Home / Liturgi / Rabu Adven I, 6 Desember 2017

Rabu Adven I, 6 Desember 2017

Antifon Pembukaan – lih. Habakuk 2:3; I Korintus 4:5

 Tuhan akan datang dan tidak akan terlambat.
la akan menerangi kita yang tersembunyi dalam kegelapan
dan menyatakan diri-Nya kepada segala bangsa.

Pengantar

Diundang dalam perjamuan sering kali merupakan tugas yang menyenangkan. Bukan karena makan yang dihidangkan, tetapi terutama karena suasana keakraban dan persaudaraan. Berpesta bersama dan makan minum menjadi lambang sesuatu yang lebih dalam. Nabi Yesaya menggambarkan akhir zaman sebagai perjamuan agung. Derita dan maut disingkirkan, digusur oleh kepenuhan hidup dan sukacita.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa sumber sukacita,
siapkanlah hati kami dengan kekuatan-Mu.
Kiranya pada kedatangan Kristus Putra-Mu,
kami diundang menghadiri perjamuan hidup kekal
dan diperkenankan menyambut santapan suci
yang dihidangkan oleh Yesus Kristus Putra-Mu, ….

Bacaan Pertama – Yesaya 25:6-10a
Pada akhir zaman, semua bangsa akan dikumpulkan di Gunung Sion, kota Tuhan. Di situ mereka akan diadili atau menerima pahala diikut-sertakan dalam perjamuan agung. Sengsara dan maut akan dihapus, dan mulailah masa hidup penuh sukacita.

Tuhan akan menghidangkan suatu jamuan,
dan menghapus air mata dari wajah semua orang.

Pembacaan dari Kitab Yesaya:
Di Gunung Sion Tuhan semesta alam akan menghidangkan bagi segala bangsa suatu jamuan dengan masakan mewah, dengan anggur yang tua benar; suatu jamuan dengan lemak dan sumsum dan dengan anggur tua yang disaring endapannya. Di atas gunung itu Tuhan akan mengoyakkan kain kabung yang diselubungkan kepada segala suku dan tudung yang ditudungkan kepada segala bangsa. Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya, dan Ia akan menghapus air mata dari wajah semua orang. Aib umat-Nya akan Ia jauhkan dari seluruh bumi, sebab Tuhan telah mengatakannya.

Pada hari itu orang akan berkata, “Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan supaya menyelamatkan kita. Inilah Tuhan yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karena keselamatan yang diadakan-Nya!” Sebab tangan Tuhan akan melindungi gunung ini!”

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 23:1-6

Ref: Aku akan diam di dalam rumah Tuhan sepanjang masa.

Masmur:
 Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan.
Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau.
Ia membimbing aku ke air yang tenang,
dan menyegarkan daku.

 Ia menuntun aku di jalan yang lurus,
demi nama-Nya yang kudus.
Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam,
aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.
Tongkat gembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.

 Engkau menyediakan hidangan bagiku
di hadapan segala lawanku.
Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak,
pialaku penuh berlimpah.

 Kerelaan dan kemurahan-Mu mengiringi aku
seumur hidupku.
Aku akan diam di dalam rumah Tuhan
sepanjang masa.

BAIT PENGANTAR INJIL Mzm 80:4

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Tuhan akan datang menyelamatkan umat-Nya;
berbahagialah orang yang menyongsong Dia.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Matius 15:29-37
Kedatangan Kristus berarti kebahagiaan bagi siapa pun: orang-orang sakit disembuhkan, para papa miskin dihibur, rezeki dibagi-bagikan. Semua itu merupakan pelaksanaan nubuat zaman dahulu. Penderitaan, kelaparan, kehausan, pendek kata apa saja yang menghambat kebahagiaan kita akan dihapus, apabila Tuhan datang.

Yesus menyembuhkan banyak orang sakit dan melipatgandakan roti.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:
Pada suatu ketika Yesus menyusuri pantai Danau Galilea, lalu naik sebuah bukit dan duduk di situ. Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya membawa orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu dan banyak lagi yang lain, lalu meletakkan mereka pada kaki Yesus, dan mereka semua disembuhkan-Nya. Maka takjublah orang banyak itu melihat orang bisu berkata-kata, orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat; dan mereka memuliakan Allah lsrael.

Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata, “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan.”

Para murid menyahut, “Bagaimana mungkin di tempat sunyi ini kita mendapat roti untuk mengenyangkan orang banyak yang begitu besar jumlahnya?”

Kata Yesus kepada mereka, “Berapa roti ada padamu?” “Tujuh,” jawab mereka, “dan ada juga beberapa ikan kecil.” Yesus lalu menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu. Ia mengucap syukur, membagi-bagi roti itu dan memberikannya kepada para murid. Lalu para murid membagikannya kepada orang banyak. Mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian potongan-potongan roti yang sisa dikumpulkan, tujuh bakul penuh.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Kami mohon kepada-Mu, ya Bapa mahamulia,
semoga persembahan bakti ini
senantiasa diunjukkan kepada-Mu.
Kiranya oleh persembahan ini
rencana penyelamatan terlaksana sepenuhnya.
Demi Kristus, ….

Antifon Komuni – Yesaya 40:10; 34:5

 Lihatlah, Tuhan datang dengan kekuasaan
dan akan menerangi para abdi-Nya.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Ya Bapa,
semoga sakramen Ekaristi
yang telah kami sambut
membersihkan kami dari segala kekurangan
dan mempersiapkan kami
menghadapi hari raya mendatang.
Demi Kristus, ….

About gema

Check Also

HARI MINGGU ADVEN II –B, 10 DESEMBER 2017

Menghayati Ekaristi Kita sering berdebar-debar tak sabar menantikan kedatangan pos. Kabar apa yang akan disampaikan? …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *