Home / Liturgi / Kamis Pekan Biasa XXVII, 12 Oktober 2017

Kamis Pekan Biasa XXVII, 12 Oktober 2017

Antifon Pembukaan – Lukas 11:9

 Mintalah, maka kamu akan diberi,
carilah, maka kamu akan mendapat,
ketuklah, maka kamu akan dibukakan pintu.

Pengantar

“Mereka tak mau tahu tentang Allah dan hukum-Nya, namun para penjahat itu tetap mujur. Mengapa kita harus memperhatikan Tuhan?” Demikianlah pertanyaan Nabi Maleakhi. Namun, selalu kita diperhatikan Tuhan. Selalu Tuhan mau mendengarkan, asal kita mohon yang layak, yaitu terlaksananya kehendak-Nya.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa yang mahabaik,
Engkaulah sahabat siapa saja yang mencari Engkau.
Semoga permohonan mereka Kaukabulkan,
dan mereka Kaubuat gembira dan tenang.
Perkenankanlah kami sendiri menikmati kebaikan-Mu
melalui Yesus, Saudara kami, yang ….

Bacaan Pertama – Maleakhi 3:13- 4:2a
Lima puluh tahun sesudah kembali dari pembuangan, rasa kecewa masih bertumpuk-tumpuk. Iman dan kesusilaan digerogoti oleh semangat kelesuan. Dalam situasi demikian Nabi Maleakhi berseru, ‘Hari Tuhan akan tiba. Mereka yang jahat akan dihukum, tetapi yang takwa akan memperoleh kebahagiaan.’

“Hari Tuhan akan datang, menyala seperti api.”

Pembacaan dari Nubuat Maleakhi:
Tuhan bersabda kepada orang-orang fasik, “Bicaramu tentang Aku kurang ajar. Meskipun demikian kalian bertanya, ‘Apakah yang kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?’ Kalian berkata, ‘Sia-sialah beribadat kepada Allah! Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap Allah dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan Tuhan semesta alam? Itulah sebabnya kita memuji bahagia orang-orang yang gegabah. Sebab mujurlah orang-orang yang berbuat jahat itu! Mereka mencobai Allah, namun luput juga.’

Sebaliknya orang-orang yang takwa berbicara demikian, ‘Tuhan memperhatikan dan mendengarkan kita; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takwa kepada Tuhan dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya.’ “Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri,” sabda Tuhan semesta alam, “pada hari yang kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia. Maka kalian akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang jahat antara orang yang beribadat kepada Allah dan orang yang tidak beribadat kepada-Nya.

Sesungguhnya hari itu akan datang, menyala seperti api. Maka semua orang gegabah dan orang fasik akan menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang akan datang itu,” sabda Tuhan semesta alam. “Mereka akan habis sampai ke akar dan cabangnya. Tetapi kalian yang takwa, bagi kalian akan terbit surya kebenaran yang sayapnya membawa kesembuhan.”

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 1:1-6

Ref: Berbahagialah orang yang mengandalkan Tuhan.

Mazmur
 Berbahagialah orang
yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik,
yang tidak berdiri di jalan orang berdosa,
dan yang tidak duduk dalam kumpulan kaum pencemooh;
tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan,
dan siang malam merenungkannya.

 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air,
yang menghasilkan buah pada musimnya,
dan daunnya tak pernah layu;
apa saja yang diperbuatnya berhasil.

 Bukan demikianlah orang-orang fasik;
mereka seperti sekam yang ditiup angin.
Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar,
tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

BAIT PENGANTAR INJIL Lh. Kis 16:14b

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Tuhan, bukalah hati kami,
supaya kami memperhatikan sabda Anak-Mu.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Luk 11:5-13
Yesus tak hanya mengajar cara berdoa, melainkan juga menunjukkan kekuatan doa. Kalau seorang sahabat yang diganggu pada malam hari saja masih dapat menjawab: kalau seorang bapak saja tidak mau mengecewakan anaknya, betapa pula Bapamu di surga.

“Mintalah, maka kalian akan diberi.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Pada waktu itu, sesudah mengajar para murid berdoa, Yesus bersabda kepada mereka, “Jika di antara kalian ada yang tengah malam pergi ke rumah seorang sahabat dan berkata kepadanya, ‘Saudara, pinjamilah aku tiga buah roti, sebab seorang sahabatku dalam perjalanan singgah di rumahku, dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya;’ masakah ia yang di dalam rumah itu akan menjawab, ‘Jangan mengganggu aku; pintu sudah tertutup, dan aku serta anak-anakku sudah tidur. Aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepadamu.’

Aku berkata kepadamu: Sekalipun dia tidak mau bangun dan tidak mau memberikan sesuatu meskipun ia itu sahabatnya, namun karena sikap sahabatnya yang tidak malu-malu itu, pasti ia akan bangun dan memberikan apa yang dia perlukan.

Oleh karena itu Aku berkata kepadamu, mintalah, maka kamu akan diberi; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, akan menerima; setiap orang yang mencari, akan mendapat, dan setiap orang yang mengetuk, akan dibukakan pintu. Bapa manakah di antara kalian, yang memberi anaknya sebuah batu, kalau anak itu minta roti? Atau seekor ular, kalau anaknya minta ikan? Atau kalajengking, kalau yang diminta telur? Jika kalian yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anakmu, betapa pula Bapamu yang disurga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada siapa pun yang meminta kepada-Nya.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa kami, sumber kerukunan dan kedamaian,
bila kami mohon rezeki,
Engkau tentu mendengarkan kami.
Semoga kami Kauberi rezeki
yang mendatangkan kedamaian dan kerukunan.
Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

Antifon Komuni – Lukas 11:11

 Setiap orang yang meminta akan menerima
setiap orang yang mencari akan mendapat;
dan setiap orang yang mengetuk akan dibukakan pintu.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa kami di surga, sumber segala rahmat,
kami mohon, berilah kami Roh Kudus,
dan jadikanlah kami serupa dengan Yesus Putra-Mu,
yaitu orang yang baik, yang tahu berterima kasih
atas segala anugerah yang telah diterimanya dari tangan-Mu.
Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

RENUNGAN

ALLAH MAHABAIK

“Kita memohon, maka akan menerima. Kita memberi dan akan memperoleh.”

Saudara-saudari terkasih, hari ini Yesus mengajar kepada murid-murid-Nya bahwa Allah itu adalah Bapa yang baik dan yang mendengar permohonan anak-anak-Nya. Karena Allah memberi dari kebaikan dan Belaskasihan-Nya.

Perumpamaan dalam ayat 5-8 mau mengatakan bahwa dalam konteks kebudayaan zaman Yesus, orang yang dibangunkan itu mungkin akan menggerutu tetapi ia tetap juga akan memberikan roti yang diminta oleh orang lain. Jika seandainya ia menolak maka akan membuat ia menjadi malu karena keramahtamahannya terhadap tamu merupakan suatu kewajiban bagi seluruh desa. Selain itu, perumpamaan itu mengajarkan kepada kita bahwa kita harus mengandalkan Allah dalam hidup kita.

 Allah akan campur tangan dalam hidup dan pekerjaan kita bila kita sungguh-sungguh memohon kepada-Nya dari hati yang paling dalam. Allah tidak ingin umat-Nya hidup dalam keputusasaan dan kefrustasian melainkan hidup dalam kebahagiaan. Allah sungguh memperhatikan kita dari hal-hal yang kecil hingga kepada yang besar. Asal kita mau meminta, mencari dan mengetuk apa yang kita pinta dari pada-Nya.

Maka yang menjadi permenungan dalam hidup kita ialah, kita belajar untuk terbuka kepada sesama dengan mau menolong dan membantu yang membutuhkan bantuan kita. Kita patut bersyukur bahwa apa yang darim semula tidak ada pada kita kini menjadi ada dan bahkan berkelimpahan. Maka kita dituntut untuk mau berbagi kepada sesama. Kita diajari untuk bersikap bijaksana dan meneladani pribadi Yesus yang bersikap murah hati. Dengan begitu apapun yang kita miliki akan ditambah oleh-Nya asal kita berani membuka hati kepada Tuhan dan sesama. Semoga.(By: John Mezer Manullang  – PRAUNIO PADANG)

About

Check Also

Ekaristi KAMIS PEKAN PASKAH IV, 16 Mei 2019

Antifon Pembukaan – Mazmur 68:8.9.20  Ya Allah, ketika Engkau tampil di depan umat-Mu, melangkah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *