Home / Berita / SENIN PEKAN BIASA XVIII, 3 AGUSTUS 2015

SENIN PEKAN BIASA XVIII, 3 AGUSTUS 2015

Antifon Pembukaan – Mazmur 81:17

 Umat-ku akan Kuberi makan sari gandum,
Dan Kupuskan dengan madu kuat.

Pengantar

Musa tidak tahan lagi menanggung beban pemberontakan umat. Dalam kebingungannya ia berpaling kepada Tuhan. Murid-murid Yesus menghadapi orang banyak dan mau menyuruh mereka pergi tanpa makan dan minum. Tepat teguran Yesus yang sekaligus menunjukkan jalan keluarnya: percaya kepada Tuhan.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa Yang Maharahim,
kasihanilah dan dampingilah
kami dengan sabda-Mu, daya Roh-Mu.
Kami mohon, berilah kami rezeki untuk bekal perjalanan,
ialah Yesus pemimpin kami,
yang menjadi perantara kami di hadapan-Mu,
dan kini hidup ….

Bacaan I – Bilangan 11:4b-15
Orang mulai menggerutu lagi terhadap Musa: Mengapa hanya mendapat makan? Mengapa tak pernah makan daging seperti di Mesir dahulu? Musa tak sabar lagi, dan langsung menghadap Tuhan, mohon meletakkan jabatan. Itulah jalannya bila kita sendiri menghadapi kesulitan: menghadap Tuhan.

Aku seorang diri tidak dapat memikul tanggung jawab atas bangsa ini.

Pembacaan dari Kitab Bilangan:
Sekali peristiwa, dalam perjalanannya melintasi gurun pasir, orang-orang Israel berkata, “Siapa yang akan memberi kita makan daging? Kita teringat akan ikan yang kita makan di Mesir tanpa bayar, akan mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih. Tetapi sekarang kita kurus kering, tiada sesuatu pun yang kita lihat, kecuali manna.”

Adapun manna itu seperti ketumbar dan kelihatannya seperti damar bedolah. Orang-orang Israel berlari kian ke mari untuk memungutnya, lalu menggilingnya dengan batu kilangan atau menumbuknya dengan lumpang. Mereka memasaknya dalam periuk dan membuatnya menjadi roti bundar; rasanya seperti rasa penganan yang digoreng. Dan apabila embun turun di tempat perkemahan pada waktu malam, maka turunlah juga manna di situ.

Musa mendengar keluh-kesah bangsa itu, sebab orang-orang dari setiap keluarga menangis di depan pintu kemahnya. Maka bangkitlah murka Tuhan dengan sangat, dan hal itu dinilai jahat oleh Musa. Maka Musa berkata kepada Tuhan, “Mengapa Kauperlakukan hamba-Mu ini dengan buruk, dan mengapa aku tidak mendapat kasih karunia dalam pandangan-Mu? Mengapa Engkau membebankan kepadaku tanggung jawab atas seluruh bangsa ini? Akukah yang mengandung atau melahirkan bangsa ini? Mengapa Engkau berkata kepadaku, ‘Pangkulah dia seperti seorang inang memangku anak yang sedang menyusu? Bimbinglah dia ke tanah yang Kujanjikan dengan sumpah kepada nenek moyangnya!’ Dari manakah aku mengambil daging untuk diberikan kepada seluruh bangsa ini? Sebab mereka menangis kepadaku dan berkata, ‘Berilah kami daging untuk dimakan.’ Aku seorang diri tidak dapat memikul tanggung jawab atas seluruh bangsa ini, sebab terlalu berat bagiku. Jika Engkau berlaku demikian kepadaku, sebaiknya Engkau membunuh aku saja; jika aku mendapat kasih karunia dalam pandangan-Mu janganlah kiranya aku mengalami malapetaka!”

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 81:12-17

Ref. Bersorak-sorailah bagi Allah, kekuatan kita.

Mazmur:
 Umat-Ku tidak mendengarkan suara-Ku,
dan Israel tidak suka kepada-Ku.
Sebab itu Aku membiarkan dia dalam kedegilan hatinya;
biarlah mereka berjalan mengikuti angan-angannya sendiri!

 Sekiranya umat-Ku mendengar Aku;
sekiranya Israel hidup menurut jalan yang Kutunjukkan,
seketika itu juga musuh mereka Aku tundukkan,
dan para lawan mereka Kupukul dengan tangan-Ku.

 Orang-orang yang membenci Tuhan akan tunduk kepada-Nya,
dan itulah nasib mereka untuk selama-lamanya.
Tetapi umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik,
dan dengan madu dari gunung batu
Aku akan mengenyangkannya.

BAIT PENGANTAR INJIL —  Mat 4:4b

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Manusia hidup bukan saja dari makanan,
Melainkan juga dari setiap sabda Allah.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Matius 14:13-21
Para murid bingung menghadapi orang banyak di tempat sunyi tanpa persediaan makanan. Maka mereka minta kepada Yesus, agar orang banyak itu disuruh pergi saja. Tetapi Yesus membangkitkan iman dengan menyuruh para murid mencarikan makanan. Perbanyakan roti menjadi tanda melimpahnya anugerah bagi mereka yang mendambakan Mesias.

“Sambil menengadah ke langit Yesus mengucapkan doa berkat; dibagi-bagi-Nya roti itu, dan diberikannya kepada para murid. Lalu para murid membagi-bagikannya kepada orang banyak.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:
Sekali peristiwa, setelah mendengar berita pembunuhan Yohanes Pembaptis, menyingkirlah Yesus; dengan naik perahu Ia bermaksud mengasingkan diri ke suatu tempat yang sunyi.

Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat, dari kota-kota mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya. Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasih kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.
Menjelang malam para murid Yesus datang kepada-Nya dan berkata, “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya dapat membeli makanan di desa-desa.”

Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Mereka tidak perlu pergi. Kalian saja memberi makan mereka.” Jawab mereka, “Pada kami hanya ada lima buah roti dan dua ekor ikan.” Yesus berkata, “Bawalah ke mari.” Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Setelah setelah itu Ia mengambil kelima buah roti dan kedua ekor ikan. Sambil menengadah ke langit diucapkan-Nya doa berkat, dibagi-bagi-Nya roti itu dan diberikannya kepada para murid. Para murid lalu membagi-bagikannya kepada orang banyak. Mereka semua makan sampai kenyang. Kemudian potongan-potongan roti yang sisa dikumpulkan sampai dua belas bakul penuh. Yang turut makan kira-kira lima ribu orang pria; tidak termasuk wanita dan anak.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persiapan

Allah Bapa kami yang mahamurah hati,
berilah kami roti anggur suci,
berilah kami Yeus Putra-Mu terkasih, yang ….

Antifon Komuni – Mazmur 81:17

 Umat-Ku akan Kuberi makan sari gandum,
dan akan Kukenyangkan dengan madu dari gunung batu.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa mahabaik,
Engkau selalu setia kepada siapa pun
yang Kaupanggil hidup di dunia ini.
Engkau menghendaki semua orang rukun bersatu
serta tetap menikmati kedamian dalam diri Yesus.
Sabda-Mu yang hidup dan menjadi pengantara kami
Sepanjang masa.

About

Check Also

Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-53 (2 Juni 2019)

Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-53 (2 Juni 2019) “Kita …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *