Home / Liturgi / Ekaristi SENIN BIASA XXVII, 8 Oktober 2018

Ekaristi SENIN BIASA XXVII, 8 Oktober 2018

Antifon Pembukaan – Lukas 10:36.37

 ‘Siapakah sesama orang yang jatuh ke tangan penyamun?’
‘Orang yang telah menunjukkan belas kasih kepadanya.’
‘Pergilah, dan lakukanlah demikian.’

Pengantar

Hanya ada satu Injil, yaitu Injil Yesus Kristus. Pertanyaan-pertanyaan pelit dapat mengaburkan maknanya. Kita mestinya langsung menolong orang yang memerlukannya, bukan dengan memperdebatkan ‘Siapa sesamaku?’ Lebih baik bertanya, apa yang dapat kita lakukan untuk menjadi sesama manusia yang baik.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa kami maha pengasih,
kebaikan-Mu selalu menghidupi dan menyemangati kami.
Janganlah kiranya kami sampai berhutang kepada sesama
selain cinta dan belas kasih yang tulus ikhlas.
Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

Bacaan Pertama – Galatia 1:6-12
Ada desas-desus bahwasanya umat di Galatia diselewengkan dari Injil asli yang diajarkan Paulus. Maka Paulus menjelaskan, bahwa ajarannya berasal dari Kristus dan Allah sendiri. Mereka yang mengacaukan umat dipersalahkan, karena terlalu mencari kepentingan sendiri hingga me-ngalahkan Injil asli.

“Aku menerima Injil bukan dari manusia,
dan bukan pula manusia yang mengajarkannya kepadaku;
aku menerimanya oleh pernyataan Yesus Kristus.”

Pembacaan dari Surat Ratul Paulus kepada Jemaat di Galatia:
Saudara-saudara, aku heran, bahwa kalian begitu cepat berbalik dari Allah, yang telah memanggil kalian oleh kasih karunia Kristus, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil; hanya ada orang-orang yang mengacaukan kalian dan yang bermaksud memutarbalikkan Injil Kristus. Tetapi seandainya kami sendiri ataupun seorang malaikat dari surga mewartakan kepada kalian suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi, “Jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kalian terima, terkutuklah dia.” Jadi bagaimana sekarang? Adakah aku mencari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah aku mencoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencari perkenanan manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebab aku menegaskan kepadamu, Saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. Karena aku menerimanya bukan dari manusia, dan bukan pula manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh pernyataan Yesus Kristus.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 111 :1-2.7-9.10c

Ref: Tuhan selalu ingat akan perjanjian-Nya.
Atau: Alleluya.

Mazmur:
 Aku bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati,
dalam lingkungan orang-orang benar dan di tengah jemaat.
Besarlah perbuatan-perbuatan Tuhan,
layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.

 Perbuatan tangan-Nya ialah kebenaran dan keadilan,
segala titah-Nya teguh;
perintah-Nya lestari untuk selama-lamanya,
dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran.

 Ia memberikan kebebasan kepada umat-Nya,
Ia menetapkan perjanjian untuk selama-lamanya;
kudus dan dahsyatlah nama-Nya!
Dia akan disanjung sepanjang masa.

BAIT PENGANTAR INJIL Yoh 13:34

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Perintah baru Kuberikan kepadamu, sabda Tuhan;
yaitu supaya kamu saling mengasihi,
sama seperti Aku telah mengasihi kamu.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Lukas 10:25-37
Pertanyaan ahli Taurat ini tampaknya baik sekali, ‘Apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup abadi?’ Tetapi Yesus ganti bertanya, yang mencakup pertanyaan pertama dan membenarkannya. Kita menjadi sesama bagi orang lain, bila kita dapat ikut serta merasakan kesulitan dan keprihatinannya dan membantunya.

“Siapakah sesamaku?”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Pada suatu ketika, seorang ahli kitab berdiri hendak mencobai Yesus, “Guru, apakah yang harus kulakukan untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus kepadanya, “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?” Jawab orang itu, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu. Dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Kata Yesus kepadanya, “Benar jawabmu itu. Perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.”

Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata lagi, “Dan siapakah sesamaku manusia?” Jawab Yesus, “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho. Ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi juga memukulnya, dan sesudah itu meninggalkannya setengah mati, Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu. Ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu. Ketika melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.

Lalu datanglah ke tempat itu seorang Samaria yang sedang dalam perjalanan. Ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasih. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya, ‘Rawatlah dia, dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya waktu aku kembali.’

Menurut pendapatmu siapakah di antara ketiga orang ini adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?” Jawab orang itu, “Orang yang telah menunjukkan belas kasih kepadanya.” Yesus berkata kepadanya, “Pergilah, dan lakukanlah demikian!”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa maha pengasih,
berkenanlah menerima ucapan syukur kami,
bahwasanya Yesus Putra-Mu
telah menjadi sesama bagi semua orang
dan mengurbankan hidup-Nya demi kehidupan kami.
Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.

Antifon Komuni – Yohanes 13:34

 Perintah baru Kuberikan kepadamu,
yaitu agar kamu saling mengasihi sebagaimana Aku mengasihi kamu.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa kami, sumber belas dan cinta kasih,
kami bersyukur karena kerahiman-Mu lebih agung
dari kekurangan kami.
Kami mohon, semoga cinta kasih demikian itu,
yang telah Kauwujudkan dalam diri Putra-Mu,
menjiwai hidup kami.
Demi Kristus, ….



About gema

Check Also

Ekaristi Kamis, 13 Desember 2018: PW Santa Lusia (perawan dan martir)

Santa yang dikagumi ini hidup di Syracuse, Sisilia. Ia dilahirkan pada akhir abad ketiga. Orangtuanya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *