Home / Liturgi / Ekaristi SELASA BIASA XXVIII, 16 Oktober 2018

Ekaristi SELASA BIASA XXVIII, 16 Oktober 2018

Antifon Pembukaan – Mazmur 119:41

 Kiranya kasih setia-Mu mendatangi aku, ya Tuhan,
keselamatan karya-Mu itu sesuai dengan janji-Mu.

Pengantar

 Apakah yang tersembunyi di balik tata lahiriah kota-kota? Apakah yang terjadi di balik pintu rumah-rumah kita? Orang yang sempat melihatnya akan terkejut. Orang mau menyembunyikan begitu banyak agar tampak lebih indah dari yang sebenarnya. Kita memerlukan orang-orang yang hidup penuh keyakinan. Orang-orang beriman yang mengungkapkan imannya dalam cinta kasih. Orang-orang yang dijiwai oleh Roh Kristus.

Doa Pembukaan

 Marilah bedoa:
Allah Bapa kami, sumber iman kepercayaan,
limpahilah kiranya kami iman akan Yesus Putra-Mu,
dan semoga tingkah laku kami memancarkan cinta kasih
yang membawa kehidupan kepada manusia dan para bangsa.
Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

Bacaan Pertama – Galatia 4:31b-5:6
Prihatin itu tiada gunanya tanpa Roh. Yang paling inti adalah iman yang terungkap dalam cinta kasih. Tetapi iman itu tak dapat diperoleh karya kita. Sebaliknya, karya kita harus berasal dari iman, berdasarkan iman.

“Sunat tidak berarti sama sekali;
yang berarti hanyalah iman yang bekerja melalui cinta kasih.”

Pembacaan dari Surat Ratul Paulus kepada Jemaat di Galatia:
Saudara-saudara, kita bukanlah anak dari wanita hamba, melainkan dari wanita yang merdeka. Sebab Kristus telah memerdekakan kita, supaya kita benar-benar merdeka. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau tunduk lagi di bawah kuk perhambaan. Sesungguhnya aku, Paulus, berkata kepadamu, ‘Jika kalian menyunatkan diri, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu. Sekali lagi kukatakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat. Kalian lepas dari Kristus, jika kalian mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kalian hidup di luar kasih karunia! Sebab oleh Roh dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan. Sebab bagi orang yang ada dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat sama sekali tidak mempunyai arti. Yang berarti hanyalah iman yang bekerja oleh kasih.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 119:41.42.43.44.45.47.48

Ref: Semoga kasih setia-Mu mendatangi aku, ya Tuhan.

Mazmur:
 Kiranya kasih setia-Mu mendatangi aku, ya Tuhan,
keselamatan dari pada-Mu itu sesuai dengan janji-Mu,

 Janganlah sekali-kali mencabut firman kebenaran dari mulutku,
sebab aku berharap kepada hukum-hukum-Mu.

 Aku hendak berpegang pada Taurat-Mu senantiasa,
untuk seterusnya dan selamanya.

 Aku hendak hidup dalam kelegaan,
sebab aku mencari titah-titah-Mu.

 Aku hendak bergembira dalam perintah-perintah-Mu
yang kucintai itu.

 Aku menaikkan tanganku
kepada perintah-perintah-Mu yang kucintai,
dan aku hendak merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.

BAIT PENGANTAR INJIL Ibr 4:12

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Sabda Allah itu hidup dan penuh daya,
menguji segala pikiran dan maksud hati.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Lukas 11:37-41
Menepati hukum secara lahiriah itu tidak berdaya apa-apa. Yesus menunjukkan pentingnya, segalanya itu harus keluar dari hati dan batin.

“Berikanlah sedekah dan semuanya menjadi bersih.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Pada suatu ketika, selesai mengajar, Yesus diundang seorang Farisi untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Yesus ke rumah itu, lalu duduk makan. Tetapi orang Farisi itu heran melihat Yesus tidak mencuci tangan sebelum makan. Lalu Tuhan berkata kepadanya, “Hai orang-orang Farisi, kalian membersihkan cawan dan pinggan bagian luar, tetapi bagian dalam dirimu penuh rampasan dan kejahatan. Hai orang-orang bodoh, bukankah Yang menjadikan bagian luar, Dialah juga yang menjadikan bagian dalam? Maka berikanlah isinya sebagai sedekah, dan semuanya akan menjadi bersih bagimu.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa kami di surga,
semoga roti anggur ini menyebabkan kami
dapat menerima Roh yang sama,
yang mempersatukan semua orang
menjadi satu umat.
Demi Kristus, ….

Antifon Komuni – Yohanes 14:5

 Barangsiapa menaruh cinta kasih kepada-Ku,
tentu mematuhi sabda-Ku, dan akan disayangi Bapa-Ku
dan akan Kami datangi.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa kami yang mahaagung,
kami bersyukur atas hukum-Mu, atas kebijaksanaan-Mu,
yang Kausampaikan kepada kami melalui Yesus Putra-Mu.
Kami mohon, semoga kami dibersihkan oleh sabda-Mu
dan menjadi lebih terbuka terhadap sesama.
Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

About gema

Check Also

Ekaristi KAMIS PEKAN PASKAH IV, 16 Mei 2019

Antifon Pembukaan – Mazmur 68:8.9.20  Ya Allah, ketika Engkau tampil di depan umat-Mu, melangkah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *