Home / Berita / Selasa Pekan Biasa XXVIII, 13 Oktober 2015

Selasa Pekan Biasa XXVIII, 13 Oktober 2015

Antifon Pembukaan – Mazmur 19:2-3

 Langit mewartakan kemuliaan Allah,
dan cakrawala memasyhurkan karya tangan-Nya.
Hari yang satu mengisahkan kepada hari yang lain,
dan malam yang satu menyampaikannya kepada malam berikutnya.

Pengantar

Orang yang sungguh tahu tentang misteri penciptaan, menyadari keterbatasan pengetahuannya. Peran dunia nyata yang menarik ialah bahwa ia mengacu kepada yang lain. Orang pun karena kata dan karyanya hendaknya mengacu kepada Yang Lain. Tidak hanya kepada Pencipta alam semesta, tetapi melalui dan dengan perantaraan Kristus mengarah kepada Bapa di surga.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa kami yang mahaagung,
perkenankanlah kami memasuki misteri-Mu
dan ajarilah kami beriman.
Semoga kami Kaulimpahi Roh Putra-Mu,
agar mencari dan menemukan Engkau dalam kebenaran
dan mengabdi Engkau dengan taat setia.
Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

Bacaan Pertama – Roma 1:16-25
Paulus menjelaskan di sini, bahwa Allah telah menyatakan diri-Nya melalui makhluk. Dewasa ini keindahan makhluk semakin tampak dan menunjukkan Penciptanya. Ahli-ahli teknologi sejati mengakui, bahwa pengetahuan mereka serba terbatas dan mudah menerima adanya daya gaib yang meresap di mana-mana.

“Sekalipun mereka mengenal Allah,
namun mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah.”

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:
Saudara-saudara, aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil itu kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalam Injil kebenaran Allah menjadi nyata, dan kebenaran itu bertolak dari iman dan menuju kepada iman, seperti ada tertulis, “Orang benar akan hidup oleh imannya.”

Sebab murka Allah nyata dari surga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah telah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuasaan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran tentang karya-Nya sejak dunia dijadikan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau pun mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia, dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi nyatanya mereka telah menjadi bodoh. Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang baka dengan gambatan yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat, atau binatang-binatang yang menjalar.

Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada nafsu kecemaran mereka, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta, dan memuja serta menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya. Amin.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 19:2-5

Ref: Langit mewartakan kemuliaan Allah.

Mazmur
 Langit menceritakan kemuliaan Allah,
dan cakrawala memberitakan karya tangan-Nya;
hari yang satu mengisahkannya kepada hari yang lain,
dan malam yang satu menyampaikan pengetahuannya
kepada malam berikut.

 Meskipun tidak berbicara,
dan tidak memperdengarkan suara,
namun di seluruh bumi bergaunglah gemanya,
dan amanat mereka sampai ke ujung bumi.

BAIT PENGANTAR INJIL Ibr 4:12

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Sabda Allah itu hidup dan penuh daya,
menguji segala pikiran dan maksud hati.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Lukas 11:37-41
Menepati hukum secara lahiriah itu tidak berdaya apa-apa. Yesus menunjukkan pentingnya, segalanya itu harus keluar dari hati dan batin.

“Berikanlah sedekah dan semuanya menjadi bersih.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Pada suatu ketika, selesai mengajar, Yesus diundang seorang Farisi untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Yesus ke rumah itu, lalu duduk makan. Tetapi orang Farisi itu heran melihat Yesus tidak mencuci tangan sebelum makan. Lalu Tuhan berkata kepadanya, “Hai orang-orang Farisi, kalian membersihkan cawan dan pinggan bagian luar, tetapi bagian dalam dirimu penuh rampasan dan kejahatan. Hai orang-orang bodoh, bukankah Yang menjadikan bagian luar, Dialah juga yang menjadikan bagian dalam? Maka berikanlah isinya sebagai sedekah, dan semuanya akan menjadi bersih bagimu.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa kami di surga,
kami mohon, penuhilah kami dengan Roh-Mu,
agar dapat saling melayani dan menjadi rezeki bagi sesama.
Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

Antifon Komuni – Mazmur 19:4-5

 Meskipun tidak berbicara dan tidak memperdengarkan suara,
namun di seluruh bumi bergaunglah gemanya,
dan amanat mereka sampai ke ujung bumi.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa kami yang maharahim,
semoga kami dapat bertobat
dan semoga Kaubersihkan hati dan budi kami,
agar sanggup menerima kebenaran,
tanda kehidupan, yang telah Kauanugerahkan dalam diri Yesus,
yang mempererat hubungan kami dengan Dikau.
Sebab Dialah Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami.

About

Check Also

Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-53 (2 Juni 2019)

Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-53 (2 Juni 2019) “Kita …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *