Home / Berita / Ekaristi Kamis, 4 Oktober 2018: Santo Fransiskus dari Assisi (1182-1226) PW

Ekaristi Kamis, 4 Oktober 2018: Santo Fransiskus dari Assisi (1182-1226) PW

Antifon Pembukaan

Santo Fransiskus, utusan Allah, meninggalkan rumah ayahnya,
melepaskan harta warisannya dan menjadi miskin dan hina dina. Tetapi Tuhan mempermuliakannya.

Kata Pengantar

Kita memerlukan pembersihan lingkungan agar dapat menghargai lagi ciptaan dan alam raya. Baru kalau kita sudah tenggelam dalam kemewahan, kita dapat menyadari kekayaan perkara-perkara kecil sehari-hari. Fransiskus, anak seorang usahawan kaya di Assisi, merasa cukup puas dengan kekayaan teladan dan cara hidup Yesus, sehingga dapat mengarungi sebaga raja ciptaan, yang bersatu dengan alam dan Tuhan. Banyak yang mengikuti dia kembali kea lam bebas, kembali kepada Tuhan.

Doa Pembukaan

Marilah berdoa:
Allah Bapa, Pembela kaum fakir miskin,
Santo Fransiskus menjadi miskin dan hina dina seperti Kristus sendiri.
Semoga kami mengikuti langkahnya dan dengan gembira mengabdi Putera-Mu, supaya kami tetap bersatu dengan Dikau dan bersukaria dalam cinta kasih-Mu.
Dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
Amin.

Bacaan I – Ayub 19:21-27
Ayub seakan-akan menantang Tuhan sendiri. Namun, ia mengakui bahwa Tuhan hidup dan masih akan memberikan keputusan karena la mahaadil. Tetapi Ayub ingin berdoa kepada Tuhan dan menjelaskan keadaannya.

Aku tahu bahwa penebusku hidup.

Pembacaan dari Kitab Ayub:
Ayub berkata, “Kasihanilah aku, kasihanilah aku, hai sahabat-sahabatku, karena tangan Allah telah menimpa aku. Mengapa kalian mengejar aku, seakan-akan Allah, dan tidak kenyang-kenyang makan dagingku? Ah, sekiranya perkataanku ditulis dan dicatat dalam kitab; sekiranya perkataanku dipahat dengan besi pengukir dan timah pada gunung batu untuk selama-lamanya!

Tetapi aku tahu bahwa penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa daging pun aku akan melihat Allah. Aku sendiri akan melihat Dia memihak kepadaku; mataku sendiri yang akan menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu.”

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 27:7-9c.13-14

Ref: Aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan
di negeri orang-orang yang hidup.

Mazmur:
 Dengarlah, ya Tuhan, seruan yang kusampaikan,
kasihanilah aku dan jawablah aku!
Wajah-Mu kucari, ya Tuhan.
seturut firman-Mu, “Carilah wajah-Ku!”

 Janganlah menyembunyikan wajah-Mu dari padaku,
janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka.
Engkaulah pertolonganku, ya Allah penyelamatku,
janganlah membuang aku, dan janganlah meninggalkan daku.

 Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan
di negeri orang-orang yang hidup!
Nantikanlah Tuhan!
Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu!
Ya, nantikanlah Tuhan!

BAIT PENGANTAR INJIL Mrk 1:15

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Kerajaan Allah sudah dekat.
Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Lukas 10:1-12
Sabda yang ditunjukkan kepada dua belas orang murid, menurut Lukas disampaikan kepada tujuh puluh dua orang murid. Doa dan nasihat ini tertuju kepada para rasul segala zaman. Yang ditaburkan oleh Kristus, harus dipanen dengan cekatan, sebab Yesus akan segera datang lagi memberikan pengadilan. Barangsiapa menerima Dia, akan hidup damai, tetapi yang menolak Dia, akan terkutuk. Yang serba duniawi tidak masuk hitungan.

Semoga damaimu menyertai dia.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Pada waktu itu Tuhan menunjuk tujuh puluh dua murid. Ia mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Berkatalah Ia kepada mereka, “Tuaian banyak, tetapi pekerjanya sedikit! Sebab itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, agar ia mengirimkan pekerja-pekerja ke tuaian itu. Pergilah! Camkanlah, Aku mengutus kalian seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Kalau memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu, ‘Damai sejahtera bagi rumah ini.’ Dan jika di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal padanya. Tetapi jika tidak, maka salammu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.

Janganlah berpindah-pindah rumah. Jika kalian masuk ke dalam sebuah kota dan diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ. Dan katakanlah kepada mereka, ‘Kerajaan Allah sudah dekat padamu.’

Tetapi jika kalian masuk ke dalam sebuah kota dan tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah, ‘Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu. Tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat.’

Aku berkata kepadamu, pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya daripada kota itu.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa yang maharahim,
Santo Fransiskus dengan penuh semangat menyatukan diri dengan Kristus di salib.
Semoga berkat persembahan ini kami pun sanggup menghayati penderitaan dan kebangkitan Kristus, Putera-Mu, …

Antifon Komuni

Berbahagialah yang hidup miskin terdorong oleh Roh Kudus, sebab bagi merekalah kerajaan Allah.

Doa Penutup

Marilah berdoa
Allah Bapa, sumber cinta kasih,
semoga berkat santapan suci yang kami sambut kami mengikuti cinta kasih Santo Fransiskus dan semangat kerasulannya.
Perkenankanlah kami menikmati kasih saying-Mu dan menyerbarluaskannya untuk keselamatan sesama.
Demi Kristus, …

RENUNGAN

TUJUAN HIDUP

Apa tujuan hidup kita? Tujuan hidup kita ialah mengikuti Tuhan untuk melakukan kasih kepada sesama. Melakukan kasih kepada sesama merupakan suatu tindakan yang tidak mudah untuk dilakukan. Misalnya, kita sangat sulit untuk mengampuni orang yang menyakiti kita. Kita sangat sulit untuk menerima dengan sabar orang yang menyusahkan kita. Kita juga tidak mau untuk mengunjungi orang yang dipenjara. Untuk menjadi seorang Kristen seseorang harus mau menyangkal dirinya, demi memberikan tempat yang utama kepada Tuhan. Caranya ialah mau berbuat kasih kepada sesama.

Menjadi pengikut Kristus tidaklah mudah. Mengapa? Kerena mengikuti Yesus banyak tuntutannya. Injil hari ini menegaskan kepada kita bahwa orang yang dipanggil Yesus untuk mengikutinya ternyata gagal mengikuti Yesus. Ungkapan “ izinkanlah aku pergi dahulu, menguburkan bapaku” mau menunjukkan keterikatan seseorang pada hal lahiriah. Seseorang baru mau mengikuti Yesus sesudah pekerjaan pokoknya selesai.

Harapan Yesus ialah agar setiap orang mau mengikutinya. Tidak terikat pada hal-hal lahiriah. Pengikut Yesus harus berani melepaskan ikatan duniawi seperti yang diperbuat Yesus sendiri. Mari belajar dari St Fransiskus Asisi yang kita peringati hari ini. St Fransiskus adalah anak seorang saudagar kaya di Asisi. Ia puas dengan kekayaan teladan dan cara hidup Yesus, ia ingin menjadi miskin dan hina dina seperti Kristus. karena kepuasan teladan dan car hidup Yesus, ia rela meninggalkan rumah ayahnya, melepaskan harta warisannya dan menjadi miskin dan hina.

Apakah kita mau meninggalkan keterikatan kita pada hal lahiriah dan mau mengikuti Yesus?(Fr Anselmus Tampubolon – praUnio Padang)

About gema

Check Also

Ekaristi RABU BIASA XXIX, 24 Oktober 2018

Antifon Pembukaan – Yesaya 12:4  Bersyukurlah kepada Tuhan, panggillah nama-Nya, beritahukanlah karya-Nya di antara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *