Home / Berita / RABU PEKAN BIASA XXI, 26 AGUSTUS 2015

RABU PEKAN BIASA XXI, 26 AGUSTUS 2015

Antifon Pembukaan – I Tesalonika 2:13

 Terimalah sabda Allah, bukan sebagai perkataan manusia,
tetapi menurut apa adanya, yaitu sebagai sabda Allah.

Pengantar

Suatu teguran demi cinta selalu mengharapkan yang baik bagi yang ditegur, dan selanjutnya perlu dibesarkan hatinya. Kata-kata Paulus tampak jujur, karena didukung kenyataan hidupnya. Kaum Farisi bertindak lain. Mereka menegur bila ada hukum atau peraturan yang dilanggar, bahkan sampai soal yang kecil-kecil. Teguran semacam itu hampa, tanpa dijiwai dan tanpa cinta kasih.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa kami yang mahabaik,
bukalah kiranya hati kami,
agar dapat memahami benar sabda-Mu.
Bukalah kiranya lisan kami,
agar dapat mewartakan misteri-Mu.
Demi Yesus Kristus Putra-Mu, …..

Bacaan Pertama – I Tesalonika 2:9:13
Paulus menceritakan bagaimana ia melayani umat di Tesalonika. Ia tak pernah merepotkan orang lain. Sebagai bapa ia memperingatkan dan membimbing. Maka ia merasa gembira, bahwa ia dianggap sebagai utusan oleh umat di Tesalonika.

“Sambil bekerja siang malam, kami memberitakan Injil Allah kepada kalian.”

Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika:

Saudara-saudara, kalian tentu masih ingat, akan usaha dan jerih payah kami. Sebab kami bekerja siang malam, agar jangan menjadi beban bagi siapa pun di antaramu. Di samping itu kami memberitakan Injil Allah kepada kalian. Kalianlah saksinya, demikian pula Allah, betapa saleh, adil dan tak bercacatnya kami berlaku di antara kalian yang telah menjadi percaya.

Kalian tahu, betapa kami telah menasihati kalian dan menguatkan hatimu masing-masing, seperti seorang bapa terhadap anak-anaknya; dan betapa kami telah meminta dengan sangat agar kalian hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kalian ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya.

Karena itulah kami tak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kalian telah menerima sabda Allah yang kami beritakan itu. Pemberitaan kami itu telah kalian terima bukan sebagai kata-kata manusia, melainkan sebagai sabda Allah, sebab memang demikian. Dan sabda Allah itu bekerja giat di dalam diri kalian yang percaya

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 139:7-8.9-10.11-12ab

Ref: Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal kami.

Mazmur

 Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu,
ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?
Jika aku mendaki langit, Engkau di sana;
jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati,
Engkau pun ada di situ.

 Jika aku terbang dengan sayap fajar,
dan membuat kediaman di ujung laut,
di sana pun tangan-Mu akan menuntun aku,
dan tangan kanan-Mu memegang aku.

 Jika aku berkata, “Biarlah kegelapan melingkupi aku,
dan terang sekelilingku menjadi malam,”
maka kegelapan pun tidak menggelapkan bagi-Mu.

BAIT PENGANTAR INJIL 1Yoh 2:5

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Sempurnalah cinta Allah dalam hati orang
yang mendengarkan sabda Kristus.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Matius 23:27-32
Yesus menutup sabda-Nya kepada kaum Farisi dengan menggambarkan mereka seperti makam, yang dari luar tampak bagus, tetapi dalamnya serba busuk, karena kemunafikan dan ketidakadilan. Kaum Farisi menganggap dirinya sebagai nabi-nabi zaman dahulu, padahal mereka itu keturunan orang-orang yang membunuh para nabi.

“Kalian ini keturunan pembunuh nabi-nabi.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Pada waktu itu Yesus bersabda, “Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, sebab kalian itu seperti kuburan yang dilabur putih. Sebelah luarnya memang tampak bersih, tetapi sebelah dalamnya penuh tulang-belulang dan pelbagai jenis kotoran. Demikianlah pula kalian, dari sebelah luar nampaknya benar, tetapi sebelah dalam penuh kemunafikan dan kedurjanaan.

Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, kalian membangun makam bagi nabi-nabi dan memperindah tugu peringatan bagi orang-orang saleh, dan sementara itu kalian berkata, ‘Seandainya kami hidup pada zaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut membunuh para nabi.’ Tetapi dengan demikian kalian bersaksi melawan dirimu sendiri, bahwa kalian keturunan pembunuh nabi-nabi itu. Jadi, penuhilah takaran para leluhurmu!”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persiapan

Allah Bapa, sumber iman kepercayaan,
berkenanlah menerima iman kami
dalam roti anggur ini.
Semoga kau terima pula niat kami
mau mengabdi Engkau dalam kebenaran.
Demi Kristus, ….

Antifon Komuni – Mazmur 139:7-8

 Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu,
ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa mahaagung,
semoga hati kami selalu terbuka terhadap kabar gembira-Mu,
agar dapat mewujudkannya dalam hidp kami
dengan segala kejujuran. Demi Kristus, ….

About

Check Also

Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-53 (2 Juni 2019)

Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-53 (2 Juni 2019) “Kita …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *