Home / Liturgi / Ekaristi RABU PEKAN PASKAH II, 1 Mei 2019

Ekaristi RABU PEKAN PASKAH II, 1 Mei 2019

Antifon Pembukaan – Mazmur 18:50; 22:23

 Aku hendak memuji Engkau, ya Tuhan,
dan mewartakan nama-Mu kepada saudara-saudaraku. Alleluya.

Pengantar

Dengan tabah, para rasul memberi kesaksian atas kebangkitan Yesus. Sekalipun ditentang oleh para pemimpin Yahudi dan bahkan ditahan, namun berkat bimbingan Tuhan, mereka yakin bahwa kegelapan takkan mengalahkan terang. Semoga pertemuan kita dengan Tuhan ini mendorong kita untuk bersikap jujur dan setia dan setiap hari melaksanakan dengan tabah apa yang dikehendaki Tuhan.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa pencipta manusia,
tiap tahun kami memperingati misteri kudus,
yang memulihkan martabat manusia
dan memberi harapan akan kebangkitan.
Dengan rendah hati kami mohon,
semoga misteri Paskah yang kini kami rayakan dalam iman,
kelak kami rayakan dalam cinta kasih abadi.
Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

Bacaan Pertama – Kisah Para Rasul 5:17-26
Tiga kali para murid dilepaskan dari penjara secara menakjubkan menurut Kisah Para Rasul. Hal ini menandakan bahwa umat selalu bebas dan tak dapat dibelenggu. Bagi kita merupakan soal, sampai seberapa jauh kebebasan yang kita terima karena kita menjadi umat Allah? Bukankah kita malahan ditakut-takuti dan dipenjara?

Lihat, orang-orang yang telah kamu masukkan ke dalam penjara,
ada di dalam Bait Allah, dan mereka mengajar orang banyak.

Pembacaan dari Kisah Para Rasul:
Imam Besar Yahudi dan pengikut-pengikutnya, yaitu orang-orang dari mazhab Saduki di Yerusalem mulai bertindak terhadap jemaat, sebab mereka sangat iri hati. Mereka menangkap rasul-rasul, lalu memasukkan mereka ke dalam penjara kota.

Tetapi waktu malam, seorang malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara itu dan membawa mereka ke luar. Kata malaikat itu, “Pergilah, berdirilah di Bait Allah, dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak.”

Mereka menaati pesan itu, dan menjelang pagi masuklah mereka dalam bait Allah, lalu mulai mengajar di situ.

Sementara itu Imam Besar dan pengikut-pengikutnya menyuruh Mahkamah Agama berkumpul, yaitu seluruh majelis tua-tua bangsa Israel, dan mereka menyuruh mengambil rasul-rasul itu dari penjara. Tetapi ketika para petugas datang ke penjara, mereka tidak menemukan rasul-rasul itu di situ. Lalu mereka kembali dan memberitahukan, “Kami mendapati penjara terkunci dengan sangat rapihnya, dan semua pengawal ada di tempatnya di muka pintu. Tetapi setelah kami membukanya, tidak seorang pun yang kami temukan di dalamnya.”

Ketika kepala pengawal Bait Allah dan imam-imam kepala mendengar laporan itu, mereka cemas dan bertanya apa yang telah terjadi dengan rasul-rasul itu. Tetapi datanglah seorang mendapatkan mereka dengan kabar, “Lihat, orang-orang yang telah kamu masukkan ke dalam penjara, ada dalam Bait Allah, dan mereka mengajar orang banyak.” Maka pergilah kepala pengawal serta orang-orangnya ke Bait Allah, lalu mengambil rasul-rasul itu, tetapi tidak dengan kekerasan, karena mereka takut kalau-kalau orang banyak melempari mereka dengan batu.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 34:2-3.4-5.6-7.8-9

Ref: Orang yang tertindas berseru, dan Tuhan mendengarkan.
Atau: Alleluya.

Mazmur:
 Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu;
puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku.
Karena Tuhan jiwaku bermegah;
Biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.

 Muliakanlah Tuhan bersama dengan daku,
marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya.
Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku,
dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.

 Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya,
maka mukamu akan berseri-seri,
dan tidak akan malu tersipu-sipu.
Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan;
Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.

 Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa,
lalu meluputkan mereka.
Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan!
Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya.

BAIT PENGANTAR INJIL Yoh 3:16

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Begitu besar kasih Allah akan dunia ini,
sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Yohanes 3:16-21
Mengimani Kristus berarti mengimani bahwa Dia diutus mendatangi kita demi cinta kasih murni, karena Allah mencurahkan cinta kasih-Nya kepada kita. Iman yang demikian itu menyinari hidup kita, yang sering diliputi kegelapan. Cahayanya adalah Tuhan sendiri. Dan bila kita beriman, kita pun menjadi cahaya bagi sesama. Cahaya itu membawa sukacita, pengharapan, dan cinta kasih.

Allah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan dunia.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:
Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berkata, “Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; tetapi barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa sumber iman kepercayaan,
roti anggur ini akan Kauubah
menjadi tubuh dan darah Kristus.
Demikian pula kami, manusia lemah ini,
Kauangkat menjadi putra dan putri-Mu sendiri.
Kami mohon semoga kami hidup
sesuai dengan kebenaran yang kami imani.
Demi Kristus, ….

Antifon Komuni – Yohanes 15:16.19

 Tuhan bersabda, “Akulah yang memilih kamu.
Kamu telah Kutetapkan agar pergi dan berbuah,
dan buahmu tinggal tetap.” Alleluya.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa sumber cahaya iman,
ajarilah kami menyayangi cahaya,
yang Kausinarkan dalam hidup kami
dengan perantaraan Yesus, Putra-Mu.
Semoga segala yang kami lakukan,
terlaksana di hadapan-Mu
menurut teladan Kristus, Putra-Mu,
Tuhan dan pengantara kami.

CINTA (Renungan Rabu, 26 April 2017)

About gema

Check Also

Ekaristi MINGGU PASKAH V, 19 Mei 2019

Menghayati Ekaristi dalam Hidup Cinta kasih menuntut hadirnya sang kekasih, bahkan sedekat mungkin. Tentu saja …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *