Home / Liturgi / Ekaristi SABTU BIASA IV, 9 FEBRUARI 2019

Ekaristi SABTU BIASA IV, 9 FEBRUARI 2019

Antifon Pembukaan – Mazmur 23:1.3b

 Tuhanlah Gembalaku, aku takkan berkekurangan.
Ia menuntun aku di jalan yang lurus
demi nama-Nya yang kudus.

Pengantar

Pengikut Kristus siang malam sibuk melayani orang lain. Itulah yang membuat hidupnya jujur. Orang yang berseru, ‘Tuhan, Tuhan!’ tetapi melalaikan amal baik kepada sesama disebut oleh Yesus munafik. Para rasul disibukkan oleh orang-orang yang memerlukan bantuan. Begitu banyak yang datang sampai-sampai tidak sempat makan. Mereka menaruh belas kasih seturut teladan Kristus.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa umat beriman,
nama-Mu dimuliakan bila orang saling menaruh cinta kasih,
sebab Engkaulah sumber segala kebaikan.
Semoga semua orang Kauhimpun menjadi umat-Mu
yang rukun bersatu dan saling menaruh cinta kasih,
agar mereka hidup bahagia.
Demi Yesus Kristus, ….

Bacaan Pertama – Ibrani 13:15-17.20-21
Penutup Surat kepada Umat Ibrani mengingatkan lagi hubungan, pengabdian sejati dengan cinta kasih kepada sesama. Tanpa cinta kasih pengabdian itu semu, munafik. Tentang itu selama masa Perjanjian Lama dikemukakan. Bagi kita pun hal itu penting dan Kristuslah ikatannya.

“Semoga Allah damai sejahtera memperlengkapi kamu
dengan segala yang baik.”

Pembacaan dari Surat Kepada Orang Ibrani:
Saudara-saudara, marilah kita, dengan perantaraan Yesus, senantiasa mempersembahkan kurban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. Di samping itu janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab kurban-kurban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.

Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka menjaga keselamatan jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggungjawab atasnya. Dengan sikap kita yang demikian mereka akan melakukan tugasnya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

Oleh darah perjanjian yang kekal, Allah damai sejahtera, telah menghidupkan kembali Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita. Semoga Allah memperlengkapi kalian dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya. Dan semoga Ia mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya, berkat Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 23:1-3a.3b-4.5.6

Ref: Tuhanlah Gembalaku. Aku takkan berkekurangan.

Mazmur:
 Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan.
Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau.
Ia membimbing aku ke air yang tenang,
dan menyegarkan daku.

 Ia menuntun aku di jalan yang lurus,
demi nama-Nya yang kudus.
Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam,
aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.
Tongkat gembalaanmu, itulah yang menghibur aku.

 Engkau menyediakan hidangan bagiku
di hadapan segala lawanku.
Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak,
pialaku penuh berlimpah.

 Kerelaan dan kemurahan-Mu mengiringi aku
seumur hidupku.
Aku akan diam di dalam rumah Tuhan
sepanjang masa.

BAIT PENGANTAR INJIL Yoh 10:27

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan.
Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Markus 6:30-34
Banyak orang tertarik kepada Yesus dan mengikuti Dia. Pengabdian-Nya kepada manusia itulah yang menyebabkan Dia tak henti-hentinya mewartakan sabda. Kelak para rasul yang akan melanjutkan karya-Nya, harus pula memeras keringat membanting tulang untuk pewartaan itu, bahkan pada saat-saat mereka ingin bertemu dengan Yesus.

“Mereka itu bagaikan domba-domba tak bergembala.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:
Pada waktu itu Yesus mengutus murid-murid-Nya mewartakan Injil. Setelah menunaikan tugas itu mereka kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Marilah kita pergi ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah sejenak!” Memang begitu banyaknya orang yang datang dan pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat. Maka pergilah mereka mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat, dan mereka mengetahui tujuannya. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu dan mereka malah mendahului Yesus. Ketika mendarat, Yesus melihat jumlah orang yang begitu banyak. Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Yesus mengajarkan banyak hal kepada mereka.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa sumber kedamaian,
berilah kami ketenangan berkat roti anggur,
berkat Yesus, Sabda-Mu yang menghidupkan
dan menghidupi serta menyelamatkan kami.
Sebab Dialah ….

Antifon Komuni – Markus 6:34

 Yesus tergerak hati-Nya oleh belas kasih,
sebab mereka bagaikan domba-domba tak bergembala.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa Raja mahamulia,
kami telah Kauanugerahi gembala baik,
yaitu Yesus Kristus, Tuhan kami.
Kami mohon, semoga Ia menghimpun kami
menjadi satu kawanan berkat sabda-Mu
dan membimbing kami menuju kedamaian sejati.
Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.

About gema

Check Also

Ekaristi Kamis Putih, 18 April 2019

Menghayati hidup dalam Ekaristi Dalam perayaan hari ulang tahun entah kelahiran, entah perkawinan, entah apa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *