Home / Liturgi / Ekaristi SENIN BIASA XXIII, 10 September 2018

Ekaristi SENIN BIASA XXIII, 10 September 2018

Antifon Pembukaan – I Korintus 5:7

 Buanglah ragi yang lama, ragi keburukan dan kejahatan,
dan jadilah adonan baru.

Pengantar

Orang harus bertanggung jawab atas dirinya sendiri, tetapi juga terhadap sesama. Bila di dalam masyarakat terjadi suatu kejahatan, maka hal itu merupakan tanggung jawab bersama. Paulus menjelaskan ini dengan gambaran ragi, yang dapat mengubah seluruh adonan. Maka jangan sampai ragi kejahatan merusak segalanya, tetapi jadikanlah Kristus ragi yang baru. Kristus sendiri menerjang peraturan dan hukum. Lebih baik menyelamatkan orang daripada membinasakannya karena dikehendaki hukum.

Doa Pembukaan

 Marilah bedoa:
Allah Bapa, sumber kedamaian,
berkenanlah menunjukkan jalan,
tuntunlah kami dengan tangan-Mu,
berikanlah sabda-Mu sebagai pedoman,
sebab kami berniat mencari kedamaian-Mu.
Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

Bacaan Pertama – I Korintus 5:1-8
Pandangan yang melanggar kesusialaan tentu saja tidak sesuai dengan hidup sebagai pengikut Kristus. Umat harus menjaga jangan sampai ada orang berpandangan demikian itu masuk ke dalam Gereja dan mendapat tempat. Itu berarti menjaga agar ragi iman jangan sampai dicampuri perkara-perkara yang berbahaya.

“Buanglah ragi yang lama; sebab Kristus, Anak Domba Paskah kita, telah disembelih.”

Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:
Saudara-saudara, ada berita bahwa di antara kalian terdapat percabulan; bahkan percabulan yang begitu rupa yang di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah pun tidak terdapat; yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan isteri ayahnya. Sekalipun demikian, kalian malahan menyombongkan diri. Tidakkah lebih patut kalian berdukacita dan menyingkirkan orang yang berbuat demikian dari tengah-tengah kalian?

Sekalipun aku tidak hadir secara badani, namun secara rohani aku hadir, dan aku menjatuhkan hukuman atas orang yang berbuat demikian, seakan-akan aku hadir di tengah kalian. Jadi bila kita, kalian bersama dengan aku, berkumpul dalam Roh dengan kuasa Yesus, Tuhan kita, orang itu harus kita serahkan kepada Iblis dalam nama Tuhan Yesus, sehingga tubuhnya binasa, tetapi rohnya diselamatkan pada hari Tuhan.

Maka tidak baiklah kalian menyombongkan diri. Tidak tahukah kalian, bahwa ragi yang sedikit saja dapat meresapi seluruh adonan? Maka buanglah ragi yang lama, supaya kalian menjadi adonan yang baru, sebab kalian memang tidak beragi. Sebab Kristus, Anak Domba Paskah kita sudah disembelih. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, melainkan dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 5:5-7.12

Ref: Tuhan, bimbinglah aku dalam keadilan-Mu.

Mazmur:
 Engkau bukanlah Allah yang berkenan akan kefasikan;
orang jahat takkan menumpang pada-Mu.
Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu;
Engkau benci terhadap semua orang yang melakukan kejahatan.

 Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong,
Tuhan jijik melihat penumpah darah dan penipu.

 Tetapi semua orang yang berlindung pada-Mu akan bersukacita,
mereka akan bersorak-sorai selama-lamanya,
karena Engkau menaungi mereka;
karena Engkau,
akan bersukaria orang-orang yang mengasihi nama-Mu.

BAIT PENGANTAR INJIL Yoh 10:27

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan.
Aku mengenal mereka, dan mereka mengenal Aku.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Lukas 6:6-11
Hukum itu untuk keselamatan manusia. Barangsiapa mau menerapkan hukum, harus juga mengingat hal itu dan jangan sampai lalu melindungi hukum. Tentu saja menjelaskan hukum tak boleh juga semaunya saja. Tetapi bila kita berusaha memandang manusianya, maka hidup kita sesuai Injil.

“Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Pada suatu hari Sabat Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, agar mereka mendapat alasan untuk menyalahkan Dia. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka. Ia berkata kepada orang yang mati tangan kanannya, “Bangunlah dan berdirilah di tengah!” Maka bangunlah orang itu dan berdiri di tengah.

Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Aku bertanya kepada kalian: Manakah yang diperbolehkan pada hari sabat, berbuat baik atau berbuat jahat? Menyelamatkan orang atau membinasakannya?”

Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu, “Ulurkanlah tanganmu!” Orang itu mengulurkan tangannya dan sembuhlah ia.

Mak meluaplah amarah ahli-ahli Taurat dan orang Farisi. Lalu mereka berunding. Apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa kami yang mahakuasa dan kekal,
bangunkanlah kiranya kami,
agar hidup kami senantiasa dijiwai
Roh Yesus Putra-Mu terkasih,
Tuhan dan pengantara kami.

Antifon Komuni – I Korintus 5:7

 Buanglah ragi yang lama, supaya kalian menjadi adonan segar,
karena kalian memang tidak beragi.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa kami sumber kebijaksannan,
kami mengucap syukur atas kekuatan dan kebijaksanaan,
yang telah Kauanugerahkan kepada kami
melalui Yesus Putra-Mu terkasih.
Semoga semangat-Nya selalu mendorong dan menuntun kami
dalam perjalanan hidup kami.
Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami



About gema

Check Also

Ekaristi Kamis, 20 SEPTEMBER 2018: St. Andreas Kim Taegon & St. Paulus Chong Hasang

St. Andreas Kim Taegon adalah seorang imam dan St. Paulus Chong Hasang adalah seorang awam. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *