …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *