Ekaristi Sabtu 8 AGUSTUS 2020: Santo Dominikus Pendiri Ordo Pengkhotbah (imam, 1170-1221)

Dominikus dilahirkan di Castile, Spanyol pada tahun 1170. Ia adalah putera keluarga Guzman. Ibundanya adalah Beata Yoana dari Aza. Ketika Dominikus berusia tujuh tahun, ia mulai bersekolah. Pamannya, seorang imam, membimbingnya dalam pelajaran. Setelah beberapa tahun lamanya belajar, Dominikus menjadi seorang imam juga. Ia hidup dengan tenang dalam doa dan ketaatan bersama para imam lainnya. Tetapi Tuhan mempunyai rencana yang indah bagi Dominikus. Ia dipanggil untuk mendirikan suatu ordo religius yang baru. Ordo tersebut diberi nama Ordo Praedicatorum (OP = Ordo Para Pengkhotbah) atau “Ordo Santo Dominikus”, sesuai namanya.

Para imam Dominikan berkhotbah tentang iman. Mereka berusaha meluruskan kembali ajaran-ajaran sesat yang disebut bidaah. Semuanya itu bermula ketika Dominikus sedang dalam perjalanan melewati Perancis Selatan. Ia melihat bahwa bidaah Albigensia telah amat membahayakan orang banyak. Dominikus merasa berbelas kasihan kepada mereka yang bergabung dengan bidaah sesat tersebut. Ia berusaha menyelamatkan mereka. Para imam Dominikan pada akhirnya berhasil mengalahkan bidaah yang amat berbahaya tersebut dengan doa, teristimewa dengan Doa Rosario. Dominikus juga mendorong umatnya untuk bersikap rendah hati dan melakukan silih. Suatu ketika seseorang bertanya kepada St Dominikus buku apakah yang ia pergunakan untuk mempersiapkan khotbah-khotbahnya yang mengagumkan itu. “Satu-satunya buku yang aku pergunakan adalah buku cinta,” katanya. Ia selalu berdoa agar dirinya dipenuhi cinta kasih kepada sesama. Dominikus mendesak para imam Dominikan untuk membaktikan diri pada pendalaman Kitab Suci dan doa. Tidak seorang pun pernah melakukannya lebih dari St. Dominikus dan para pengkhotbahnya dalam menyebarluaskan devosi Rosario yang indah.

St. Dominikus seorang pengkhotbah ulung, sementara St. Fransiskus dari Assisi seorang imam miskin yang rendah hati. Mereka berdua bersahabat erat. Kedua ordo mereka yaitu Dominikan dan Fransiskan membantu umat Kristiani hidup lebih kudus. Para imam Dominikan mendirikan biara-biara di Paris – Perancis, Madrid – Spanyol, Roma dan Bologna – Italia. Semasa hidupnya Dominikus juga melihat ordo yang didirikannya berkembang hingga ke Polandia, Skandinavia dan Palestina. Para imam Dominikan juga pergi ke Canterbury – London, dan Oxford di Inggris.

St. Dominikus wafat di Bologna pada tanggal 7 Agustus 1221. Sahabat dekatnya, Kardinal Ugolino dari Venisia kelak menjadi Paus Gregorius IX. Ia menyatakan Dominikus sebagai orang kudus pada tahun 1234.

Antifon Pembukaan – Mazmur 131:9

Semoga para imam-Mu berpakaian kesucian,

dan umat-Mu bersorak kegirangan.

Pengantar

Kita mengenal retret umat di mana sejumlah besar umat ikut serta. Sebenarnya ini mula-mula karya khas imam-imam Dominikan. Mereka belajar itu dari pendirinya: Santo Dominikus, seorang Spanyol. Ketika ia bersama uskupnya sedang berkeliling, ia tersentuh oleh pengaruh bidaan Albigentes di Perancis. Segera ia mencari pemecahan. Bersama teman-temannya ia berkeliling ke desa-desa, tinggal beberapa waktu di situ, dan mengajar umat. Hubungan langsung dengan umat itu membangkitkan kembali iman umat. Dominikus puas dengan karyanya itu. Kelompoknya berkembang menjadi sebuah ordo: Ordo para Pengkotbah atau Dominikan.

Doa Pembukaan

Marilah berdoa:
Allah Bapa yang arif dan bijaksana,
Santo Dominikus dengan warta kebenarannya
telah menyelamatkan umat-Mu pada masa yang lalu.
Semoga kini tetap menolong Gereja-Mu dengan jasa
dan doanya serta menjadi pelindung kami yang setia.
Demi Yesus Kristus,…

Bacaan I – Habakuk 1:12-2:4
Pada zaman yang gelap Nabi Habakuk bertanya kepada Tuhan, sebab seakan-akan Tuhan meninggalkan umat-Nya. Tuhan berkenan menjawab dan minta kesabaran serta kepercayaan kepada-Nya. Orang saleh yang selama hidup selalu percaya dan setia akan janjinya, dapat menunjukkan jalan.

“Orang benar akan hidup berkat imannya.”

Pembacaan dari Nubuat Habakuk:
Tuhan, bukankah Engkau Allahku sejak sediakala? Bukankah Engkau Yang Mahakudusku, yang takkan mati? Tuhan, Engkau telah menetapkan bangsa Kasdim sebagai penghukum. Ya Gunung Batu, Engkau telah menunjuk bangsa itu untuk menyiksa kami. Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan. Engkau tidak tahan memandang kelaliman. Bagaimana mungkin Engkau sekarang memandangi orang-orang yang berbuat khianat, dan berdiam diri bila orang-orang fasik menelan orang yang lebih baik?

Engkau menjadikan manusia itu seperti ikan di laut, seperti binatang-binatang melata yang tidak ada tuannya. Mereka semua ditariknya dengan kail, ditangkap dengan pukat dan dikumpulkannya dengan payang. Itulah sebabnya ia bersukaria dan bersorak-sorai. Itulah sebabnya ia mempersembahkan kurban untuk pukatnya dan membakar kurban untuk payangnya. Sebab berkat alat-alat itu pendapatan mereka mewah dan rezeki mereka berlimpah-limpah. Itukah sebabnya maka mereka selalu menghunus pedang dan membunuh bangsa-bangsa tanpa kenal belas kasih!

Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri terus pada menara. Aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan disabdakan Tuhan kepadaku, dan apa jawaban-Nya atas pengaduanku.

Maka Tuhan menjawab aku demikian: Catatlah penglihatan ini, guratlah pada loh batu agar mudah terbaca. Sebab penglihatan ini masih menanti saatnya, namun segera akan terpenuhi dan tidak berdusta. Bila pemenuhannya terlambat, nantikanlah, akhirnya pasti akan datang, dan tidak batal! Sungguh, orang yang sombong tidak lurus hatinya; tetapi orang benar akan hidup berkat imannya.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 9:8-9.10-11.12-13

Ref. Orang yang mencari Engkau tidak Kautinggalkan, ya Tuhan.

Mazmur:

 Tuhan bersemayam untuk selama-lamanya,
takhta-Nya didirikan-Nya untuk menjalankan penghakiman.
Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan
dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.

 Tuhan adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak,
tempat perlindungan pada waktu kesesakan.
Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu,
sebab tidaklah Kautinggalkan
orang yang mencari Engkau, ya Tuhan.

 Bermazmurlah bagi Tuhan, yang bersemayam di Sion,
beritakanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa,
sebab Dialah, yang membalas penumpahan darah,
karena ingat kepada orang yang tertindas;
teriak mereka tidaklah dilupakan-Nya.

BAIT PENGANTAR INJIL 2Tim 1:10b

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut
dan menerangi hidup dengan Injil.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Matius 17:14-20
Kepicikan iman menyebabkan para murid belum memahami makna karya-karya ajaib Kristus. Sebab tidak hanya berdasarkan iman, tetapi juga roh. Itulah yang memberikan iman dan menyebabkan orang dapat melihat dengan kacamata ilahi.

“Sekiranya kalian mempunyai iman, tiada yang mustahil bagimu.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:
Sekali peristiwa datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, katanya, “Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya.”

Maka kata Yesus, “Hai kalian, angkatan yang tidak percaya dan sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kalian? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kalian? Bawalah anak itu ke mari!” Dengan keras Yesus menegur roh jahat itu lalu keluarlah ia daripadanya dan anak itu sembuh seketika itu juga.

Kemudian ketika mereka sendirian, para murid menghampiri Yesus dan bertanya, “Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?” Yesus menjawab “Karena kalian kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sungguh, sekiranya kalian mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kalian dapat berkata kepada gunung ini, ‘Pindahlah sini ke sana,’ maka gunung ini akan pindah; dan tiada yang mustahil bagimu.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Allah Bapa yang maharahim,
berkat permohonan Santo Dominikus sudilah menaruh belas kasih kepada kami
dan kabulkanlah doa kami.
Demi kekuatan kurban Kristus yang kami rayakan bersama ini.
Teguhkanlah kiranya para pejuan iman dengan bantuan rahmat-Mu.
Demi Kristus, ….

Antifon Komuni – Matius 16:24

 Barangsiapa ingin menjadi murid-Ku,
hendaknya ia menyangkal dirinya memanggul salibnya dan mengikuti Aku.
.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa, pelindung dan pengharapan umat-Mu,
kami sudah menyambut sakramen suci pada peringatan Santo Dominikus, imam-Mu.
Semoga umat-Mu selalu menimba kekuatan baru dari sakramen ini dalam pengabdian yang utuh kepada-Mu.
Kiranya Gereja-Mu selalu mengalami bantuan doanya sebagaimana Santo Dominikus dahulu telah membantu menghidupkannya dengan pewartaan sabda-Mu.
Demi Kristus, …

About gema

Check Also

Ekaristi SELASA BIASA XXV, 22 September 2020

Antifon Pembukaan – Mazmur 119:34  Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang hukum-Mu; dengan …

Leave a Reply