Home / Berita / Ekaristi Senin , 1 Oktober 2018: SANTA Teresia dari Kanak-kanak Yesus (Perawan dan pelindung misi, 1873-1897)

Ekaristi Senin , 1 Oktober 2018: SANTA Teresia dari Kanak-kanak Yesus (Perawan dan pelindung misi, 1873-1897)

Theresia Martin dilahirkan di kota Alençon, Perancis, pada tanggal 2 Januari 1873. Ayahnya bernama Louis Martin dan ibunya Zelie Guerin. Pasangan tersebut dikarunia sembilan orang anak, tetapi hanya lima yang bertahan hidup hinga dewasa. Kelima bersaudara itu semuanya puteri dan semuanya menjadi biarawati!

Ketika Theresia masih kanak-kanak, ibunya terserang penyakit kanker. Pada masa itu, mereka belum memiliki obat-obatan dan perawatan khusus seperti sekarang. Para dokter mengusahakan yang terbaik untuk menyembuhkannya, tetapi penyakit Nyonya Martin bertambah parah. Ia meninggal dunia ketika Theresia baru berusia empat tahun.

Sepeninggal isterinya, ayah Theresia memutuskan untuk pindah ke kota Lisieux, di mana kerabat mereka tinggal.  Di dekat sana ada sebuah biara Karmel di mana para suster berdoa secara khusus untuk kepentingan seluruh dunia. Ketika Theresia berumur sepuluh tahun, seorang kakaknya, Pauline, masuk biara Karmel di Lisieux. Hal itu amat berat bagi Theresia. Pauline telah menjadi “ibunya yang kedua”, merawatnya dan mengajarinya, serta melakukan semua hal seperti yang dilakukan ibumu untuk kamu. Theresia sangat kehilangan Pauline hingga ia sakit parah. Meskipun sudah satu bulan Theresia sakit, tak satu pun dokter yang dapat menemukan penyakitnya. Ayah Theresia dan keempat saudarinya berdoa memohon bantuan Tuhan. Hingga, suatu hari patung Bunda Maria di kamar Theresia tersenyum padanya dan ia sembuh sama sekali dari penyakitnya!

Suatu ketika, Theresia mendengar berita tentang seorang penjahat yang telah melakukan tiga kali pembunuhan dan sama sekali tidak merasa menyesal. Theresia mulai berdoa dan melakukan silih bagi penjahat itu (seperti menghindari hal-hal yang ia sukai dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang kurang ia sukai). Ia memohon pada Tuhan untuk mengubah hati penjahat itu. Sesaat sebelum kematiannya, penjahat itu meminta salib dan mencium Tubuh Yesus yang tergantung di kayu salib. Theresia sangat bahagia!  Ia tahu bahwa penjahat itu telah menyesali dosanya di hadapan Tuhan.

Theresia sangat mencintai Yesus. Ia ingin mempersembahkan seluruh hidupnya bagi-Nya. Ia ingin masuk biara Karmel agar ia dapat menghabiskan seluruh harinya dengan bekerja dan berdoa bagi orang-orang yang belum mengenal dan mengasihi Tuhan. Tetapi masalahnya, ia terlalu muda. Jadi, ia berdoa dan menunggu dan menunggu dan berdoa. Hingga akhirnya, ketika umurnya lima belas tahun, atas ijin khusus dari Paus, ia diijinkan masuk biara Karmelit di Liseux.

Apa yang dilakukan Theresia di biara? Tidak ada yang istimewa. Tetapi, ia mempunyai suatu rahasia: CINTA. Suatu ketika Theresia mengatakan, “Tuhan tidak menginginkan kita untuk melakukan ini atau pun itu, Ia ingin kita mencintai-Nya.” Jadi, Theresia berusaha untuk selalu mencintai. Ia berusaha untuk senantiasa lemah lembut dan sabar, walaupun itu bukan hal yang selalu mudah. Para suster biasa mencuci baju-baju mereka dengan tangan. Seorang suster tanpa sengaja selalu mencipratkan air kotor ke wajah Theresia. Tetapi Theresia tidak pernah menegur atau pun marah kepadanya. Theresia juga menawarkan diri untuk melayani suster tua yang selalu bersungut-sungut dan banyak kali mengeluh karena sakitnya. Theresia berusaha melayani dia seolah-olah ia melayani Yesus. Ia percaya bahwa jika kita mengasihi sesama, kita juga mengasihi Yesus. Mencintai adalah pekerjaan yang membuat Theresia sangat bahagia.

Hanya sembilan tahun lamanya Theresia menjadi biarawati. Ia terserang penyakit tuberculosis (TBC) yang membuatnya sangat menderita. Kala itu belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit TBC. Dokter hanya bisa sedikit menolong. Ketika ajal menjelang, Theresia memandang salib dan berbisik, “O, aku cinta pada-Nya, Tuhanku, aku cinta pada-Mu!” Pada tanggal 30 September 1897, Theresia meninggal dunia ketika usianya masih duapuluh empat tahun. Sebelum wafat, Theresia berjanji untuk tidak menyerah pada rahasianya. Ia berjanji untuk tetap mencintai dan menolong sesama dari surga. Sebelum meninggal Thresesia mengatakan, “Dari surga aku akan berbuat kebaikan bagi dunia.” Dan ia menepati janjinya! Semua orang dari seluruh dunia yang memohon bantuan St. Theresia untuk mendoakan mereka kepada Tuhan telah memperoleh jawaban atas doa-doa mereka.

——————-

(Pembukaan Bulan Rosario)

Antiofon Pembukaan

Tuhan membimbing dan mengajar Teresia, menjaganya laksana biji mata.
Tuhan membentangkan sayap sebagai rajawali dan membawanya serta dengan aman sentosa.
Hanya Tuhanlah pemimpinnya.

Kata Pengantar

Seorang seniman biasanya baru tenar namanya kalau sudah meninggal. Ketika Teresia meninggal pada usia muda, tida orang di luar tembok biara, bahkan suster-suster sebiara pun, yang tahu, apa yang terjadi di dalam hati ‘Suster Senyum’ itu. Penerbitan buku hariannya baru membuka mata oran isinya perjalanan berat jiwanya melalui terowongan gelap keraguan dan ketidakpastian; laporan mengenai pendakian yang menjemukan melalui lorong kecil cobaan sehari-hari menuju cahaya iman yang paripurna. Wasiatnya: apa pun yang terjadi, percayakan dirimu kepada Tuhan, seperti seorang kanak-kanak kepada ibunya.

Kemuliaan

Doa Pembukaan

Marilah berdoa:
Allah Bapa kami, Raja mahamulia, Engkau membuka kerajaan-Mu bagi orang kecil dan rendah hati. Semoga kami dengan mantab dan tabah menempuh jalan kecil Santa Teresia, supaya kemuliaan-Mu Kaunyatakan kepada kami.
Demi Yesus Kristus, …

Bacaan I – Ayub 1:6-22
Cerita kuno tentang Ayub menggambarkan orang jujur yang mengalami cobaan Tuhan, kehilangan segala miliknya, bahkan masih sakit pula, tetapi dapat berpasrah dan memulihkan kehormatannya. Ayub itu teladan orang yang patuh setia dan bahagia karena diberkati Tuhan.

Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan.

Pembacaan dari Kitab Ayub:
Pada suatu hari anak-anak Allah datang menghadap Tuhan, dan di antara mereka datanglah juga Iblis. Maka bertanyalah Tuhan kepada Iblis, “Dari manakah engkau?” Jawab Iblis, “Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi.”

Lalu bersabdalah Tuhan, “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, begitu saleh dan jujur, takwa dan menjauhi kejahatan.”

Lalu jawab Iblis, “Bukanlah Ayub mendapat keuntungan karena takwanya? Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala miliknya? Apa saja yang dikerjakannya telah Kauberkati, dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu. Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuk Engkau di hadapan-Mu.”

Maka Tuhan bersabda kepada Iblis, “Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya.” Kemudian pergilah Iblis dari hadapan Tuhan.

Pada suatu hari, ketika anak-anak Ayub laki-laki dan perempuan makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung, datanglah seorang pesuruh kepada Ayub dan berkata, “Sedang lembu sapi membajak dan keledai-keledai betina makan rumput di sebelahnya, datanglah orang-orang Syeba menyerang dan merampasnya, serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada Tuan.”

Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata, “Api telah menyambar dari langit, dan membakar serta memakan habis kambing domba dan para penjaga. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada Tuan.”

Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain lagi dan berkata, “Orang-orang Kasdim membentuk tiga pasukan, lalu menyerbu unta-unta dan merampasnya serta memukul para penjaga dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada Tuan.”

Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain lagi dan berkata, “Anak-anak Tuan lelaki dan perempuan sedang makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung; maka tiba-tiba angin ribut bertiup dari seberang padang gurun; rumah itu dilandanya dari empat penjuru, dan roboh menimpa orang-orang muda itu, sehingga mereka tewas. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada Tuan.” Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya. Kemudian sujudlah ia dan menyembah, katanya, “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang pula aku akan kembali ke dalamnya. Tuhanlah yang memberi, Tuhanlah yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa, dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 17:1-3.6-7

Ref: Condongkanlah telinga-Mu kepadaku, dan dengarkanlah kataku.

