Home / Liturgi / KAMIS, 7 DESEMBER 2017: PERINGATAN WAJIB Santo Ambrosius (uskup dan pujangga Gereja, 340 – 397)

KAMIS, 7 DESEMBER 2017: PERINGATAN WAJIB Santo Ambrosius (uskup dan pujangga Gereja, 340 – 397)

Ambrosius dilahirkan sekitar tahun 340. Ia putera seorang Gubernur Romawi di Gaul. Ketika ayahnya meninggal dunia, ibunya membawa keluarganya kembali ke Roma. Ibunya dan kakaknya – St. Marcellina – membesarkan Ambrosius dengan baik. Ambrosius menjadi seorang pengacara yang hebat. Kemudian ia diangkat menjadi gubernur kota Milan serta daerah sekitarnya. Tetapi melalui suatu peristiwa yang aneh (baca kisahnya dalam Bagaimana Seorang Uskup Dipilih?), Ambrosius sang Gubernur menjadi Ambrosius sang Uskup. Pada masa itu, umat biasa mengusulkan kepada paus nama orang yang mereka pilih sebagai uskup. Sungguh amat mengejutkan Ambrosius ketika penduduk kota Milan memilihnya. Ia berusaha menghindar, tetapi tampaknya hal itu memang kehendak Tuhan. Oleh karenanya, Ambrosius menjadi imam dan kemudian uskup kota Milan.

Ambrosius menjadi bapa serta teladan yang mengagumkan bagi umatnya. Ia juga melawan segala kejahatan dengan keberanian yang mengagumkan. Berhadapan dengan suatu pasukan yang siap menyerang, St. Ambrosius berhasil meyakinkan pemimpin mereka untuk menarik mundur pasukannya. Di lain waktu, Kaisar Theodosius datang dari timur. Kaisar ingin menyelamatkan Italia dari para musuh penyerang. Ia mendorong semua pejabatnya untuk menaruh hormat pada Uskup Milan. Namun demikian, ketika kaisar melakukan suatu dosa berat, Ambrosius tidak segan-segan menentangnya. Ia bahkan memerintahkan agar Kaisar Theodosius melakukan penitensi umum. Kaisar tidak menjadi gusar dan marah. Ia sadar bhawa Ambrosius benar. Dengan rendah hati kaisar melakukan penitensi secara umum atas dosa-dosanya. Ambrosius telah menunjukkan kepada dunia bahwa tidak ada seorang pun, meskipun ia seorang penguasa, yang lebih tinggi kedudukannya daripada gereja.

Rakyat khawatir akan apa yang terjadi dengan Italia apabila Ambrosius wafat. Karenanya ketika Ambrosius jatuh sakit, mereka memohon kepadanya untuk berdoa agar dikarunia umur panjang. Ambrosius menjawab, “Aku tidak berlaku sedemikian rupa di antara kalian sehingga aku merasa malu untuk hidup lebih lama; namun demikian aku juga tidak takut mati, karena kita mempunyai Tuan yang baik.” Uskup Ambrosius wafat pada hari Jumat Agung pada tahun 397.

Pada hari ini, luangkan waktu untuk merenungkan kata-kata Ambrosius: “Kristus adalah segala-galanya bagi kita.”

Antifon Pembukaan 1Sam 2:35

• Tuhan bersabda,
“Seorang imam akan Kuangkat bagi-Ku.
Ia setia pada-Ku dan bertindak menurut maksud dan keinginan-Ku.”

Kata Pengantar

“Suara rakyat, suara Tuhan!” demikianlah bunyi sebuah pepatah Ketika Ambrosius sebagai pejabat pemerintahan kota sedang menenangkan pemilihan uskup Milan yang agak kacau, tiba-tiba ada orang berseru. “ Ambrosius uskup!” Dan semua orang yang disitu menyerukan yang sama. Kepercayaan rakyat itu tidak dikecewakan. Sebagai uskup ia mengambil kebijaksanaan terbuka. Dalam khotbah-khotbahnya ia memberi kesaksian imannya. Pertemuan-pertemuan diadakan guna menunjukkan bahaya bidaah Arianisme, Ia juga ikut berperan dalam pertobatan Santo Agustinus.

Doa Pembukaan

Marilah berdoa:
Allah Bapa, pembela umat beriman,
Engkau mengangkat Santo Ambrosius menjadi uskup, pengajar iman dan teladan kekuatan.
Bangkitkanlah kiranya di dalam Gereja-Mu pemimpin-pemimpin yang juat dan bijaksana.
Demi Yesus Kristus,…

Bacaan I – Yesaya 26:1-6
Umat yang setia dan percaya akan menerima pahala. Tuhan itu benteng perkasa sejak berabad-abad. Para papa miskin yang berada di dalam benteng akan selamat. Kedamaian sejati akan diberikan kepada siapa pun yang mengandalkan Tuhan. Kristus dan Gereja-Nya bagi umat merupakan batu karang yang selalu dihantam oleh prahara.

Bangsa yang benar dan tetap setia biarlah masuk.

Pembacaan dari Kitab Yesaya:
Pada masa itu nyanyian ini akan dinyanyikan di tanah Yehuda: “Kita mempunyai kota yang kuat! Tuhan telah memasang tembok dan benteng untuk keselamatan kita. Bukalah pintu-pintu gerbangnya, agar masuklah bangsa yang benar dan yang tetap setia. Engkau menjaga orang yang teguh hatinya dengan damai sejahtera, sebab ia percaya kepada-Mu.

Percayalah kepada Tuhan selama-lamanya, sebab Tuhan Allah adalah gunung batu yang kekal. Kota-kota di atas gunung telah ditaklukkan-Nya; benteng-benteng yang kuat telah dirobohkan-Nya, diratakan-Nya dengan tanah dan dicampakkan-Nya menjadi debu. Kaki orang-orang sengsara dan telapak orang-orang lemah akan menginjak-injaknya.”

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 118:1.8-9.19-21.25-27a

Ref: Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan.
Atau: Alleluya.

Mazmur:
 Bersyukurlah kepada Tuhan,
sebab Ia baik! Kekal abadi kasih setia-Nya.
Lebih baik berlindung pada Tuhan
daripada percaya kepada insan!
Lebih baik berlindung pada Tuhan
daripada percaya kepada para bangsawan!

 Bukakan aku pintu gerbang kebenaran,
aku hendak masuk ke dalamnya,
hendak mengucap syukur kepada Tuhan.
Inilah pintu gerbang Tuhan,
orang-orang benar akan masuk ke dalamnya.
Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku
dan telah menjadi keselamatanku.

 Ya Tuhan, berilah kiranya keselamatan!
Ya Tuhan, berilah kiranya kemujuran!
Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan!
Kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan.
Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita,
Ikatkanlah korban hari raya itu dengan tali
pada tanduk-tanduk mezbah.

BAIT PENGANTAR INJIL Yes 55:6

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Carilah Tuhan, selama Ia berkenan ditemui;
berserulah kepada-Nya, selama Ia dekat.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Matius 7:21.24-27
Memperhatikan sabda Tuhan dan menghayatinya di dalam hidup adalah sarana untuk berkembang. Membangun hidup berdasarkan sabda Tuhan berarti membangun rumah di atas wadas dan akan selamat pada hari pengadilan.

Barangsiapa melakukan kehendak Bapa akan masuk Kerajaan Allah.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:
Pada suatu ketika Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, ‘Tuhan! Tuhan’ akan masuk kerajaan surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga.

Semua orang yang mendengar perkataan-Ku dan melakukannya, ia sama dengan orang bijaksana yang membangun rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu. Tetapi rumah itu tidak roboh sebab dibangun di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang bodoh, yang membangun rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu. Maka robohlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa yang mahaluhur,
Roh Kudus menerangi Santo Ambrosius untuk memperjuangkan kemuliaan-Mu.
Semoga kami pun disinari cahaya iman dalam perayaan suci ini.
Demi Kristus,…

Antifon Komuni Yoh 15:16

• Bukannya kalian yang memilih aku, melainkan Aku yang memilih kalian.
Kalian telah Kutetapkan agar pergi dan berhasil dan hasilmu tinggal tetap.

Doa Penutup

Marilah berdoa:
Allah Bapa yang maharahim,
teguhkanlah kami dengan kekuatan sakramen ini,
Semoga kami mengambil manfaat dari pengajaran Santo Ambrosius,
sehingga tak gentar menempuh jalan-Mu dan semakin pantas menikmati perjamuan abadi.
Demi Kristus,…

RENUNGAN

TINDAKAN, BUKAN KATA-KATA

            Saudara-saudari yang terkasih, ada sebuah pepatah tua mengatakan, “perkataan mengajar, tetapi teladan menggerakkan.” Setiap orang Kristen yang baik adalah kitab injil yang berjalan, walaupun ia tidak pernah mengutip salah satu ayatnya. Dalam bacaan Injil hari ini, Kristus mendesak kepada kita supaya kita berbuat dan bertindak seperti apa yang kita dengar, kita tahu dan kita katakan. Kristus tegaskan kepada kita: “bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! Akan masuk Kerajaan Allah, melainkan yang melakukan kehendak Bapa-Ku di Surga. Yang hendak ditunjukkan oleh Yesus ketika Dia menyampaikan perumpamaan tentang dua orang yang membangun rumahnya.

            Saudara-saudari terkasih, di  perikop lain seperti dalam Injil Lukas 6:48, Yesus juga berkata bahwa orang yang bijak membangun rumahnya dengan menggali ke dalam batu, bukannya ke dalam lumpur. Namun menggali batu berarti menggali sampai dalam adalah pekerjaan yang sangat berat. Coba kita bayangkan berapa lama waktu yang harus ia pakai untuk memahat, sambil berlumuran keringat.

            Yesus mendesak supaya apa yang kita dengar dan kita terima dari pada-Nya, harus kita amalkan. Kita tidak boleh hanya sekedar mendengar dan tahu saja. Dalam bacaan Injil terdapat tuntutan yang tak dapat dihindari yaitu, Injil harus diamalkan. Hanya orang-orang yang mengamalkannya dapat diumpamakan seperti membangun rumah di atas batu. Orang-orang yang hanya mendengar, tahu dan berbicara yang bagus-bagus dapat diumpamakan seperti membangun di atas pasir, tidak berguna bagi Kerajaan Allah.

            Saudara-saudari yang terkasih, betapa sering dewasa ini kita berbicara mengenai Injil, tetapi tidak berani mulai bertindak secara konkrit. Padahal ada banyak tindakan yang perlu kita bantu seperti Padahal ada banyak tindakan yang perlu kita bantu seperti ketidakadilan, kelaparan yang menuntut supaya kita lekas bertindak. Kita sering membangga-banggakan Injil.

            Kita sebagai pengikut Kristus sekaligus pelayan-Nya, apakah dalam mengikuti-Nya hanya setengah-setengah dan melayani Tuhan secara penuh atau tidak. Jika kita akhirnya memutuskan untuk tidak melayani Tuhan tapi mencari kehidupan yang lebih baik untuk diri sendiri, pikirkanlah pada saat hari itu. Di saat kita berdiri di hadapan Tuhan, apakah kita tidak akan menyesainya. Tuhan memberkati kita sekalian. Amin. (By: Fr. John Mezer Manullang -frater praunio Padang)

About gema

Check Also

HARI MINGGU ADVEN II –B, 10 DESEMBER 2017

Menghayati Ekaristi Kita sering berdebar-debar tak sabar menantikan kedatangan pos. Kabar apa yang akan disampaikan? …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *