Home / Liturgi / Selasa Pekan Paskah VII, 19 Mei 2015

Selasa Pekan Paskah VII, 19 Mei 2015

Antifon Pembukaan – Wahyu 1:17-8

* Akulah awal dan akhir.
Aku mati, namun kini hidup. Sungguh, Aku hidup selama-lamanya. Aleluya.

Pengantar

Dalam kata perpisahan-Nya, Yesus mengajak kita untuk menekuni tugas perutusan kita dengan setia. Kita hendaknya menampakkan kemuliaan Allah dan Yesus di dunia. Bagaimana Rasul Paulus melaksanakan tugas itu dengan cemerlang, akan kita dengar dalam bacaan pertama. Marilah kita mohon kepada Roh Kudus agar memperoleh daya kekuatan untuk memberi kesaksian tentang Injil sampai akhir hidup.

Doa Pembukaan

Marilah berdoa:
Allah Bapa mahakuasa dan maharahim,
semoga Roh Kudus turun atas kami
dan tinggal dalam diri kami,
sehingga kami menjadi kenisah kemuliaan-Nya.
Demi Yesus Kristus Putra-Mu,…..

Bacaan I – Kisah Para Rasul 20:17-27

Wasiat Paulus berupa ajakan kepada siapa pun yang diserahi tanggung jawab di dalam Gereja, pun kepada umat jangan sampai mencari diri sendiri, melaikan Kristus pada sesamanya. Paulus selalu prihatin mengenai warta gembira yang bagaikan api memakan dia: Paulus menjadi cinta kasih bagi apa dan siapa saja.

Bacaan dari Kisah Para Rasul (20:17-27)

Aku dapat mencapai garis akhir, dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus.”

Dalam perjalanannya ke Yerusalem Paulus menyuruh seorang dari Miletus ke Efesus dengan pesan supaya para penatua jemaat datang ke Miletus. Sesudah mereka datang, berkatalah Paulus kepada mereka, “Kamu tahu, bagaimana aku hidup di antara kamu sejak hari pertama aku tiba di Asia ini: dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan. Dalam perjaalanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku. Sungguh pun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumahmu. Aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus. Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem, dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ selain apa yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku. Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah. Sekarang aku tahu, bahwa kamu tidak akan melihat mukaku lagi, kamu sekalian yang telah kukunjungi untuk memberitakan Kerajaan Allah. Sebab itu pada hari ini aku bersaksi kepadamu, bahwa aku bersih; aku tidak bersalah terhadap siapa pun yang akan binasa. Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 68:10-11.20-21

Ref. Hai kerajaan-kerajaan di dunia, bernyanyilah bagi Allah.

Ayat. (Mzm 68:10-11.20-21)
1. Hujan yang melimpah Engkau siramkan, ya Allah; tanah milik-Mu yang gersang Kaupulihkan, sehingga kawanan hewan-Mu menetap di sana; dalam kebaikan-Mu Engkau memenuhi kebutuhan orang yang tertindas.
2. Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung beban kita; Allah adalah keselamatan kita. Allah kita adalah Allah yang menyelamatkan, Allah, Tuhanku, memberi keluputan dari maut.

Bait Pengantar Injil

Ref. Alleluya

Aku akan minta kepada Bapa,
dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya. Alleluya.  (Yoh 14:16)

Bacaan Injil – Yohanes 17:1-11a

Yesus sudah menyelesaikan tugas-Nya. Hidup dan wafat-Nya dipersembahkan demi keluhuran Allah dan keselamatan manusia. Maka, doa-Nya merupakan wasiat rohani. Ia mengajak kita patuh setia akan panggilan kita: mendatangkan Allah di dunia. Allah itulah awal dan akhir hidup kita. Itulah yang paling penting mengenai wasiat-Nya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (17:1-11a)

Bapa, permuliakanlah Anak-Mu.”

Dalam perjamuan malam terakhir Yesus menengadah ke langit dan berdoa, “Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau. Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Anak-Mu akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya. Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk Kulakukan. Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada. Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku, dan mereka telah menuruti firman-Mu. Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka, dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu, dan segala milik-Mu adalah milik-Ku, dan milik-Ku adalah milik-Mu, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka. Aku tidak lagi ada dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Doa Persiapan

Allah Bapa mahamulia,
terimalah doa dan persembahan kami.
Semoga berkat misteri suci yang kami rayakan ini
kami akhirnya beralih kepada kemuliaan di surga.
Demi Kristus,……

Antifon Komuni – Yohanes 14:26

* Roh Kudus yang akan diutus Bapa demi nama-Ku,
akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu
dan mengingatkan segala yang telah Kunyatakan kepadamu.
Aleluya.

Doa sesudah komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa mahamulia,
Putra-Mu meminta kami merayakan ibadat ini
untuk mengenangkan Dia.
Kami telah ikut serta dalam kurban-Nya dan mohon dengan rendah hati,
semoga Engkau mengobarkan
cinta kasih kami kepada-Mu.
Demi Kristus, …..

***

About

Check Also

MINGGU PASKAH VII, 2 Juni 2019: Hari Komunikasi sosial Sedunia ke-53

Setiap tahun, Gereja Katolik semesta merayakan Hari Komunikasi Sosial. Hari ini adalah hari komunikasi sedunia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *