Rabu Pekan Biasa X, 14 Juni 2017

Antifon Pembukaan – Mazmur 99:9

Luhurkanlah Tuhan, Allah kita,
Dan sujudlah menyembah di hadapan gunung kudusnya!
Sebab kuduslah Tuhan Allah kita.

Pengantar

Kita senang menirukan Paulus, bahwa pokoknya adalah Roh. Sebab hukum membunuh, sedangkan Roh menghidupkan. Dan Kristus datang, bukan untuk menyingkirkan hukum, melainkan untuk memperlengkapi dan memperbaharui. Dikehendaki-Nya kita mematuhinya dengan semangat baru, dengan Roh yang menghidupkan.

Doa Pembukaan

Marilah bedoa:
Allah Bapa mahakuasa dan kekal,
Engkau telah mengikat perjanjian dengan kami
Dalam diri Yesus, Putra-Mu terkasih.
Semoga kami kau curahi Roh-Nya,
Agar kami mengimani Engkau
Dan saling menaruh cinta kasih satu sama lain.
Demi Yesus kristus Putra-Mu, ….

Bacaan Pertama – II Korintus 3:4-11
Paulus membandingkan hukum Musa dengan Perjanjian Baru. Mengenai perjanjian baru itu Paulus diperkenankan berkarya oleh Roh Kudus. Segala kepandaiannya berasal dari Allah. Pengabdian kepada hukum, betapapun pentingnya tak mampu mengalahkan maut. Tetapi pengabdian kepada Roh sanggup mengalahkan maut, maka akan lestari.

“Kami dijadikan pelayan suatu perjanjian baru, bukan yang terdiri dari suatu hukum yang tertulis, melainkan dari roh.”

Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada umat di Korintus:
Saudara-saudara, besarlah keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus. Dari diri kami sendiri, kami merasa tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri. Tetapi kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. Dialah yang membuat kami sanggup menjadi pelayan suatu perjanjian baru; bukan perjanjian yang terdiri dari hukum yang tertulis, melainkan dari Roh. Sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan. Pelayanan yang terukir dengan huruf pada loh-loh itu mematikan. Meskipun demikian, pelayanan itu disertai kemuliaan Allah pada waktu diberikan. Sebab sekalipun pudar juga, wajah Musa bercahaya begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya. Jika pelayanan itu datang dengan kemuliaan yang demikian, betapa lebih besar lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh! Jadi, kalau pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu begitu mulia, betapa lebih mulianya lagi pelayanan Roh yang memimpin kepada pembenaran. Sebenarnya apa yang dahulu dianggap mulia, jika dibandingkan dengan kemuliaan yang mengatasi segala sesuatu ini, sama sekali tidak mempunyai arti. Sebab jika yang pudar itu disertai dengan kemuliaan, betapa lebihnya lagi yang tidak pudar itu disertai dengan kemuliaan.

Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan

Ref. Kuduslah Engkau, ya Tuhan Allah kami.

Ayat. (Mzm 99:5.6.7.8.9)
1. Tinggikanlah Tuhan, Allah kita, dan sujudlah menyembah kepada tumpuan kaki-Nya! Kuduskanlah Ia!
2. Musa dan Harun di antara imam-imam-Nya, dan Samuel di antara orang-orang yang menyerukan nama-Nya. Mereka berseru kepada Tuhan, dan Ia menjawab mereka.
3. Dalam tiang awan Ia berbicara kepada mereka; mereka telah berpegang pada peringatan-peringatan-Nya, dan pada ketetapan yang diberikan-Nya kepada mereka.
4. Tuhan, Allah kami, Engkau telah menjawab mereka, bagi mereka, Engkaulah Allah yang mengampuni tetapi juga membalas perbuatan-perbuatan mereka.
5. Tinggikanlah Tuhan, Allah kita, dan sujudlah menyembah di hadapan gunung-Nya yang kudus! Sebab kuduslah Tuhan, Allah kita!

BAIT PENGANTAR INJIL Mzm 25:4c.5a

S: Alleluya.
U: Alleluya.
S: Tunjukkanlah lorong-Mu kepadaku, ya Tuhan,
bimbinglah aku menurut sabda-Mu yang benar.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Matius 5:17-19
Yesus tak hendak menghapus hukum yang sudah ada, tetapi mau menambah dan menyempurnakan. Dengan demikian, dijelaskan-Nya, bahwa Dialah Mesias sejati, yang lebih agung daripada Musa dan sejajar dengan Allah.

“Aku datang untuk menggenapi hukum.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:
Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata, “Janganlah kalian menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu, ‘Sungguh, selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu yota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.’ Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Surga. Tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Surga.”

Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.

Doa Persembahan

Allah Bapa Yang Mahakudus,
Sucikanlah roti anggur ini
Menjadi lambang hidup Perjanjian-Mu dengan kami.
Demi Kristus, ….

Antifon Komuni – Matius 5:17

Aku datang bukan untuk membatalkan
Hukum Taurat atau ajaran nabi,
Melainkan untuk menyempurnakannya.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa mahakuasa dan kekal,
Hukum-Mu yang baru sudah Kaumaklumkan
Dengan perantaraan Yesus Putra kesayangan-Mu.
Ajarilah kami saling menaruh cinta kasih
Dan dengan demikian semoga kerajaan-Mu,
Kerajaan kedamaian dan keadilan,
berkembang di tengah-tengah kami
Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

“Memaknai Hukum dengan Sungguh” (Renungan 14 Juni 2017)

About

Check Also

Ekaristi KAMIS BIASA XXXI, 5 November 2020

Antifon Pembukaan – Mazmur 105:4-5  Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya! Ingatlah perbuatan-perbuatan …

Leave a Reply