Home / Liturgi / SABTU BIASA XXXIII, 25 NOVEMBER 2017

SABTU BIASA XXXIII, 25 NOVEMBER 2017

Antifon Pembukaan – Lukas 20:37b.38

 Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub
bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup,
karena semua orang hidup bagi Dia.

Pengantar

Bila kita berbicara tentang hidup sesudah mati, maka mudah sekali kita gambarkan pemulihan hidup duniawi ini tanpa yang negatif. Pendekatan demikian terlalu insani. Hidup yang ditawarkan Yesus sama sekali baru. Kematian tak kuasa lagi atas hidup itu. Allah bukanlah Allah orang-orang mati, melainkan orang hidup. Yang baru yang dibawa Yesus sama sekali berbeda dengan hidup duniawi kita ini.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa kami yang maharahim,
semoga kami semua dapat bertobat
berkat sabda Yesus Putra-Mu,
penjelmaan belas kasih-Mu dan harapan hidup kami.
Sebab Dialah Putra-Mu, ….

Bacaan I – I Makabe 6:1-13
Segala penderitaan Antiokhus pada akhir hidupnya dianggap sebagai hukuman atas perbuatannya melawan umat Yahudi dan Allah sendiri Antiokhus pun menyadari hal itu. Orang itu lebih mudah mawas diri dalam penderitaan.

Karena segala kejahatan yang kuperbuat terhadap Yerusalem,
maka aku sekarang mati dalam kepedihan yang besar.

Pembacaan dari Kitab Pertama Makabe:
Pada waktu itu Raja Antiokhus menjelajahi wilayah pegunungan Persia. Didengarnya kabar bahwa Elimais, sebuah kota di negeri Persia, termasyhur karena kekayaan perak dan emas. Lagipula di kota itu ada sebuah kuil yang sangat kaya, karena di sana disimpan alat-alat perang emas, serta baju baja dan senjata yang ditinggalkan Aleksander, putera Filipus, raja Makedonia, yang mula-mula menjadi raja atas orang-orang Yunani. Maka Antiokhus pergi ke sana dan berusaha merebut kota itu serta menjarahnya. Tetapi ia tidak berhasil karena maksudnya ketahuan oleh penduduk kota itu. Mereka memberikan perlawanan kepada raja, sehingga ia melarikan diri dari situ dan dengan menyesal mau kembali ke kota Babel. Kemudian datanglah seseorang ke daerah Persia memberi tahu raja, bahwa bala tentaranya yang memasuki negeri Yudea sudah dipukul mundur. Khususnya Lisias yang berperang dengan bala tentara yang kuat telah dipukul mundur oleh orang-orang Yahudi. Orang-orang Yahudi itu bertambah kuat karena senjata, pasukan dan banyak barang rampasan yang mereka peroleh dari tentara yang sudah mereka kalahkan. Mereka telah membongkar juga patung berhala yang didirikan oleh raja di atas mezbah di Yerusalem. Mereka telah memagari bait suci dengan tembok-tembok tinggi seperti dahulu. Demikian pula halnya dengan Bet-Zur, salah satu kota raja.

Mendengar berita itu maka tercenganglah raja dan sangat kacau pikirannya. Ia merebahkan diri di ranjang dan jatuh sakit karena sakit hati. Sebab semuanya tidak terjadi sebagaimana diinginkannya.

Berhari-hari raja berbaring di ranjangnya dan terus-menerus dihinggapi kemurungan besar. Ketika merasa akan meninggal dipanggilnya semua sahabatnya lalu dikatakannya kepada mereka, “Tidur sudah lenyap dari mataku dan hatiku hancur karena kemasygulan. Maka dalam hati aku berkata: Betapa besar keimpitan dan kemalangan yang menimpa diriku sekarang ini! Padahal aku ini selalu murah hati dan tercinta dalam kekuasaanku! Tetapi teringatlah aku sekarang akan segala kejahatan yang telah kuperbuat terhadap Yerusalem dengan mengambil perkakas perak dan emas yang ada di kota itu dan dengan menyuruh menumpas penduduk Yerusalem dengan sewenang-wenang. Sekarang aku menjadi insyaf bahwa semuanya itulah sebabnya aku ditimpa malapetaka ini. Sungguh aku sekarang jatuh binasa di negeri asing dengan amat sedih hati.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 9:2-3.4.6.16b.19

Ref: Ya Tuhan, aku bergembira atas kemenangan-Mu.

Kidung:
 Aku mau bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati,
aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib;
aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau
bermazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi.

 Sebab musuhku telah mundur,
tersandung jatuh, dan binasa di hadapan-Mu.
Engkau menghardik bangsa-bangsa,
dan telah membinasakan orang-orang fasik;
nama mereka telah Kauhapuskan
untuk seterusnya dan selama-lamanya.

 Kakinya terperangkap dalam jaring yang dipasangnya sendiri.
Sebab bukan untuk seterusnya orang miskin dilupakan,
bukan untuk selamanya hilang harapan orang sengsara.

BAIT PENGANTAR INJIL 2Tim 1:10b

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Juruselamat kita Yesus Kristus telah mematahkan kuasa maut
dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Lukas 20:27-40
Para Saduki berusaha agar pendapat Yesus tentang kebangkitan badan ditertawakan orang, dengan mengajukan soal yang tak mungkin terjadi. Tetapi Yesus menjawab, bahwa salahlah dasar persoalan atau gambarannya. Dunia kebangkitan dari maut itu sama sekali lain. Bila orang menangkap ajaran Musa, tentulah mengerti, bahwa perjanjian Allah itu menerobos maut.

Allah bukanlah Allah orang mati,
melainkan Allah orang hidup.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Santo Lukas:
Pada suatu ketika datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepada Yesus, “Guru, Musa menulis untuk kita perintah ini: ‘Jika seorang yang mempunyai saudara laki-laki mati meninggalkan isteri tetapi tidak meninggalkan anak, maka saudaranya harus kawin dengan wanita itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya.’ Ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang wanita lalu mati tanpa meninggalkan anak. Lalu wanita itu dikawini oleh yang kedua, dan oleh yang ketiga, dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu. Mereka semuanya mati tanpa meninggalkan anak. Akhirnya wanita itu pun mati. Bagaimana sekarang dengan wanita itu? Siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia.”

Berkatalah Yesus kepada mereka, “Orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi orang yang dianggap layak mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati tidak kawin dan tidak dikawinkan. Sebab mereka tidak dapat mati lagi. Mereka sama dengan malaikat-malaikat dan menjadi anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.

Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semakduri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, karena di hadapan Dia semua orang hidup.”

Mendengar itu beberapa ahli Taurat berkata, “Guru, jawab-Mu itu tepat sekali.” Maka mereka tidak berani lagi menanyakan apa-apa kepada Yesus.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persiapan

Allah Bapa kami yang mahakuasa,
Engkaulah yang menciptakan kehidupan dan menghendaki
agar kehidupan itu berkembang sepenuhnya dalam diri kami.
Kami mohon, semoga kami dapat membaca pada diri Yesus,
manakah jalan kehidupan yang harus kami lalui.
Sebab Dialah yang akan menuntun kami
meninggalkan kegelapan dan maut
menuju cahaya dan kehidupan abadi.
Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

Antifon Komuni – Lukas 20:35-36

 Orang yang layak mengambil bagian dalam dunia yang akan datang
dan dalam kebangkitan orang mati, tidak lagi menikah atau dinikahi,
sebab mereka tidak dapat mati lagi.
Mereka serupa para malaikat dan menjadi putra-putri Allah,
karena mereka itu putra dan putri kebangkitan.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa kekal dan kuasa,
Engkaulah yang menciptakan kehidupan dan menghendaki
agar berkembang sepenuhnya dalam diri kami.
Kami mohon, semoga kami dapat membaca pada diri Yesus,
manakah jalan kehidupan yang harus kami lalui.
Sebab Dialah yang akan menuntun kami
meninggalkan kegelapan dan maut,
menuju cahaya dan kehidupan abadi.
Demi Kristus ….

About

Check Also

Ekaristi SENIN PEKAN PASKAH IV, 23 April 2018

Antifon Pembukaan – Roma 6:9  Kristus yang bangkit dari alam maut takkan wafat lagi. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *