JUMAT ADVEN IV, 23 DESEMBER 2016

Antifon Pembukaan – lih. Yesaya 9:6; Mazmur 72:17

 Seorang Putra akan lahir bagi kita
dan akan dinamai Allah perkasa.
Dalam Dia, segala bangsa akan diberkati.

Pengantar

Yohanes Pembaptis adalah perintis jalan Yesus. Bukankah selayaknya pada hari-hari terakhir masa Adven kita kenang kembali kelahirannya? Sebuah nubuat Nabi Maleakhi membicarakan seorang utusan yang ditugasi menyiapkan jalan. Kejadian-kejadian sekitar kelahiran Yohanes nyata, namun ajaib juga. “Akan menjadi apakah anak ini kelak? Sebab tangan Tuhan menyertai dia.”

Doa Pembukaan

 Marilah bedoa:
Allah Bapa mahakuasa dan kekal,
hari kelahiran Putra-Mu semakin mendekat.
Sabda-Mu berkenan menjadi manusia
dalam rahim Perawan Maria
dan tinggal di antara kami.
Kami mohon,
semoga Ia menaruh belas kasih kepada kami.
Sebab Dialah ….

Bacaan Pertama – Maleakhi 3:1-4; 4:5-6
Nabi Maleakhi bernubuat tentang utusan, yaitu Elia, yang akan datang sebelum hari agung Tuhan yang mengerikan. Utusan itu yang akan memperbarui ibadat. Dalam ajaran Yesus, diterangkan bahwa Elia sudah datang dalam pribadi Yohanes Pembaptis.

“Aku akan mengutus Nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari Tuhan.”

Pembacaan dari Nubuat Maleakhi:
Beginilah firman Tuhan semesta alam, “Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sungguh, Ia datang! Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Siapakah yang dapat tetap berdiri apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia laksana api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan perak; dan Ia akan mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan kurban yang benar kepada Tuhan. Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan berkenan di hati Tuhan seperti pada hari-hari dahulu kala, dan seperti di tahun yang sudah-sudah.

Sesungguhnya, Aku akan mengutus Nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati para bapa berbalik kepada anak-anaknya, dan hati anak-anak kepada bapanya, supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 25:4-5b.8-9.10.14

Ref: Bangkitlah dan angkatlah mukamu,
sebab penyelamatanmu sudah dekat.

Masmur:
 Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan,
tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku.
Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku,
sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku.

 Tuhan itu baik dan benar;
sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.
Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum,
dan mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja.

 Segala jalan Tuhan adalah kasih setia dan kebenaran
bagi orang yang berpegang pada perjanjian
dan peringatan-peringatan-Nya.
Tuhan bergaul karib dengan orang yang takwa pada-Nya,
dan perjanjian-Nya Ia beritahukan kepada mereka.

BAIT PENGANTAR INJIL

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: O Tuhan, Raja segala bangsa dan batu penjuru Gereja,
datanglah dan selamatkanlah umat-Mu.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Lukas 1: 57-66
Pribadi Zakharia muncul kembali pada hari kelahiran Yohanes Pembaptis. Yang memberi nama Zakharia sendiri. Memberi nama berarti memberi tugas kepada bayi untuk hari kemudian. Yohanes berarti: Tuhan berbelas kasih.

“Kelahiran Yohanes Pembaptis.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika para tetangga serta sanak saudaranya mendengar bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepada Elisabet, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu, dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya. Tetapi Elisabet, ibunya, berkata, “Jangan, ia harus dinamai Yohanes!” Kata mereka kepadanya, “Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian.”

Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anak itu. Zakharia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: Namanya adalah Yohanes. Dan mereka pun heran semuanya. Seketika itu juga terbukalah mulut Zakharia, dan terlepaslah ikatan lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Semua orang yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata, “Menjadi apakah anak ini nanti?” Sebab tangan Tuhan menyertai dia.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Persembahan

Ya Bapa, persembahan ini Kaukehendaki
sebagai kebaktian yang sempurna.
Semoga Engkau sudi menerimanya,
supaya kami dapat merayakan
kelahiran Penebus kami
dengan hati yang murni.
Demi Kristus, ….

Antifon Komuni – Wahyu 3:20

 Aku berdiri di muka pintu dan mengetuk.
Barangsiapa mendengar suara-Ku dan membukakan pintu,
akan Kukunjungi.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa sumber kedamaian,
berikanlah damai-Mu kepada kami
yang sudah Kausegarkan dengan sakramen-Mu.
Semoga kami layak
menyongsong kedatangan Putra-Mu
dengan pelita bernyala.
Demi Kristus, ….

Renungan Hari ini: Tanda Kerelaan (Renungan JUMAT ADVEN IV, 23 DESEMBER 2016 Oleh Fr. Benediktus Bagus Hanggoro K.)

About

Check Also

Ekaristi KAMIS BIASA XXXI, 5 November 2020

Antifon Pembukaan – Mazmur 105:4-5  Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya! Ingatlah perbuatan-perbuatan …

Leave a Reply