Home / Liturgi / Ekaristi RABU BIASA XXVI, 3 SEPTEMBER 2018

Ekaristi RABU BIASA XXVI, 3 SEPTEMBER 2018

Antifon Pembukaan – Mazmur 88:10bc.14

 Sehari-hari aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan,
kepada-Mu kutadahkan tanganku.
Aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan,
Pagi-pagi doaku membubung ke hadapan-Mu.

Pengantar

Banyak orang mau mengikuti Yesus tanpa meninggalkan harta milik dan hubungan-hubungannya. Mereka bersedia memberikan, tetapi dari kelimpahan mereka. Kerajaan kurang tampak membawakan sesuatu, maka orang lebih mantap dengan yang sudah pasti. Bahwa kepastian-kepastian itu dapat terlepas, lebih baik tidak dipikirkan. Orang tidak berani melangkah yang penuh risiko.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa mahakudus,
di hadapan-Mu tiadalah orang yang memiliki wewenang,
sebab segala sesuatu yang ada pada kami
seluruhnya Engkaulah yang memberi.
Semoga kami selalu penuh rasa syukur
atas segala penyelenggaran-Mu demi kehidupan kami.
Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

Bacaan Pertama – Ayub 9:1-12.14-16
Dalam wawancara antara Ayub dengan teman-temannya tampak adanya perang wewenang. Ayub tidak mau mengakui malapetaka yang menimpa dirinya itu disebabkan kesalahannya sendiri. Tetapi sebaliknya jika juga tidak mau membenarkan dirinya di hadapan Allah yang maha kuasa, Ayub yakin, bahwa Tuhan mendengar seruannya, meskipun tidak mengabulkannya.

“Masakan manusia benar di hadapan Allah?”

Pembacaan dari Kitab Ayub:
Ayub berkata kepada Bildad sahabatnya, “Sungguh, aku tahu, bahwa beginilah adanya: masakan manusia benar di hadapan Allah? Jika ia ingin beperkara dengan Allah satu dari seribu kali ia tidak dapat membantah-Nya. Allah itu bijak dan kuat, siapakah dapat bersikeras melawan Dia dan tetap selamat? Dialah yang memindahkan gunung-gunung tanpa diketahui orang, yang menjungkir-balikkannya dalam murka-Nya. Ia menggeserkan bumi dari tempatnya, sehingga tiangnya bergoyang-goyang. Ia memberi perintah kepada matahari, sehingga tidak terbit, dan mengurung bintang-bintang dengan meterai. Seorang diri Ia membentangkan langit, dan melangkah di atas gelombang-gelombang laut. Ia menjadikan bintang Biduk, bintang Belantik, bintang Kartika, dan gugusan-gugusan bintang Ruang Selatan. Dialah yang melakukan perbuatan-perbuatan tegar yang terduga, dan keajaiban-keajaiban yang tidak terbilang banyak.

Apabila Ia melewati aku, aku tidak melihat-Nya, dan bila Ia lalu, aku tidak tahu. Apabila Ia merampas, siapa akan menghalangi-Nya? Siapa akan menegur-Nya, ‘Apa yang Kaulakukan?’ Bagaimana mungkin aku dapat membantah Dia, dan memilih kata-kata di hadapan Dia?

Walaupun benar, aku tidak mungkin membantah Dia, malah aku harus memohon belas kasih kepada yang mendakwa aku. Bila aku berseru, Ia menjawab; aku tidak dapat percaya, bahwa Ia sudi mendengarkan suaraku.”

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 88:10b-15

Ref: Semoga doaku sampai ke hadirat-Mu, ya Tuhan.

Mazmur:
 Aku telah berseru kepada-Mu, ya Tuhan, sepanjang hari,
aku telah mengulurkan tanganku kepada-Mu.
Adakah Engkau melakukan keajaiban
di hadapan orang-orang mati?
Masakah jenazah mereka bangkit untuk bersyukur kepada-Mu?

 Dapatkah kasih-Mu diberitakan di dalam kubur,
dan kesetiaan-Mu di tempat kebinasaan?
Diketahui orangkah keajaiban-keajaiban-Mu dalam kegelapan,
dan keadilan-Mu di negeri kealpaan?

 Tetapi aku ini, ya Tuhan, kepada-Mu aku berteriak minta tolong.
dan pada waktu pagi doaku datang ke hadapan-Mu.
Mengapa, ya Tuhan, Kaubuang aku?
Mengapa Kausembunyikan wajah-Mu dari padaku?

BAIT PENGANTAR INJIL Flp 3: 8-9

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Segala sesuatu kuanggap sebagai sampah,
agar aku memperoleh Kristus dan bersatu dengan-Nya.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Lukas 9:57-62
Kepada tiga orang yang menyatakan niatnya mengikuti Yesus. Ia membicarakan syarat bagi mereka yang ingin menjadi murid-Nya: penyerahan utuh, mengabdi kepada kerajaan-Nya, bukan kepada dosa yang membunuh hati, dan maju dengan tabah tanpa menengok ke belakang.

“Aku akan mengikuti Engkau ke mana pun Engkau pergi.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Sekali peristiwa, ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang dalam perjalanan, datanglah seorang di tengah jalan, berkata kepada Yesus, “Aku akan mengikuti Engkau, ke mana pun Engkau pergi.”

Yesus menjawab, “Serigala mempunyai liang, dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Lalu kepada orang lain Yesus berkata, “Ikutilah Aku.” Berkatalah orang itu, “Izinkanlah aku pergi dahulu, menguburkan bapaku.” Tetapi Yesus menjawab, “Biarlah orang mati mengubur orang mati; tetapi engkau, pergilah, dan wartakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.”

Seorang lain lagi berkata, “Tuhan, aku akan mengikuti Engkau, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.” Tetapi Yesus berkata, “Setiap orang yang siap untuk membajak, tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa kami, sumber kebahagiaan,
semoga anggur roti ini memuaskan niat kami
mau mengikuti jejak Yesus Putra-Mu,
mengimani Engkau sampai mati.
Demi Kristus, ….

Antifon Komuni – Lukas 9:62

 Setiap orang yang siap untuk membajak,
tetapi menoleh ke belakang,
tidak layak untuk kerajaan Allah.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa kami di surga,
kami bersyukur,
karena telah Kaupanggil memasuki kerajaan-Mu.
Kami mohon berilah kami ketabahan hati
untuk mengimani dan mengikuti Putra-Mu seutuhnya.
Demi Kristus, ….



About gema

Check Also

Ekaristi RABU BIASA XXIX, 24 Oktober 2018

Antifon Pembukaan – Yesaya 12:4  Bersyukurlah kepada Tuhan, panggillah nama-Nya, beritahukanlah karya-Nya di antara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *