Sabtu Pekan V Paskah, 9 Mei 2015 (Putih)

SABTU PASKAH V, 10 Mei 2015
(Kis. 16:1-10; Mzm. 100:1-2,3,5; Yoh. 15:18-21)

Antifon Pembukaan – Kolose 2:12

* Kita dikubur bersama Kristus bersama Kristus dalam pembaptisan dan dibangkitkan bersama dengan Dia,
berkat iman kita akan kuasa Allah, yang telah membangkitkan kita dari alam maut. Aleluya.

Pengantar

Hidup kita ini di tangan Tuhan. Kita dapat saja membuat rencana, namun janganlah menentang rencana Tuhan atas diri kita. Paulus juga pernah mempunyai gagasan-gagasan mengenai kerasulan dan perutusan. Tetapi, atas bisikan Roh Kudus, tanpa bimbang dilepaskan rencananya sendiri dan pergilah ia ke Makedonia. Dengan demikian, seturut teladan Kristus, ia tetap menjadi hamba Bapa yang mengutusnya.

Doa Pembukaan

Marilah berdoa:
Allah Bapa sumber kedamaian, berkenanlah datang
membebaskan kami dengan sabda-Mu.
Dan bangunlah baru dunia ini, agar kami dapat menikmati kedamaian sejati.
Demi Yesus Kristus Putra-Mu, …..

Bacaan I – Kisah Para Rasul 16:1-10

Paulus berkeliling merasul demi Tuhan dan dituntun oleh Roh Kudus. Tuntunan itu tampak dalam kutipan ini. Ajaran Kristus masih dinanti-nantikan oleh banyak wilayah: lewat Makedonia, Paulus sampai di Eropa ditemani Lukas. Berkat keputusan Paulus, ajaran Kristus melewati tapal batas dunia Timur.

Bacaan dari Kisah Para Rasul (16:1-10)

Menyeberanglah ke Makedonia, dan tolonglah kami

Sekali peristiwa Paulus datang ke Derbe dan Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani. Timotius ini dikenal baik oleh saudara-saudara di Listra dan di Ikonium. Paulus mau, supaya Timotius itu menyertainya dalam perjalanan. Paulus menyuruh menyunatkan dia demi orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani. Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan supaya jemaat-jemaat menurutinya. Demikianlah jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman, dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya. Paulus dan Silas melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah untuk memberitakan Injil di Asia. Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengijinkan mereka. Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas. Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan; ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya katanya, “Menyeberanglah kemari dan tolonglah kami!” Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan

Ref. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi!

Ayat. (Mzm 100:1-2.3.5, R:3c)

1. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai.
2. Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita; kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
3. Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. Kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas di mana Kristus berada, duduk di sebelah kanan Allah. (Kol 3:1)

Bacaan Injil – Yohanes 15:18-21
Gereja dan warganya harus selalu memilih jalan tengah antara iman dan dunia. Kita berada di dunia, tetapi bukan milik dunia; menghadapi dunia, bukan di sisi atau di atasnya. Gereja tidak mau diikat oleh dunia, tetapi juga tidak mau dibuang dari dunia.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (15:18-21)

Kamu bukan dari dunia, sebab Aku telah memilih kamu dari dunia.

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, sebab Aku telah memilih kamu dari dunia; maka dunia membenci kamu. Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu. Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Doa Persiapan

Allah Bapa maha pengasih, terimalah persembahan umat-Mu.
Semoga dengan bantuan perlindungan-Mu, kami tetap memelihara anugerah-Mu di dunia
dan memperoleh kurnia-Mu di surga.
Demi Kristus,…..

Antifon Komuni 

* Tuhan bersabda, “Ya Bapa, aku berdoa bagi mereka, semoga mereka bersatu dalam Kita, agar dunia percaya, bahwa Engkaulah yang mengutus Aku.”. Aleluya. (Yohanes 17:21)

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa mahabaik,
kami bersyukur atas sabda dan karunia-Mu.
Semoga semuanya itu
mendarah daging dalam diri kami,
sehingga kami semakin menyerupai Yesus,
Putra-Mu terkasih, yang hidup ….

***
RENUNGAN
“Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku”
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,
Kita tidak ingin supaya orang lain membenci kita di dalam hidup harian, relasi dengan orang lain, melainkan kita berusaha supaya semakin banyak orang menerima kita. Dan terkadang untuk itu kita menyesuaikan diri, sikap dan perkataan. Dan memang wajar kalau itu untuk kebaikan dan adalah benar. Namun tidak selalu demikian. Atau tidak selalu yang baik dan benar itu diterima oleh semua orang. Terutama karena kita dibentuk oleh polesan tangan Tuhan dan darah-Nya mengalir dalam tubuh kita yang adalah baik dan benar terkadang kita harus siap dibenci dalam berbagai bentuk dan tempat. Bukankah Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat? (bdk. Yoh 3:19)
Kristuslah terang itu. Tetapi manusia lebih menyukai kegelapan. Hidup dalam Kristus membuat hidup kita menjadi terang dan kita dikuatkan oleh-Nya untuk tetap menjadi terang. Kalau dengan itu kita dibenci dan ditolak oleh sekitar kita, Kristus mengingatkan kita “ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku”. Karena itu, meskipun kita dibenci, marilah kita tetap setia untuk hidup lebih baik dalam kebenaran. Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan