BAGAIMANAKAH KITA HARUS BERTUGAS DALAM LITURGI?

PARA PETUGAS LITURGI
Bagaimanakah kita harus bertugas dalam liturgi? Para petugas liturgi hendaknya menunaikan tugasnya dengan saleh, tulus dan saksama, sebagaimana layak untuk pelayan seluhur itu. Maka perlulah mereka secara mendalam diresapi semangat Liturgi, masingmasing sekadar kemampuannya, dan dibina untuk membawakan peran mereka dengan tepat dan rapi.

1. Paduan suara: (PUMR. 103)KOOR copy

  • Pilihan lagu hendaknya disesuaikan dengan tema perayaan, Masa liturgi dan sifat ritus-ritus ybs. (musik Suci no. 9.10.11).
  • Harus menyemangati peran-serta umat. Kadang boleh tampil sendiri misalnya waktu Komuni. (MS n. 16).
  • Hendaknya nyanyian dibawakan dengan penjiawaaan iman dalam konteks perayaan liturgis. (MS n. 24)
  • Letak tempat paduan suara harus mudah dilihat umat dan tidak merepotkan pelayanan komuni. (MS n.23)
  • Liturgi adalah perayaan publik sehingga dilarang penyusupan lagu-lagu dari kelompok aliran devosional tertentu. (Actio Pastoralis no. 5b. 6g.9).

2. Organis:

  • Bunyi musik jangan sampai menenggelamkan suara umat/penyanyi sebab kata-kata yang diucapkan harus lebih terdengar. (MS n. 64).
  • Tak boleh mengiringi suara imam, cukuplah memberi tonus pada awal. (MS n. 64).
  • Intrumentalia tidak diperbolehkan pada Masa Adven, Prapaskah dan Misa Arwah. Hanya boleh sejauh mengiringi penyanyi. (MS n. 66).
  • Hendaknya melodi dan tekanan diselaraskan dengan sifat ritus perayaan. (MS n.67).

3. Pemazmur: (PUMR.102)

  • Dipilih orang yang sungguh bakat bernyanyi.
  • Bersuara merdu, lantang, ucapan jelas, berarti tidak banyak vibrasi yang mengaburkan kata-kata.
  • Penjiawaan lagu hendaknya selaras dengan sifata mazmur ybs.
  • Dibawakan harus dari mimbar. Mimbar hanya satu (PUMR / IGMR.309)

4. Komentator: (PUMR.104b)

  • Bertugas kalau sungguh diperlukan.
  • Dimaksudkan untuk membantu umat meningkatkan peran-serta mereka dalam perayaan saat itu.
  • Ucapan kata: singkat, tepat, jelas.
  • Biukan dari mimbar tetapi dari standard.

5. Dirigen: (PUMR.104)

  • Beribawa dan kumunikatif.dirigen
  • Gerakan tenang, sakral, bersemangat.
  • Berdiri dari standard yang dipakai pula oleh komentator dan pembaca pengumuman (atau kalau ada kata sambutan).

6. Lektor-Lektris: (PUMR.99)

  • Persiapan harus matang sehingga mampu menjiwai bacaan.lektor1
  • Sikap badan khidmat dan beribawa, jari tidak menelusuri teks.
  • Membaca dari buku Bacaan Misa, bukan dari lembaran.
  • Bila keliru membaca, jangan ditambah dengan kata-kata sendiri.
  • Kadang-kadang memandang umat menurut saat yang tepat.
  • Tekanan kata kuat dan perlahan pada ayat-ayat yang dinilai penting didengarkan.
  • Tak boleh bergaya seperti penyair atau pemain drama.
  • Penampilan hendaknya wajar, tidak nyentrik, juga dalam pemakaian perhiasan.
  • Aspek penjiwaan tugas hendaknya dalam kesadaran bahwa ia membawakan suara Allah. Oleh karena itu berdoalah sebelum maju menjalankan tugas.

7. Penyambut Umat: (PUMR. 105d).

  • Merupakan istilah baru pengganti “petugas tata tertib”.
  • Bersikap ramah, sopan tetapi tegas dan tahu memelihara ketenangan.
  • Bertugas menyambut jemaat di pintu masuk; mengantar dan menunjukan tempat duduk dan mengatur kelancaran umat ketika berarak menyambut komuni.

8. Kolektan dan Pembawa bahan-bahan Persembahan: (PUMR. 104c)

  • Kolekte mengungkapkan persembahan diri kita dalam wujud materi/ uang, sebagai ungkapan cinta kepada Allah dan sesama.
  • Dapat dilaksanakan secara meriah dengan hasil bumi, hasil karya, teristimewah pada Hari Raya.
  • Hendaknya petugas bervariasi menurut umur, profesi kerja, status hidup.

9, Putra-Putri Altar:

  • Tahu menjaga ketenangan ketika berada di sakristi.
  • Penampilan hendaknya rapi, tenang, tertib dan lancar.
  • berlutut dengan dua kakiMemahami arti setiap bagian perayaan, khususnya yang menjadi bidang tugas pelayanannya.
  • Ikut aktif dalam bernyanyi dan berdoa.
  • Turut membantu koster.

10. Penghias gereja: (PUMR.292.304.305).

  • Hiasan hendanya bermutu, anggun tetapi tetap sederhana.
  • Altar ditutup dengan sehelai kain berwarna putih. Bentuk, ukuran dan hiasannya hendaklah serasi dengan altar.
  • Hiasan bunga hendaknya tidak berlebihan dan ditempakan di sekitar altar, bukan di atasnya.
  • Hiasan disesuaikan dengan Masa liturgis. Adven, sedikit hiasan bunga, kecuali Minggu III (Minggu Gaudete). Prapaskah, tanpa bunga sama sekali , kecuali minggu IV (Minggu Laetare), dan Hari Raya atau Pesta dalam Masa itu.
  • Hendaknya bahasa asli, bukan tiruan. Tempat utama hiasan ialah sekitar altar, mimbar dan tabernakel. Selain dari itu diatur demi keseimbangan tata ruang. Warna bunga bebas, tidak ada keharusan menurut warna liturgi sebab semua bunga dari segala warna mengungkapkan kegembiraan, cinta, dan keselamatan.

11. Asisten Imam: (Redemptionis Sacramentum Bab VII).
Merupakan tugas khusus membantu imam ketika jumlah umat terlalu banyak atau kelemahan fisik imam. Tugas mereka di bidang :

  • Membagi komuni dalam perayaan Ekaristi dan mengantar Komuni Kepada orang sakit serta viaticum. Kalau banyak imam koselebran dalam suatu Misa maka tugas ini dilaksanankan oleh para imam ybs.
  • Memimpin upacara Pemakaman dalam kerjasama dengan pastor paroki.
  • Memimpin perayaan Sabda menjelang Hari Besar atau Ibadah Tobat dalam Masa Prapaskah dan Adven.
PERSIAPKANLAH PERAYAAN LITURGIS SECARA SUNGGUH-SUNGGUH DENGAN SEMANGAT KERJA SAMA ANTARA SEMUA YANG TERKAIT DENGAN BERPEDOMAN PADA KETENTUAN LITURGDI YANG BENAR!

About

Check Also

Ekaristi Minggu 6 juni 2021: Tubuh dan Darah Kristus (HR)

Menghayati Ekaristi dalam hidupKebersamaan yang mau diperkembangkan oleh Kristus di antar umat manusia, membawa mereka …

Leave a Reply