BEKAL HIDUP (Renungan SABTU BIASA XXXIV, 26 November 2016 Oleh Fr. Thery Cholma)

Sabtu, 26 November 2016 (H)
Why. 22:1-7 ; Mzm. 95:1-2,3-5,6-7 ; Luk. 21:34-39 ;
BcO Dan. 11:1-13
BEKAL HIDUP

Saat Andro hendak bertamasya bersama kedua temannya ke Bukit Sinaksak, Ibunya memberi Rp 100.000 sebagai uang makan siangnya. Kemudian Ibunya menyisipkan bekal di dalam tasnya untuk berjaga-jaga bila nanti di sana tidak ada yang menjual makanan.

Ketika diperjalanan, matahari mulai menyengat dan memaksa Anton dan temannya untuk beristirahat di bawah pohon yang rindang. Mereka mulai merasa lapar. Kemudian,  mereka melihat ke sekeliling dan tak menemukan satu pun penjual makanan. Anton membuka tasnya dan menemukan bekal yang telah dipersiapkan ibunya dari rumah. Mereka pun memakan bekal itu…

Saudara-i terkasih dalam Kristus, cerita di atas hendak menunjukkan pentingnya untuk selalu berjaga-jaga. Anton dan teman-temannya pasti akan kelaparan bila ibunya tidak mempersiapkan bekal untuk mereka. Uang memang bisa digunakan di mana saja, tetapi uang tidak selalu bisa digunakan dalam situasi apa saja.

Dalam Injil hari ini, Yesus menasihati kita untuk selalu berjaga-jaga dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan berikutnya. Berjaga-jaga yang dimaksudkan adalah dengan menabung kebaikan setiap hari. Yesus mengajak kita berkelakuan layak untuk menantikan kedatangan-Nya kembali ke dunia ini. Pernyataan-Nya secara khusus menegaskan agar kita melawan kesenangan duniawi semata.

Setiap manusia tidak dapat lepas dari jerat kematian dan penghakiman terakhir. Itulah yang ditegaskan Yesus pada ayat 33 tentang hari Tuhan yang akan menimpa semua orang. Hal itu mau  menegaskan bahwa tidak ada seorang pun juga di dunia ini yang tahu kapan persis dan tepatnya ia mati. Tuhan lah tuan yang empunya kehidupan. Kita hanya lah hamba yang hanya bisa berjaga-jaga bilamana Tuhan datang dan menuntut kehidupan yang telah diberikan-Nya.

Seandainya saja Tuhan datang esok hari, apa saja yang sudah kita persiapkan untuk mempertanggungjawabkan kehidupan kita selama ini? Berjaga-jaga lah…

Tuhan Yesus Kristus, maafkan lah kelalaian yang telah kami perbuat. Perkenankan lah kami mempersiapkan diri menyambut kedatangaMu kembali… Amin (Fr.Komes) 

Liturgi Hari ini: SABTU BIASA XXXIV, 26 November 2016….Klik di sini!!

About

Check Also

Ekaristi Minggu 6 juni 2021: Tubuh dan Darah Kristus (HR)

Menghayati Ekaristi dalam hidupKebersamaan yang mau diperkembangkan oleh Kristus di antar umat manusia, membawa mereka …

Leave a Reply