Memelihara Kehidupan (Renungan JUMAT, 3 JUNI 2016: HARI RAYA HATI YESUS YANG MAHAKUDUS Oleh Fr. Wolfram Nadeak)

Memelihara Kehidupan

HARI RAYA HATI YESUS MAHAKUDUS
Bac I: Yeh 34:11-16
Rom 5:5b-11
Luk:15:3-7

Dalam sebuah lirik lagu ada terdengar begini, “kau begitu sempurna, dimataku kau begitu indah, kau membuat diriku akan selalu memujamu….”  Lirik lagu ini dan beberapa lirik lagi semuanya terpusat dalam satu kata yang menjadi judul dari lagu ini yakni SEMPURNA. Dalam permenungan saya atas bacaan hari ini, kata-kata yang tertuang dalam lirik lagu membantu saya untuk mendekatkan pemahaman iman saya apa artinya MENCINTAI.

Bacaan-bacaan hari ini menggambarkan sosok Yesus yang adalah pencinta yang sempurna. Cinta itu berasal dari hati, dan pemilik pemilik cinta sempurna itu pastilah juga memiliki hati yang sempurna itulah Hati Kudus Yesus yang kita rayakan hari ini. Dari hati itu mengalir “cairan-cairan” yang menetralkan pelbagai racun-racun yang mematikan seperti racun iri, dengki, benci, dll yang dicoba suntikkan oleh para penatua jemaat Yahudi sebagaimana kita temukan dalam berbagai peristiwa dalam Kitab suci. “cairan-cairan” yang mengalir dari Hati Kudus Yesus ternyata tidak hanya menetralkan tetapi menumbuhkan benih-benih cinta yang baru. Pencarian akan satu domba yang hilang dari seratus domba-Nya menunjukkan bahwa Yesus tidak hanya ingin supaya kawanan domba-Nya tetap utuh melainkan lebih dari itu, Ia ingin supaya domba yang hilang itu tidak kehilangan daya hidup karena merasa ketakutan atau tersingkirkan. Ia melakukan pencarian atas domba yang hilang itu supaya tidak ada yang merasa tesingkirkan sekaligus menunjukkan bahwa Ia ada pencinta sejati dan sempurna.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sempurna diartikan dengan: utuh dan lengkap segalanya (tidak bercacat dan bercela). Dengan pengertian ini apa yang dilakukan Yesus membuka mata kita untuk merenungkan ungkapan yang sering kita dengar bahkan kita ungkapkan ketika sedang menghadapi masalah, apakah Tuhan masih ada? Apakah Tuhan mencintaiku?apakah Tuhan tidak pernah lagi jalan-jalan ke dunia ini melihat kita? Dll. Saudara-saudari persoalannya bukan perkara apakah Tuhan masih mencintai kita atau tidak, masih ada atau tidak, tetapi apakah ketika Tuhan menyapa, memanggil kita, mencari-cari kita kita mau menanggapinya? Menunjukkan diri kehadapan-Nya? Manjawab panggilan-Nya? Saudara-saudari Tuhan memanggil dan mencari kita. Jawablah dan mari datang pada-Nya. (Fr. Wolfram Nadeak)

Liturgi hari ini: JUMAT 3 JUNI 2016: HARI RAYA HATI YESUS YANG MAHAKUDUS…. Klik disini!!

About

Check Also

Ekaristi SABTU XXXI, 7 November 2020

Antifon Pembukaan – Mazmur 112:5-6  Orang baik menaruh belas kasih dan memberi pinjaman, ia …

Leave a Reply