Mazmur:
 Dengarkanlah, Tuhan, pengaduan yang jujur,
perhatikanlah seruanku;
berilah telinga kepada doaku,
doa dari bibir yang tidak menipu.

 Dari pada-Mulah kiranya datang penghakiman:
kiranya mata-Mu melihat apa yang benar.
Bila Engkau menguji hatiku;
bila Engkau memeriksanya pada waktu malam,
dan menyelidiki aku,
maka tidak suatu kejahatan pun Kautemukan;
mulutku tidak terlanjur.

 Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah;
sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku.
Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib,
ya Engkau yang menyelamatkan orang-orang
yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.

BAIT PENGANTAR INJIL Mrk 10:45

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Anak Manusia datang untuk melayani
dan menyerahkan nyawa-Nya
sebagai tebusan bagi semua orang.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Lukas 9:46-50
Para rasul merasa akan diserahi pemerintahan Kerajaan Allah. Maka nereka berebut tempat yang paling tinggi dan mohon diberi wewenang mengusir setan atas nama-Nya. Tetapi Yesus menegur mereka. Bukan yang menyatakan dirinya sebagai utusan, melainkan yang bekerja atas tama-Nya itulah yang akan mengabdi di dalam kerajaan-Nya.

Yang terkecil di antara kalian, dialah yang terbesar.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Sekali peristiwa timbullah pertengkaran di antara para murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka. Karena itu Ia mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di samping-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka, “Barangsiapa menerima anak ini demi nama-Ku, dia menerima Aku. Dan barangsiapa menerima Aku, menerima Dia yang mengutus Aku. Sebab yang terkecil di antara kalian, dialah yang terbesar.”

Pada kesempatan lain Yohanes berkata, “Guru, kami melihat seseorang mengusir setan demi nama-Mu, dan kami telah mencegahnya, karena ia bukan pengikut kita.” Tetapi Yesus menjawab, “Jangan kalian cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kalian, dia memihak kalian.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Bacaan Injil –Mateus 18:1-4
Sederhana dan belaskasih adalah ciri kerajaan Allah. Kalau tidak dapat menjadi seperti kecil, takkan dapat menangkap misteri kerajaan Allah.

“Jika kamu tidak berobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:
Sekali peristiwa datanglah murid-murid Yesus dan bertanya, ” “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?”Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.”

Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus

Doa Umat

Tuhan Yesus bersabda: “Pergilah ke seluruh dunia, jadikanlah semua bangsa murid-Ku.” Meski Santa Teresia tidak pernah melawat ke tanah misi, namun ia tetap melaksanakan perintah Tuhan itu dengan doanya. Maka marilah kita meneladan dia dan memohon kepada Bapa:

Bagi para misionaris di seluruh dunia:
Semoga para imam mereka teguh dan hati merek tabah, dan semoga pewartaan mereka mendekatkan manusia pada Kristus.

Bagi mereka yang dihambat dan dianiaya karena iman:
Semoga kebebasan beragama terjamin di mana-mana, dan semoga umat Katolik menjadi garam di tengah masyarakat berkat cinta kasih dan pengabdiannya.

Bagi para pengungsi akibat perang dan bencana alam: semoga mereka menerima segala bantuan yang diperlukan dan akhirnya dapat pulang ke rumah dengan selamat.

Bagi kita di sini:
semoga semangat merasul tetap menyala di dalam hati kami dan semoga kami berani memberi kesaksian iman.

Allah Bapa yang mahamulia, dengarkanlah doa-doa kami. Semoga karena kesaksian umat beriman karya penyelamatan-Mu semakin meluas ke seluruh dunia dan semua orang tertarik kepada-Mu.
Demi Kristus, …

Doa Persembahan

Allah Bapa yang mahaagung,
kami meluhurkan Dikau karena Santa Teresia, yang menyenangkan hati-Mu seumur hidup. Maka kami mohon dengan rendah hati, semoga kebaktian kami ini Kauterima juga dengan rela hati. Demi Kristus,..

Antifon Komuni

Kalau kalian tidak bertobat, dan menjadi seperti anak kecil, kalian takkan masuk ke dalam kerajaan surga.

Doa Penutup

Marilah berdoa:
Allah Bapa maha pengasih,
cinta kasih-Mu mendorong Santa Teresia untuk menyatukan diri dengan Diaku dan memohonkan kasih saying-Mu bagi semua orang. Semoga api cinta kasih-Mu itu menyalakan hati kami juga berkat santapan suci yang kami sambut ini.
Demi Kristus, …

About gema

Check Also

Ekaristi RABU BIASA XXIX, 24 Oktober 2018

Antifon Pembukaan – Yesaya 12:4  Bersyukurlah kepada Tuhan, panggillah nama-Nya, beritahukanlah karya-Nya di antara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *