Home / Liturgi / SENIN BIASA XXII, 4 September 2017

SENIN BIASA XXII, 4 September 2017

Antifon Pembukaan – Lukas 4:18

 Roh Tuhan menyertai aku.
Aku diutus-Nya untuk mewartakan kabar gembira
kepada kaum fakir miskin

Pengantar

Bila ada seorang dari keluarga meninggal dunia, orang lalu memikirkan sikap imannya tentang hidup sesudah kematian dan tentang kebangkitan. Paulus terutama memperhatikan bagaimana kita dapat saling menghibur. Tanpa campur tangan Roh kiranya sulit. Orang-orang sekampung Yesus mengalami hal yang sama. Bila kita ingin memahami Kitab Suci, maka perlulah kita mohon bimbingan Roh Allah.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa kami, sumber kehidupan,
Engkaulah Allah orang-orang hidup,
yang membangkitkan Yesus, hamba-Mu dari alam maut.
Kami mohon iman bahwa segalanya dapat berubah.
Berilah kiranya kami harapan baru
dan bimbinglah kami agar dapat bersatu
dengan Yesus Putra-Mu terkasih
dan dengan semua saja yang mencari Engkau.
Demi Yesus Kristus ….

Bacaan I – I Tesalonika 4:12-17
Paulus membicarakan soal kebangkitan badan bilamana Kristus datang lagi. Pada waktu itu oleh umum dianggap waktunya sudah dekat. Namun, bagi kita pembicaraan itu tetap bernilai, sebab mengajak kita untuk dengan sabar dan setia menantikan kedatangan Kristus yang kedua kalinya.

Mereka yang telah meninggal dalam Yesus
akan dikumpulkan oleh Allah bersama dengan Yesus.

Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika:
Saudara-saudara, kami ingin agar kalian mengetahui tentang orang-orang yang sudah meninggal dunia, supaya kalian jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. Karena kalau kita percaya bahwa Yesus telah wafat dan bangkit, maka kita percaya juga bahwa semua orang yang telah meninggal dunia dalam Yesus akan dikumpulkan oleh Allah bersama dengan Yesus.

Hal ini kami katakan kepadamu seturut sabda Allah ini. Kita yang hidup dan masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali takkan mendahului mereka yang sudah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberikan, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, Tuhan sendiri akan turun dari surga. Dan mereka yang telah meninggal dalam Kristus Yesus akan lebih dahulu bangkit. Sesudah itu kita yang hidup dan masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Kristus di angkasa.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 96:1.3.4-5.11-12.13

Ref: Tuhan akan datang menghakimi dunia dengan adil.

Mazmur
 Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan,
menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi!
Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa,
kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku.

 Sebab mahabesarlah Tuhan, dan sangat terpuji,
Ia lebih dahsyat daripada segala dewata.
Sebab segala allah para bangsa adalah hampa,
tetapi Tuhan, Dialah yang menjadikan langit.

 Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorai,
biar gemuruhlah laut serta segala isinya;
biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atasnya
dan segala pohon di hutan bersorak-sorai.

 Biarlah mereka bersukacita di hadapan Tuhan, sebab Ia datang,
sebab Ia datang untuk menghakimi bumi.
Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan,
dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.

BAIT PENGANTAR INJIL Luk 4:18

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Roh Tuhan menyertai aku;
Aku diutus Tuhan mewartakan kabar baik
kepada orang-orang miskin.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Lukas 4:16-30
Di sinagoga Nazaret Yesus menjelaskan nubuat Nabi Yesaya yang kini sudah terlaksana: Roh Tuhan menaungi Dia. Dialah yang terurapi, Sang Mesias, yang diutus mewartakan kabar gembira. Di Nazaret orang tidak mendengarkan-Nya, tetapi di kalangan orang bukan Yahudi malahan diterima. Perutusan-Nya diperuntukkan semua orang.

Aku diutus menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin.
Tiada nabi yang dihargai di tempat asalnya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Sekali peristiwa datanglah Yesus di Nazaret, tempat Ia dibesarkan. Seperti biasa, pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat. Yesus berdiri hendak membacakan Kitab Suci. Maka diberikan kepada-Nya Kitab Nabi Yesaya.

Yesus membuka kitab itu dan menemukan ayat-ayat berikut, “Roh Tuhan ada pada-Ku. Sebab Aku diurapi-Nya untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin. Dan Aku diutus-Nya memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, penglihatan kepada orang-orang buta, serta membebaskan orang-orang yang tertindas; Aku diutus-Nya memberitakan bahwa tahun rahmat Tuhan telah datang.” Kemudian Yesus menutup kitab itu dan mengembalikannya kepada pejabat; lalu Ia duduk, dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.

Kemudian Yesus mulai mengajar mereka, kata-Nya, “Pada hari ini genaplah ayat-ayat Kitab Suci itu pada saat kalian mendengarnya.” Semua orang membenarkan Yesus. Mereka heran akan kata-kata indah yang diucapkan-Nya. Lalu mereka berkata, “Bukankah Dia anak Yusuf?” Yesus berkata, “Tentu kalian akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku, ‘Hai Tabib sembuhkanlah dirimu sendiri. Perbuatlah di sini, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar telah terjadi di Kapernaum!”

Yesus berkata lagi, “Aku berkata kepadamu: Sungguh, tiada nabi yang dihargai di tempat asalnya. Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar, ‘Pada zaman Elia terdapat banyak wanita janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang wanita janda di Sarfat, di tanah Sidon. Dan pada zaman Nabi Elisa banyak orang kusta di Israel tetapi tiada seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain Naaman, orang Siria itu.”

Mendengar itu sangat marahlah semua orang di rumah ibadat itu. Mereka bangkit lalu menghalau Yesus ke luar kota, dan membawa Dia ke tebing gunung tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Tetapi Yesus berjalan lewat tengah-tengah mereka, lalu pergi.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa mahakudus,
dalam roti anggur ini
berkenanlah memberikan tanda kehadiran-Mu
di tengah-tengah umat-Mu.
Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

Antifon Komuni – I Tesalonika 4:14

 Kalau kita percaya bahwa Yesus telah wafat dan bangkit,
maka kita percaya juga bahwa semua orang
yang meninggal dalam iman akan Yesus,
akan dihimpun Allah bersama dengan Yesus.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa mahasetia,
kami bersyukur
karena Putra-Mu telah Kauutus mendatangi kami
sebagai lambang perjanjian-Mu.
Kami mohon, semoga Engkau tetap bersabda kepada kami
melalui sabda dan karya-Nya,
dan semoga Engkau selalu mendampingi kami
di mana pun kami berada.
Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.

About

Check Also

Ekaristi Kamis, 13 Desember 2018: PW Santa Lusia (perawan dan martir)

Santa yang dikagumi ini hidup di Syracuse, Sisilia. Ia dilahirkan pada akhir abad ketiga. Orangtuanya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *