Home / Berita / Ekaristi RABU, 25 Juli 2018: Pesta Santo Yakobus Rasul († 44)

Ekaristi RABU, 25 Juli 2018: Pesta Santo Yakobus Rasul († 44)

Yakobus adalah seorang nelayan, sama seperti ayahnya – Zebedeus – dan saudaranya, Yohanes. Yakobus sedang duduk dalam perahu ayahnya memperbaiki jala ketika Yesus lewat. Yesus memanggil mereka masing-masing, Yakobus dan Yohanes, untuk menjadi penjala manusia, untuk mengikuti-Nya mewartakan Kabar Gembira. Zebedeus menyaksikan kedua puteranya meninggalkan perahu mereka dan mengikuti Yesus.

Bersama Petrus dan Yohanes, Yakobus termasuk murid kesayangan Yesus. Bersama mereka, Yakobus beroleh kesempatan menyaksikan apa-apa yang tidak dapat disaksikan para rasul yang lain. Bersama mereka, ia menyaksikan Yesus membangkitkan anak perempuan Yairus. Bersama mereka, ia mendaki gunung dan menyaksikan Yesus bercahaya seperti matahari dengan jubah-Nya berkilau-kilauan. Peristiwa ini disebut Transfigurasi atau Yesus Dipermuliakan. Pada hari Kamis Putih, yaitu malam sebelum Yesus wafat, Yesus membawa para rasul ke taman Getsemani. Dalam Injil Matius dikisahkan bagaimana Yesus meminta Petrus, Yakobus dan Yohanes untuk menyertai-Nya ke tempat yang sunyi untuk berdoa. Mereka menyaksikan bagaimana Wajah Tuhan menjadi pucat karena duka yang amat dalam. Kemudian titik-titik darah mulai menetes dari kening-Nya. Sungguh, saat-saat yang amat memilukan, tetapi para rasul sudah terlalu lelah. Mereka tertidur! Kemudian St. Yakobus lari ketakutan ketika para musuh menangkap Yesus serta membawa-Nya pergi. Dan Yakobus tidak ada di bawah kaki salib pada hari Jumat Agung. Meskipun demikian, Tuhan menemuinya lagi pada sore hari Minggu Paskah di kamar atas. Yesus yang bangkit masuk melalui pintu yang terkunci dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” Yakobus dan para rasul yang lain mendapatkan damai yang dijanjikan-Nya itu setelah kedatangan Roh Kudus pada Hari Pentakosta.

St. Yakobus memulai kerasulannya sebagai seorang yang suka menurutkan kata hatinya serta berbicara apa adanya. Tanpa sungkan ia meminta Yesus tempat duduk kehormatan dalam kerajaan-Nya. Ia meminta Yesus menurunkan api atas desa-desa yang tidak mau menerima Tuhan. Tetapi imannya kepada Yesus sungguh besar. Pada akhirnya, Yakobus belajar untuk menjadi rendah hati dan lemah lembut. Dan sungguh, ia menjadi yang “pertama” dengan cara yang tidak pernah dibayangkannya sebelumnya. Ia mendapat kehormatan untuk menjadi rasul pertama yang wafat bagi Yesus. Kisah Para Rasul bab 12 mengisahkan bahwa Raja Herodes Agripa menyuruh orang membunuh Yakobus dengan pedang. Dengan wafat sebagai martir, Yakobus memberikan kesaksian yang paling besar dari segala bentuk kesaksian lainnya.

Meskipun St. Yakobus memiliki kelemahan-kelemahan, Yesus mengasihinya. Marilah kita berdoa memohon rahmat agar dapat lebih peka dalam mengenali kasih Yesus.

Antifon Pembukaan Lih Mat. 4:18.21

Ketika Yesus berjalan di pantai Danau Galilea, Ia melihat Yakobus, anak Zabedeus, dan Yohanes, saudaranya.
Mereka sedang memperbaiki jala dan Yesus memanggil mereka.

Kata Pengantar

Yakobus ini termasuk tiga tokoh di antara para rasul. Ia menyaksikan pula penampakan di Tabor dan penderitaan Yesus di Taman Zaitun. Wataknya menyebabkan dia menonjol: impulsif, berambisi mendapat tempat terhormat di dalam kerajaan. Bersama Yohanes, adiknya ia disebut ‘Putera Guntur’. Nama itu menggarisbawahi pribadinya. Yesus berhasil mengarahkan wataknya. Ia menjadi rasul yang aktif dan setia. Dialah martir pertama di antara para rasul.

Kemuliaan

Doa Pembukaan

Marilah berdoa
Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal,
di antara para rasul Santo Yakobuslah yang pertama Kaukuduskan sebagai martir.
Semoga umat-Mu menimba kekuatan dari kesaksiannya dan menemukan perlindungan berkat doanya.
Demi Yesus Kristus, …

Bacaan Pertama – 2Korintus 4:7-15
Penderitaan, kegagalan dan kesulitan menurut pandangan orang sering menutup jalan hidup. Tetapi menurut Santo Paulus semuanya itu hanyalah semu belaka. Sebab bila kita ikut serta dalam kehidupan Kristus, maka jalan hidup masih tetap terbuka lebar, bahkan di dalam penderitaan.

“Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami.”

Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:
Saudara-saudara, harta pelayanan sebagai rasul kami miliki dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang berlimpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami sendiri. Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terhimpit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian; kami dihempaskan, namun tidak binasa. Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. Sebab kami yang masih hidup ini terus-menerus diserahkan kepada maut demi Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata dalam tubuh kami yang fana ini. Demikianlah maut giat di dalam diri kami, sedangkan hidup giat di dalam kamu. Namun kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis, “Aku percaya, sebab itu aku berbicara.” Karena kami pun percaya, maka kami juga berbicara. Karena kami tahu, bahwa Allah yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Allah itu akan menghadapkan kami bersama dengan kamu ke hadirat-Nya. Sebab semuanya itu terjadi demi kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar karena semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menghasilkan ucapan syukur semakin melimpah bagi kemuliaan Allah.

Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan

Ref. Aku wartakan karya agung-Mu, Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan.

Ayat. (Mzm 126:1-2ab.2cd-3.4-5.7; Ul: lh.3)
1. Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion, kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tawa ria dan lidah kita dengan sorak-sorai.
2. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa, “Tuhan telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!” Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.
3. Pulihkanlah keadaan kami, ya Tuhan, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.

Bait Pengantar Injil

Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. Aku telah menetapkan kamu supaya kamu pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap.

Bacaan Injil – Matius 20:20-28
Ambisi kedua anaknya dikemukakan oleh ibunya. Tetapi Yesus menjawab dengan mengemukakan syarat-syarat bagi mereka yang diserahi tanggungjawab, antara lain meneladan Yesus sendiri dalam pelaksanaan tugas itu, yaitu dengan semangat pengabdian.

“Cawan-Ku akan kamu minum”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:
Sekali peristiwa, menjelang kepergian Yesus ke Yerusalem, datanglah Ibu Zebedeus serta anak-anaknya kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu. Kata Yesus, “Apa yang kaukehendaki?” Jawab ibu itu, “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini kelak boleh duduk di dalam kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu, dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.” Tetapi Yesus menjawab, “Kamu tidak tahu apa yang kamu minta! Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya, “Kami dapat.” Yesus berkata kepada mereka, “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.” Mendengar itu, marahlah kesepuluh murid yang lain kepada dua bersaudara itu. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata, “Kamu tahu, bahwa pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu! Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia: Ia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani, dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Doa Persembahan

Allah Bapa yang mahakuasa, sucikanlah kami berkat sengsara Putera-Mu.
Semoga kami sanggup mempersembahkan kurban yang berkenan di hati-Mu pada pesta Santo Yakobus, rasul-Mu.
Sebab dialah yang pertama di antara para rasul yang minum dari piala Kristus, …

Antifon Komuni —lih. Mat 20:22-23

Mereka minum dari piala Tuhan
dan menjadi sahabat Allah.

Doa Penutup

Marilah berdoa:
Allah Bapa yang maharahim,
dengan gembira kami sambut anugerah-Mu.
Kami mohon lindungilah selalu umat-Mu
berkat doa Rasul Santo Yakobus.
Demi Kristus, …

About gema

Check Also

Ekaristi SABTU PRAPASKAH II, 23 Maret 2019

Antifon Pembukaan – Mazmur 145:8-9  Tuhan pengasih dan penyayang, sabar dan lembut hati. Tuhan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *