Katakan tidak pada “ Khawatir” (Renungan SELASA BIASA VIII, 24 Mei 2016 Oleh Fr. Lukas Lumban Gaol)

Katakan tidak pada “ Khawatir”

Bacaan I          : 1 Ptr. 1: 10 – 16.
Bacaan Injil     : Mrk. 10: 28 – 31.

Dalam keseharian kita pasti mengenal istilah “ uang mengatur segalanya”. Istilah ini dipublikasikan seturut zaman yang mempengaruhinya. Zaman tersebut secara tidak langsung sebenarnya ingin mendewakan uang. Sebenarnya benar bahwa semua membutuhkan uang tetapi bukan segalanya adalah uang. Uang merupakan sarana bagi manusia untuk membantu kelangsungan hidup manusia. Maka untuk memperoleh uang tersebut manusia rela melakukan apa saja. Salah satu yang mendukung pernyataan ini, bahwa manusia menghabiskan hampir separuh hidupnya hanya untuk bekerja dan bekerja. Maka muncullah suatu motto nyentrik yang kerap kita dengar yakni, “ kerja, kerja dan kerja.”

Kita melihat bahwa sekarang di dalam sebuah keluarga tidak jarang yang bekerja hanya sang ayah. Rasanya kurang sempurna bila sang ibu hanya tinggal diam di rumah. Akibatnya semua yang menjadi urusan ibu di rumah dipercayakan kepada pembantu rumah tangga. Mulai dari mengurus anak dan lain sebagainya. Bahkan orang tua dan anak sulit bertemu dengan alasan yang logis mencari nafkah. Memang benar bahwa setiap individu menginginkan kehidupan yang lebih layak, pantas dan baik. Tetapi yang menjadi pertanyaan bagi kita apakah kita hanya menjadi hamba bukan menjadi tuan atas pekerjaan tersebut?

Pernyataan Petrus dan jawaban Yesus sangatlah relevan untuk kita sekarang ini. Kita merasa khwatir akan masa depan kita kelak. Namun peneguhan Yesus sudah merupakan jawaban yang pasti untuk kita refleksikan dalam menjalani hidup keseharian kita.

Dalam teks kitab suci tertulis demikian” Carilah lebih dahulu kerajaan Allah maka segala sesuatu akan terpenuhi” Ini merupakan tawaran yang sulit dan sekaligus praktis bagi kita. Kita ditantang untuk semakin bergiat diri dalam pewartaan kabar sukacita Tuhan. Coba kita mengamati burung pipit, dia tidak pernah menanam tetapi senantiasa menuai. Contoh tersebut merupakan model yang sangat luar bisa indah. Dia hanya terbang ke sana – sini dengan semangat rela. Setiap pagi bila di sekitar kita ada pohon rindang ia selalu menyapa kita dengan kicauan – kicauannya. Tidak jarang setiap orang yang mendengarkannya seakan diberikan semangat yang luar biasa dahsyat.

Pertanyaan reflektif bagi kita untuk lebih memperdalam yakni,” Apakah kita sebagai manusia yang arif masih mengalami kekhawatiran dengan segala kebaikan sang Pencipta melalui ciptaan-Nya? (Fr. Lukas Lumban Gaol)

Ekaristi Hari ini: SELASA BIASA VIII, 24 Mei 2016….. Klik disini!!

About

Check Also

Ekaristi Minggu 6 juni 2021: Tubuh dan Darah Kristus (HR)

Menghayati Ekaristi dalam hidupKebersamaan yang mau diperkembangkan oleh Kristus di antar umat manusia, membawa mereka …

Leave a Reply