Home / Liturgi / Ekaristi SABTU BIASA XIX, 18 AGUSTUS 2018

Ekaristi SABTU BIASA XIX, 18 AGUSTUS 2018

Antifon Pembukaan – Matius 19:14

 Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku.
Sebab orang seperti merekalah yang memiliki kerajaan surga.

Pengantar

Kita cenderung melemparkan tanggung jawab kepada orang lain, bahkan cuci tangan seperti Pilatus. Orang dapat mempersulit kita, namun akhirnya kita sendirilah yang harus bertobat. Keterbukaan hati dan kesederhanaan anak-anak menunjukkan jalan menuju hati dan semangat baru yang menandai manusia Perjanjian Baru.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa, sumber segala harapan,
berilah kiranya kami Roh baru
dan hati yang sederhana
serta terbuka terhadap sabda-Mu.
Semoga hidup kami mengungkapkan pengharapan
yang sudah tertanam di dalam hati kami.
Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

Bacaan Pertama – Yehezkiel 18:1-10.13b.30-32
Sedikit demi sedikit gagasan mengenai tanggung jawab pribadi muncul. Yehezkiel menyoroti hal itu. Semua saja harus mencipta hati baru dan semangat baru serta selalu bertobat. Bagaimanapun Tuhan selalu berkenan mengampuni.

“Aku menghukum kalian sesuai dengan tindakanmu sendiri.”

Pembacaan dari Nubuat Yehezkiel:
Tuhan bersabda kepadaku, “Apakah maksudnya kalian mengucapkan pepatah ini di Israel, ‘Ayah-ayah makan buah mentah, dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu’? Demi Aku yang hidup, demikianlah sabda Tuhan, kalian tidak akan mengucapkan pepatah itu lagi di Israel. Sungguh, semua jiwa itu Aku yang punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Akulah yang punya! Dan orang yang berbuat dosa, dia sendirilah yang harus mati.

Orang benar ialah yang melakukan keadilan dan kebaikan. Ia tidak makan daging persembahan di atas gunung. Ia tidak memuja-muja berhala-berhala kaum Israel. Ia tidak mencemari isteri sesamanya dan tidak menghampiri wanita yang sedang haid. Ia tidak menindas orang lain. Ia mengembalikan gadaian orang dan tidak merampas apa-apa. Ia memberi makan orang lapar dan memberi pakaian kepada orang telanjang. Ia tidak memungut bunga dan tidak memakan riba. Ia menjauhkan diri dari kecurangan dan melakukan hukum yang benar dalam hubungan dengan sesama manusia. Ia hidup menurut ketetapan-Ku, dan tetap mentaati peraturan-Ku; Ia berlaku setia. Orang demikianlah orang yang benar, dan ia pasti hidup,” demikianlah sabda Tuhan Allah.

“Tetapi kalau ia melahirkan seorang anak yang menjadi perampok, dan yang suka menumpahkan darah atau melakukan salah satu dari kejahatan tersebut, maka anak itu sendirilah yang harus mati, dan darahnya tertumpah pada dia sendiri.

Oleh karena itu Aku akan menghukum kalian masing-masing menurut tindakanmu, hai kaum Israel,” demikianlah sabda Tuhan Allah. “Maka bertobatlah dan berpalinglah dari segala durhakamu, jangan sampai itu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan kamu ke dalam kesalahan. Buanglah daripadamu segala durhaka yang kalian lakukan terhadap-Ku dan perbaharuilah hati serta rohmu! Mengapa kalian mau mati, hai kaum Israel? Aku tidak berkenan akan kematian seseorang yang harus ditanggungnya,” demikianlah sabda Tuhan Allah. “Oleh karena itu bertobatlah, supaya kalian hidup.”

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 51:12-15.18-19

Ref: Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah.

Mazmur:
 Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah,
dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku.
Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu
dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!

 Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu,
dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku.
Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu
kepada orang-orang durhaka,
supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.

 Tuhan, Engkau tidak berkenan akan kurban sembelihan;
dan kalaupun kupersembahkan kurban bakaran,
Engkau tidak menyukainya.
Persembahanku kepada-Mu ialah jiwa yang hancur;
hati yang remuk redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL lh. Mat 11:25

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi,
sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Matius 19:13-15
Karena sayang akan Yesus yang sudah lelah, anak-anak diusir oleh para rasul. Tetapi hal itu tak berkenan di hati-Nya, sebab malahan mempersulit dalam menunjukkan tugas-Nya. Kerajaan Surga itu diperuntukkan kaum kecil dan sederhana. Dan anak-anak itulah lambang mereka.

“Janganlah menghalang-halangi anak-anak datang kepada-Ku,
sebab orang-orang seperti merekalah yang empunya Kerajaan Surga.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:
Sekali peristiwa orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka. Tetapi murid-murid Yesus memarahi orang-orang itu. Maka Yesus berkata, “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku. Sebab orang-orang seperti merekalah yang empunya Kerajaan Surga.” Lalu Yesus meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa maha pengasih,
jadikanlah kiranya kami putra dan putri-Mu
yaitu orang-orang yang mirip dengan Dia,
yang sungguh pantas disebut Putra-Mu,
ialah Yesus, Saudara kami se-Bapa, ….

Antifon Komuni – Matius 19:14

 Janganlah menghalang-halangi anak-anak datang kepada-Ku,
sebab orang seperti merekalah yang memiliki kerajaan surga.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa mahakudus, kami bersyukur,
bahwasanya Engkau telah berkenan membuka
pintu kerajaan surga bagi kami
dengan perantaraan Yesus Putra-Mu terkasih.
Semoga kami mengakui,
bahwa Dialah jalan, kehidupan dan kebenaran kami
dalam segala tingkah laku kami.
Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.



About gema

Check Also

Ekaristi Kamis, 20 SEPTEMBER 2018: St. Andreas Kim Taegon & St. Paulus Chong Hasang

St. Andreas Kim Taegon adalah seorang imam dan St. Paulus Chong Hasang adalah seorang awam. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *