Home / Berita / SABTU PEKAN BIASA XXII, 5 SEPTEMBER 2015

SABTU PEKAN BIASA XXII, 5 SEPTEMBER 2015

Antifon Pembukaan – Mazmur 54:3-4

 Allah, selamatkanlah daku demi nama-Mu,
tolonglah aku dengan kuasa-Mu.
Dengarkanlah, ya Allah, permohonanku,
perhatikanlah kata-kata mulutku.

Pengantar

Saudara-saudari yang terkasih!
Membedakan baik dan jahat tidak mudah. Mengakui kesalahan lebih sulit lagi. Memberi kesempatan orang yang bersalah untuk membaharui diri jauh lebih sulit lagi. Dan inilah yang khas bagi Tuhan. Ia selalu berdamai lagi dengan kita asal kita mau sungguh-sungguh bertobat. Bukanlah keadaan tidak berdosa membuat kita kudus di hadapan-Nya, melainkan tobat yang tuluslah yang merupakan tanda bahwa Dia telah menguduskan kita di dunia ini.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa maharahim,
perkenankanlah kami mengimani
warta gembira Putra-Mu.
Ajarilah kami selalu berpegang teguh pada pengharapan
yang telah Kautumbuhkan di dalam hati kami.
Demi Yesus Kristus Putra-Mu …..

Bacaan Pertama – Kolose 1:21-23
Bertobat dan kembali bersahabat dengan Tuhan tidaklah mudah. Biasanya kita merasa, bahwa harus melangkah lebih dulu. Padahal sebenarnya kebalikannya. Bukan kita yang memulai, melainkan Tuhanlah yang mendahului menghendaki berdamai dengan kita. Meski berkali-kali kita bersalah, namun Tuhan mau memulai baru lagi. Kita hanya harus percaya.

“Allah telah mendamaikan kalian, agar kalian ditempatkan di hadapan-Nya dalam keadaan kudus dan tak bercela.”

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Kolose:

Saudara-saudara, kalian dahulu hidup jauh dari Allah, dan memusuhi Dia dalam hati serta pikiran seperti terbukti dalam perbuatanmu yang jahat. Oleh wafat Kristus sekarang kalian didamaikan Allah dalam tubuh jasmani Kristus agar kalian ditempatkan di hadapan-Nya dalam keadaan kudus, tak bercela dan tak bercacat. Sebab itu kalian harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak goncang. Janganlah kalian mau dijauhkan dari pengharapan Injil yang telah kalian dengar dan telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit; dan aku, Paulus, telah menjadi pelayannya.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 54:3-4.6.8

Ref: Allahlah penolongku.

Mazmur
 Ya Allah, selamatkanlah aku karena nama-Mu,
berilah keadilan kepadaku karena keperkasaan-Mu!
Ya Allah, dengarkanlah doaku,
berilah telinga kepada ucapan mulutku!

 Sesungguhnya, Allah adalah penolongku;
Tuhanlah yang menopang aku.
Dengan rela hati aku akan mempersembahkan kurban kepada-Mu.
aku akan bersyukur sebab baiklah nama-Mu, ya Tuhan.

BAIT PENGANTAR INJIL Yoh 14:6

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Akulah jalan, kebenaran dan sumber kehidupan, sabda Tuhan;
hanya melalui Aku orang sampai kepada Bapa.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Lukas 6:1-5
Hukum dan peraturan itu penting. Tetapi janganlah untuk menindas manusia, dan merintangi pergaulan manusia dengan Tuhan sendiri. Maka hukum dan peraturan hendaknya dianggap sebagai sarana untuk memperoleh semangat Injil.

“Mengapa kalian melakukan sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari sabat?”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Pada suatu hari Sabat Yesus dan murid-murid-Nya berjalan di ladang gandum. Para murid memetik bulir-bulir gandum, menggisarnya dengan tangan, lalu memakannya. Tetapi beberapa orang Farisi berkata, “Mengapa kalian melakukan sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari sabat?”

Maka Yesus menjawab, “Tidakkah kalian baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan para pengikutnya lapar? Ia masuk ke dalam rumah Allah dan mengambil roti sajian. Roti itu dimakannya dan diberikannya kepada para pengikut-Nya. Padahal roti itu tidak boleh dimakan, kecuali oleh para imam.”

Dan Yesus berkata lagi, “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persiapan

Allah Bapa, sumber pengharapan kami,
berkenanlah memberkati pertemuan kami ini,
di mana kami mempersembahkan roti anggur.
Kuduskanlah kiranya hidup kami
menjadi tanda harapan bagi semua orang.
Demi Kristus, ….

Antifon Komuni – Mazmur 54:8

 Allahlah penolongku.
Tuhanlah penopang hidupku.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa, sumber kehidupan,
kami bersyukur karena telah menerima santapan suci
sebagai lambang kehidupan dan pengharapan.
Semoga hati kami dapat menikmati
kehadiran-Mu dalam diri kami
dan berilah kami kebebasan,
sebab Engkaulah sumbernya.
Demi Kristus, ….

About

Check Also

Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-53 (2 Juni 2019)

Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-53 (2 Juni 2019) “Kita …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *