Home / Berita / SELASA, 15 September 2015 Peringatan Wajib BUNDA MARIA BERDUKA CITA

SELASA, 15 September 2015 Peringatan Wajib BUNDA MARIA BERDUKA CITA

Antifon Pembukaan

Simeon berkata kepada Maria, “Anak ini menentukan jatuh bangkitnya banyak orang di Israel.
Ia menjadi tanda yang menimbulkan pertentangan. Dan hatimu sendiri akan ditembus oleh pedang.”

Kata Pengantar

Menjadi Bunda Penebus adalah suatu kehormatan, suatu anugerah. Tetapi bagi Bunda Maria bukan tanpa duka cita. Ia sudah mendengar hal itu ketika bertemu dengan Simeon di kenisah. Kemudian ia tahu iri hati dan kebencian kaum Farisi dan ahli kitab terhadap puteranya. Ia mendengar pula berita sewaktu Puteranya ditahan dan sikap orang Yahudi pada hari Jumat Agung. Ia menyaksikan juga perjalan Puteranya ke puncak Kalvari dan penderitaan-Nya di salib. Tak dapat dilukiskan apa yang terjadi di dalam hati seorang ibu dalam suasana demikian. Namun ia tetap pada tugasnya di bawah salib.

Doa pembukaan

Marilah berdoa:
Allah Bapa, sumber kekuatan kami, ketika Putera-Mu ditinggikan di salib, Ibunda-Nya berdiri di situ dan ikut menderita. Semoga kami pun ikut serta dalam sengsara yang diderita Kristus demi keselamatan umat manusia, agar kami dapat ikut serta pula dibangkitkan bersama Dia, yang hidup …

Bacaan Pertama –Ibrani 5:7-9
Sebagai Allah dan manusia tentunya Kritus amat peka perasaan-Nya bagaimana komunikasi antara Allah dan manusia telah terputus. Ketaatan-Nya yang sempurna membuka jalan pepulih dan keselamatan.

“Yesus pokok keselamatan abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya”

Pembacaan dari Surat kepada Orang Ibrani
Saudara-saudara, dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.
Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya.

Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah

Antarbacaan

Kita memuji Allah kar’na besar cinta-Nya

Mazmur 33:1-2.4-5.18-19

  • Bersorak-sorailah dalam Tuhan, hai orang-orang benar! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang jujur. Bersyukurlah kepada Tuhan dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali.
  • Sebab firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. Ia senang pada keadilan dan hokum; bumi penuh dengan kasih setia-Nya.
  • Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang bertakwa, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya: Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut, dan memelihara mereka pada masa kelaparan.

Bait Penyantar Injil

Alleluya, alleluia
Berbahagialah engkau, Sang Perawan Maria, sebab di bawah salib Tuhan engkau menjadi martir tanpa menumpahkan darahmu

Bacaan Injil— Yohanes 19:25-27
Pada saat-saat terakhir hidup-Nya di dunia, Yess masih mau menghibur Ibunda-Nya dengan menyerahkan kepada murid-Nya terkasih, dan menghibur pula umat manusia dengan penyerahan Ibunda-Nya itu sebagai Bunda umat manusia.

“Inilah anakmu… Inilah ibumu”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes
Waktu Yesus bergantung di salib, di dekat salib itu berdirilah ibu Yesus dan dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.
Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!”
Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya

Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa yang mahamurah, Engkau menghendaki Ibunda Yesus dengan tabah berdiri di kaki salib serta menunjukkan dia sebagai Bunda Kami. Maka terimalah kiranya dengan rela doa dan persembahan yang kami unjukkan ini demi kemuliaan nama-Mu dan untuk menghormati Bunda kami tercinta itu. Demi Kristus, …

Antifon Komuni

Bergembiralah saudara-saudara, bila menderita bersama Kristus, supaya dapat ikut bergembira dan bersuka ria, bila kemuliaan-Nya kelak dinyatakan.

Doa Penutup

Marilah berdoa:
Allah Bapa, sumber penebusan kami,
pada hari ini kami telah menerima kurnia pembawa keselamatan kekal, dalam merenungkan dan menghormati duka cita Santa Perawan Maria, Bunda Kami. Semoga apa yang masih kurang pada penderitaan Kristus dapat dilengkapi pula dalam diri kami guna kepentingan seluruh umat-Mu.
Demi Kristus, …

About

Check Also

Ekaristi KAMIS BIASA IX, 7 Juni 2018

Antifon Pembukaan – Mazmur 25:4bc  Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan, tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku. Pengantar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *