Home / Liturgi / Senin Pekan Paskah VII, 18 Mei 2015

Senin Pekan Paskah VII, 18 Mei 2015

Antifon Pembukaan – Kisah Para Rasul 1:8

* Kamu akan diberi kekuatan yakni Roh Kudus
yang akan datang kepadamu.
Maka, kamu akan menjadi saksiku sampai ke ujung bumi.
Aleluya.

Pengantar

Yesus mempertanyakan kepada para murid dan kita apakah kita benar-benar mengimani Dia sebagai Utusan Bapa. Ada kalanya kita ditertawakan orang karena iman, sehingga ingin rasanya melupakan Yesus. Baik bila pada hari-hari menjelang Pentekosta, kita mohon agar roh Kudus dicurahkan kepada keluarga-keluarga dan masyarakat kita, supaya dengan tabah dan rela mampu memberi kesaksian iman.

Doa Pembukaan

Marilah berdoa:
Allah Bapa mahakudus,
semoga kekuatan Roh-Mu turun,
agar kami mematuhi kehendak-Mu dengan setia
dan mengamalkannya dalam cara hidup kami.
Demi Yesus Kristus Putra-Mu,…..

Bacaan I – Kisah Para Rasul 19:1-8

Yohanes Pembaptis merintis kedatangan Yesus. Pembaptisannya juga merupakan persiapan warta gembira. Di Efesus, Paulus masih bertemu dengan murid-murid Yohanes yang belum mendengar berita tentang Yesus. Mereka itu bersedia mengikuti Kristus dan menerima Roh Kudus. Sebagaimana di Yerusalem, anugerah itu disertai tanda-tanda Pentekosta.

Bacaan dari Kisah Para Rasul (19:1-8)

Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?

Ketika Apolos masih berada di kota Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman Asia, dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid. Katanya kepada mereka, “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?” Akan tetapi mereka menjawab dia, “Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus.” Lalu kata Paulus kepada mereka, “Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?” Jawab mereka, “Dengan baptisan Yohanes.” Kata Paulus, “Baptisan Yohanes adalah baptisan tobat, dan Yohanes sendiri berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian daripadanya, yaitu Yesus.” Ketika mendengar hal itu, mereka memberi diri dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa Roh dan bernubuat. Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang. Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Lewat pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 68:2-3.4-5ac.6-7b

Ref. Hai kerajaan-kerajaan di bumi, bernyanyilah bagi Allah.

1. Allah bangkit, maka terseraklah musuh-musuh-Nya, orang-orang yang membenci Dia melarikan diri dari hadapan-Nya. Seperti asap hilang tertiup, seperti lilin meleleh di depan api, demikianlah orang-orang fasik binasa di hadapan Allah.
2. Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukaria. Bernyanyilah bagi Allah, bermazmurlah bagi nama-Nya! Nama-Nya ialah Tuhan!
3. Bapa bagi anak yatim dan pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus; Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia.

Bait Pengantar Injil

Ref. Alleluya
Kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.  (Kol 3:1)

Bacaan Injil – Yohanes 16:29-33

Bukan keperkasaan tubuh atau kebijaksanaan sabda-Nya yang menyebabkan para murid tertarik kepada pribadi Yesus dan percaya kepada-Nya, melainkan keyakinan bahwa Dia berasal dari Allah Bapa dan menjunjung martabat kita.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (16:29-33)

Kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata bahwa akan tiba saat-Nya bahwa Ia tidak lagi berbicara dengan memakai kiasan. Maka para murid berkata kepada Yesus, “Lihat, sekarang Engkau berkata-kata terus terang dan Engkau tidak memakai kiasan. Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah.” Jawab Yesus kepada mereka, “Percayakah kamu sekarang? Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan, masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Doa Persembahan

Allah Bapa sumber segala rahmat,
semoga kurban Kristus
yang tak bernoda ini
menyucikan kami
dan mendatangkan rahmat
dan daya kekuatan bagi kami.
Demi Kristus,……

Antifon Komuni – Yohanes 14:18; 16:23

* Kamu takkan Kutinggalkan sebagai yatim piatu,
Aku akan kembali dan hatimu akan bersukacita. Aleluya.

Doa sesudah komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa sumber pembaruan hidup,
Engkau telah menyegarkan umat-Mu
dengan sakramen Ekaristi.
Semoga kami dapat beralih dari hidup lama
ke hidup baru.
Demi Kristus, …..

***

About

Check Also

Ekaristi Kamis Putih, 18 April 2019

Menghayati hidup dalam Ekaristi Dalam perayaan hari ulang tahun entah kelahiran, entah perkawinan, entah apa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *