Home / Berita / SELASA PEKAN BIASA XVII, 28 JULI 2017

SELASA PEKAN BIASA XVII, 28 JULI 2017

Antifon Pembukaan – Mazmur 103:8.10

 Tuhan itu pengasih dan penyayang,
panjang kesabaran-Nya dan berlimpah kasih setia-Nya.
Tak pernah melakukan kita setimpal dosa kita,
atau membalas kita setimpal kesalahan kita.

Pengantar

Musa mampu menyangga tanggung jawabnya terhadap umat berkat hubungan akrabnya dengan Tuhan. Empat puluh hari ia menyepi untuk berbicara dengan Tuhan. Di situlah ia mendengar, siapakah Tuhan itu, dan memohon agar umat diselamatkan.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa maharahim,
Engkau tidak kelihatan tetapi selalu hadir
di tengah-tengah kami,
bila kami berkumpul atas nama-Mu.
Kami mohon, semoga kami tetap rukun
dan menjadi umat-Mu yang suka akan kedamaian.
Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

Bacaan I – Keluaran 33:7-11a; 34:5b-9.28
Sesudah pengkhianatan umat, Musa menyepi di luar perkemahan umum. Di situlah Tuhan berwawansabda dengan manusia. Tuhan memperlihatkan betapa agung belas kasih-Nya dan betapa penuh kasih setia-Nya. Adapun Musa mohon agar umat dikasihani.

“Tuhan bersabda kepada Musa dengan berhadapan muka”.

Pembacaan dari Kitab Keluaran:

Waktu Israel ada di padang gurun Musa mengambil sebuah kemah dan membentangkannya jauh di luar perkemahan. Kemah itu diberi nama Kemah Pertemuan. Setiap orang yang mencari Tuhan, pergi ke Kemah Pertemuan itu di luar perkemahan.

Apabila Musa pergi ke kemah itu, bangunlah seluruh bangsa dan berdirilah mereka, masing-masing di pintu kemahnya, dan mereka mengikuti Musa dengan matanya, sampai ia masuk ke dalam kemah itu. Apabila Musa masuk ke dalam kemah itu, maka turunlah tiang awan dan berhenti di pintu kemah lalu berbicaralah Tuhan dengan Musa di sana. Setelah seluruh bangsa melihat, bahwa tiang awan berhenti di pintu kemah, maka mereka bangun dan sujud menyembah, masing-masing di pintu kemahnya. Dan Tuhan berbicara dengan Musa dengan berhadapan muka seperti orang yang berbicara dengan temannya. Kemudian kembalilah Musa ke perkemahan. Tetapi Yosua bin Nun, hambanya, orang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu.

Pada suatu hari, pagi-pagi benar, Musa naik ke Gunung Sinai. Ia menyerukan nama Tuhan. Tuhan lewat di depan Musa sambil berseru, “Tuhan adalah Allah yang penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya; rahmat dan kesetiaan-Nya berlimpah-limpah. Ia meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, Ia mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa. Tetapi orang yang bersalah tidak sekali-kali Ia bebaskan dari hukuman. Dan kesalahan bapa akan dibalaskan-Nya kepada anak-anak dan cucunya, sampai keturunan yang ketiga dan keempat.”

Segeralah Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah serta berkata, “Jikalau aku mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami. Sekalipun bangsa ini suatu bangsa yang berkeras kepala, tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami. Ambillah kami menjadi milik-Mu.”

Musa berada di sana bersama-sama Tuhan empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tanpa makan roti dan tanpa minum air. Dan seluruh perjanjian, yakni kesepuluh sabda, dituliskannya pada loh batu.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 103:6-7.8-9.10-11.12-13

Ref. Tuhan itu pengasih dan penyayang.

Mazmur:
 Tuhan menjalankan keadilan dan hukum
bagi semua orang yang diperas.
Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa,
dan memaklumkan perbuatan-perbuatan-Nya kepada orang Israel.

 Tuhan adalah pengasih dan penyayang,
panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
Tidak terus-menerus Ia murka,
dan tidak untuk selamanya Ia mendendam.

 Tidak pernah Ia memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita,
atau membalas kita setimpal dengan kesalahan kita.
Setinggi langit dari bumi,
demikianlah besarnya kasih setia Tuhan,
atas orang-orang yang takut akan Dia!

 Sejauh timur dari barat,
demikianlah pelanggaran-pelanggaran kita dibuang-Nya.
Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya,
demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takwa.

BAIT PENGANTAR INJIL

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Benih melambangkan sabda Allah, penaburnya ialah Kristus.
Semua orang yang menemukan Kristus,
akan hidup selama-lamanya.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Matius 13:36-43
Perumpamaan rumput di antara gandum maksudnya pesan mengenai kesabaran hati, terutama bagi mereka yang merasa heran mengapa Tuhan tidak segera bertindak, tetapi selalu sabar terhadap orang jahat. Jangan sampai kita tergesa-gesa menilai orang lain dan lebih baik menggunakan kesempatan untuk bertobat sendiri.

“Seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Pada suatu hari Yesus meninggalkan orang banyak, lalu pulang. Para murid kemudian datang dan berkata kepada-Nya, “Jelaskanlah kepada kami arti perumpamaan tentang lalang di ladang itu.”

Yesus menjawab, “Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia. Ladang itu ialah dunia. Benih yang baik adalah anak-anak Kerajaan dan lalang adalah anak-anak si jahat. Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman, dan para penuai itu malaikat.

Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.
Anak Manusia akan mengutus malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertak gigi. Pada waktu itulah orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan!”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persiapan

Allah Bapa sumber kedamaian,
semoga tertanam dalam-dalam di hati kami,
bahwa menurut sabda-Mu, siapa kehilangan nyawa,
akan menemukan kebahagian dan kedamaian sejati.
Demi Kristus ….

Antifon Komuni – Keluaran 34:6

Tuhan adalah Allah penyayang dan pengasih,
panjang kesabarannya dan berlimpah kasih setia-Nya.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa hakim maha adil,
hanya Engkaulah yang mengadili
tentang kebaikan dan kejahatan,
bila sudah tiba waktunya.
Kami mohon agar Kaulimpahi Roh-Mu,
supaya kebaikan dapat berkembang dengan suburnya,
sedangkan kejahatan dan dosa tersingkir musnah.
Demi Kristus….

About

Check Also

Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-53 (2 Juni 2019)

Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-53 (2 Juni 2019) “Kita …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *