Home / Liturgi / Ekaristi SABTU BIASA XXXIV, 1 Desember 2018

Ekaristi SABTU BIASA XXXIV, 1 Desember 2018

Antifon Pembukaan – Mazmur 95:6-7

 Masuklah, mari kita sujud menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, Pencipta kita.
Sebab Dialah Allah kita;
kita umat gembalaan-Nya dan kawanan domba-Nya.

Pengantar

‘Lihatlah, Aku segera datang’ kata Yohanes atas nama Kristus. Dan Gereja muda berdoa. ‘Datanglah, ya Tuhan Yesus, datanglah’. Kehadiran Tuhan di antara kita hanya dapat dilihat dalam iman. Dengan kontak pribadi terus-menerus iman itu tumbuh dan berkembang. Suatu pergumulan antara yang sudah dan yang belum. Suatu keinginan terus-menerus akan kehadiran Allah yang pasti. Sementara itu, kita mewartakan wafat Kristus, dan mengimani Dia bahwa la sudah bangkit dan akan datang kembali.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa kami yang mahakuasa,
semoga kami dapat merasa bahagia
Kauperkenankan mendengarkan sabda tentang Dikau.
Ciptakanlah kembali kami menjadi makhluk baru
melalui Yesus Putra Manusia,
yang akan melimpahkan kedamaian,
yang belum pernah terdengar beritanya
oleh manusia di dunia.
Sebab Dialah Putra-Mu ….

Bacaan Pertama – Wahyu 22:1-7
Yohanes menggambarkan kota Allah dengan gambaran kisah penciptaan dunia: air, pohon kehidupan, dan Tuhan yang memancarkan cahaya. Berkat karya Sang Anak Domba dunia tercipta baru menjadi tempat kediaman Allah di tengah-tengah manusia.

“Malam takkan ada lagi, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka.”

Pembacaan dari dari Kitab Wahyu:
Aku, Yohanes, mendapat penglihatan sebagai berikut: Malaikat Tuhan menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan. Airnya jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba. Di tengah-tengah jalan kota itu yaitu seberang-menyeberang sungai itu ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali. Dedaunan pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa. Maka takkan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya. Mereka akan melihat wajah-Nya dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka. Malam takkan ada lagi di sana, dan mereka takkan memerlukan lagi cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.

Lalu Ia berkata kepadaku, “Semua perkataan ini tepat dan benar. Tuhan Allahlah yang memberi roh kepada para nabi dan telah mengutus malaikat-Nya untuk menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Sungguh Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan nubuat kitab ini!”

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 95:1-7

Ref: Maranatha! Datanglah, ya Tuhan Yesus!

Mazmur:
 Marilah kita bernyanyi-nyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi Gunung Batu keselamatan kita.
Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,
bersorak-sorai bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.

 Sebab Tuhan adalah Allah yang besar,
Raja agung yang mengatasi segala dewata.
Lembah dan palung bumi ada di tangan-Nya,
puncak-puncak gunung pun kepunyaan-Nya.
Milik-Nyalah laut, Dia yang menjadikannya,
milik-Nyalah daratan, tangan-Nyalah yang membentuknya.

 Masuklah, mari kita sujud menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita.
Sebab Dialah Allah kita;
kita ini umat gembalaan-Nya serta kawanan domba-Nya,

BAIT PENGANTAR INJIL Luk 21:36

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Berjaga-jaga dan berdoalah selalu,
agar kalian layak berdiri di hadapan Anak Manusia.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Lukas 21:34-36
Sabda Yesus tentang akhir zaman berupa ajakan untuk tetap waspada, agar tetap teguh di hadapan Putra Manusia. Dan agar menyadari bahwa Tuhan ada di tengah-tengah kita.

“Berjaga-jagalah, agar kalian terluput dari malapetaka yang akan terjadi.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Pada waktu itu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Jagalah dirimu, jangan sampai hatimu sarat dengan pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi, dan jangan sampai hari Tuhan tiba-tiba datang jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa, sambil berdoa, agar kalian mendapat kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan agar kalian tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa kami di surga,
semoga kami bersedia hidup di hadapan-Mu
serta mematuhi kehendak-Mu berkat Yesus Kristus
yang telah mendahului kami menghadap Engkau
dan kini menjadi perantara kami.

Antifon Komuni – Wahyu 21:20b

 Maranatha! Datanglah, ya Tuhan Yesus.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa kami di surga,
kami bersyukur atas segala karya-Mu bagi kami,
atas sabda penyelamatan dan perdamaian
melalui Yesus Mesias, saksi-Mu
baik dalam suka maupun duka.
Sebab Dialah Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami.


Renungan Hari ini: BEKAL HIDUP (Renungan SABTU BIASA XXXIV, 26 November 2016 Oleh Fr. Thery Cholma)

About gema

Check Also

Ekaristi Kamis, 13 Desember 2018: PW Santa Lusia (perawan dan martir)

Santa yang dikagumi ini hidup di Syracuse, Sisilia. Ia dilahirkan pada akhir abad ketiga. Orangtuanya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *