Home / Berita / RABU PEKAN BIASA XXIII, 9 SEPTEMBER 2015

RABU PEKAN BIASA XXIII, 9 SEPTEMBER 2015

Antifon Pembukaan – Kolose 3:3-5

 Kalian sudah mati dan kehidupan kalian
tersembunyi dalam Allah bersama Kristus.
Maka matikanlah segala sesuatu yang duniawi
dalam diri kalian.

Pengantar

Berkat baptis hidup kita bersatu erat dengan hidup Yesus. Namun, masih saja kita bertindak menurut nilai-nilai lain. Bukankah kita berpuas diri dengan keberhasilan sementara dan tidak terbuka terhadap Kristus? Hanya yang jelas-jelas memihak Kristus yang dipuji dalam injil.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa mahamulia,
perkenankanlah kiranya kami miskin dalam batin
dan semoga hati kami terbuka terhadap Kerajaan-Mu.
Kami mohon semoga warta gembira-Mu
dapat benar-benar terwujud di tengah-tengah kami.
Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

Bacaan Pertama – Kolose 3:1-11
Berkat baptis kita menjadi manusia baru dan menjadi milik Kristus. Maka hidup kita harus mengarah kepada-Nya dan setiap hari semakin menjauhkan diri dari cara-cara dosa. Yang duniawi dapat digunakan, tetapi harus mengarah kepada yang surgawi. Kristus hidup dalam diri kita. Hal itu tampak dalam tingkah laku kita.

“Kalian telah mati bersama Kristus. Maka matikanlah dalam dirimu segala yang duniawi.”

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Kolose:
Saudara-saudara, kalian telah dibangkitkan bersama Kristus. Maka carilah perkara yang di atas, di mana Kristus berada, duduk di sisi kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kalian telah mati, dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus dalam Allah. Kristuslah hidup kita. Apabila Dia menyatakan diri kelak, kalian pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.

Karena itu matikanlah dalam dirimu segala yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala. Semuanya itu mendatangkan murka Allah. Dahulu kalian juga melakukan hal-hal itu ketika kalian hidup di dalamnya. Tetapi sekarang buanglah semuanya ini yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. Janganlah kalian saling menipu lagi, karena kalian telah menanggalkan manusia lama beserta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Penciptanya. Dalam keadaan yang baru itu tiada lagi orang Yunani atau Yahudi, yang bersunat atau tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka; yang ada hanyalah Kristus di dalam semua orang.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 145:2-3.10-11.12-13b

Tuhan itu baik kepada semua orang.

Mazmur
 Setiap hari aku hendak memuji Engkau,
dan memuliakan nama-Mu untuk selama-selamanya.
Besarlah Tuhan, dan sangat terpuji,
kebesaran-Nya tidak terselami.

 Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan,
dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau.
Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu,
dan akan membicarakan keperkasaan-Mu,

 Untuk memberitahukan keperkasaan-Mu
kepada anak-anak manusia,
dan memaklumkan kerajaan-Mu yang semarak mulia.
Kerajaan-Mu ialah kerajaan abadi,
pemerintahan-Mu lestari melalui segala keturunan.

BAIT PENGANTAR INJIL Luk 6:23ab

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Bersukacitalah dan bergembiralah,
karena besarlah upahmu di surga.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Lukas 6:20-26
Sabda bahagia menurut Lukas diatur untuk menonjolkan perbedaan si miskin dan si kaya. Adapun yang dianggap kaya ialah yang menurut pandangan dunia dipuji-puji. Tetapi Yesus membangun kerajaan-Nya dengan ukuran lain.

“Berbahagialah orang yang miskin, celakalah orang yang kaya.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Pada waktu itu Yesus memandang murid-murid-Nya, lalu berkata, “Berbahagialah, hai kalian yang miskin, karena kalianlah yang empunya Kerajaan Allah. Berbahagialah, hai kalian yang kini kelaparan, karena kalian akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kalian yang kini menangis, karena kalian akan tertawa. Berbahagialah, bila demi Anak Manusia kalian dibenci, dikucilkan, dan dicela serta ditolak. Bersukacitalah dan bergembiralah pada waktu itu karena secara itu pula nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi. Tetapi celakalah kalian, orang kaya, karena dalam kekayaanmu kalian telah memperoleh hiburan. Celakalah kalian, yang kini kenyang, karena kalian akan lapar. Celakalah kalian, yang kini tertawa, karena kalian akan berdukacita dan menangis. Celakalah kalian, jika semua orang memuji kalian; karena secara itu pula nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa, sumber kebijaksanaan,
berkenanlah menjelaskan misteri kehidupan
melalui roti anggur ini.
Tunjukkanlah kepada kami Yesus Putra-Mu,
yang menjadi kebijaksanaan kami.
Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.

Antifon Komuni – Kolose 3:1

 Kalian telah dibangkitkan bersama Kristus.
Maka carilah perkara yang di atas.
Di mana Kristus berada, di sisi kanan Allah.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa, sumber pembaruan hidup,
jadikanlah kami manusia baru,
karena kami telah bertemu dengan Putra-Mu.
Berilah kami kiranya kejujuran dan kesederhanaan
serta bongkarlah tembok pemisah
antara kami satu sama lain.
Demi Kristus, ….

About

Check Also

Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-53 (2 Juni 2019)

Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-53 (2 Juni 2019) “Kita …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *