Minggu Biasa XII B, 21 Juni 2015

Menghayati hidup dalam Ekaristi
Kehidupan manusia tidak selalu tenang tanpa masalah dan penderitaan. Bagaikan kapal yang sedang berlayar, gelombang-gelombang yang dahsyat dapat mengombang-ambingkan ke sana ke mari; angin ribut dapat pula menimpanya dan mengecilkan hatinya, sehingga pandangan menjadi suram berawan; ia takut tenggelam musnah. Dua macam bahaya yang mengancam: entah ia menyimpulkan bahwa dunia yang kejam ini fana, lalu lebih baik membatu dalam kesombongan; entah menyimpulkan lebih baik melarikan diri dari kenyataan dan mengikuti kesenangan dan impiannya.

Antifon Pembukaan – Mzm 27:8-9

Tuhanlah kekuatan umat-Nya
dan benteng keselamatan bagi raja yang diurapi-Nya.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, berkatilah pusaka-Mu,
gembalakan dan dukunglah mereka selama-lamanya.

Kata Pembukaan

Kejadian sehari-hari yang diduga maupun yang tidak dapat diduga sering memberikan kesan, bahwa kita ini ditarik-tarik dan diseret-seret ke sana ke mari, atau bahkan terlepas dari arah. Tanpa menjadi seorang pesimis pun, ada saat-saat dalam hidup kita, di mana segala daya upaya kita tak berguna dan sia-sia nampaknya, bahkan seakan-akan tenggelam tanpa bekas. Di situ pun Tuhan hadir untuk meredakan prahara dan menenangkan suasana. Sebab bersama Santo Paulus kita dapat berkata, “yang lama sudah lampau, yang baru sudah datang”.

Seruan Tobat

Tuhan Yesus Kristus,
Engkau selalu menyertai kami. Tetapi kami sering kurang menghayati iman akan kehadiran-Mu di tengah kami yang menenangkan hati kami.
Tuhan, kasihanilah kami.

Engkau telah meredakan taufan yang dahsyat dan ombak yang menghempas-hempas. Tetapi kami sering lupa dan kurang percaya bahwa pada-Mu segala sesuatu mungkin.
Kristus, kasihanilah kami

Engkau telah wafat untuk semua orang, agar kami hidup. Tetapi kami masih sering hidup untuk diri sendiri, penuh pamrih, bukan untuk Dikau yang telah wafat dan bangkit demi kami.
Tuhan, kasihanilah kami.

Doa Pembukaan

Marilah berdoa:
Allah yang kekal dan kuasa, Engkaulah keselamatan siapa saja yang berseru kepada-Mu. Katakanlah sabda-Mu, agar menjadi pegangan kami dalam bahaya dan bebaskanlah kami dari keragu-raguan. Ulurkanlah tangan-Mu untuk menolong kami dan teguhkanlah iman kami akan kehadiran-Mu di tengah kami dalam diri Yesus, Putera-Mu, …

Bacaan Pertama –Ayb 38:1.8-11
Kitab Ayub mengisahkan seorang saleh dan jujur, yang bergumul dengan masalah penderitaan. Karena dipermainkan oleh taufan penderitaan, ia sampai mempersalahkan Tuhan atas malapetaka yang menimpanya. Tetapi Tuhan lalu menyingkap misteri keagungan-Nya. Tuhanlah yang menciptakan lautan, dan Dia sajalah yang mampu menguasai kekuatan dahsyat itu seturut kehendak-Nya. Menurut pendapat Kitab Suci, lautan adalah sarang segala kekuatan kejahatan.

“Di sinilah gelombang-gelombangmu yang congkak akan dihentikan”

Pembacaan dari Kitab Ayub
Dari dalam badai Tuhan menjawab Ayub, katanya, “Siapa yang telah membendung laut dengan pintu, ketika laut itu membual ke luar dari dalam rahim samudera? Aku membuat awan menjadi pakaiannya dan kekelaman menjadi kain bedungnya; ketika Aku menetapkan batasnya, dan memasang palang dan pintu; ketika Aku berfirman: Sampai di sini boleh engkau datang, jangan lewat, di sinilah gelombang-gelombangmu yang congkak akan dihentikan!” Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan

Puji, jiwaku, nama Tuhan, jangan lupa pengasih Yehwe

Bacaan Kedua – 2Kor 5:14-17
Untuk menangkis serangan dan fitnah lawan-lawannya Paulus menunjukkan kepada umat di Korintus, bahwa kegiatan kerasulannya dilakukan atas dorongan imannya akan Kristus. Karena cinta kasih-Nya Kristus telah mengikutsertakan kita dalam wafat dan kebangkitan-Nya untuk membuat kita manusia-manusia baru.

“Sungguh, yang baru sudah datang”

Pembacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada umat di Korintus
Saudara-saudara, kasih Kristus telah menguasai kami. Sebab kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka. Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian. Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang!
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah

Pengantar Injil

Alleluya. Alleluya
Seorang nabi agung telah muncul di tengah kita. Allah mengunjungi umat-Nya.

Bacaan Injil – Mrk 4:35-41
Untuk memahami kutipan ini perlu kiranya kita ingat latar belakangnya, yaitu pengertian mythos tentang lautan sebagai kerajaan kekuasaan jahat pada masa itu. Di samping itu kita diingatkan pula akan Yunus, yang ditelan oleh lautan dan yang akan disebut-sebut oleh Yesus sebagai contoh wafat dan kebangkitan-Nya. Ketakutan para murid di perahu ketika Yesus tertidur, adalah gambaran pendahuluan atas gangguan yang akan dialami oleh mereka pada hari Jumat Agung, ketika Yesus tertidur wafat. Jeritan minta tolong para murid dijawab dengan teguran: asal mereka percaya penuh tentu dapat mengatasi cobaan dan akan mencapai seberang lautan dengan selamat.

“Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau taat kepada-Nya?”

Inilah Injil Yesus Kristus karangan Santo Markus
Sekali peristiwa, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “”Marilah kita bertolak ke seberang.” Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: “Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?
Berbahagialah orang yang mendengarkan Sabda Tuhan, dan tekun melaksanakannya.
Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Doa Umat

Angin dan danau pun taat kepada Kristus, Sang Sabda. Sebab, Dialah Sang Mesia penyelamat kita. Maka, marilah kita berdoa kepada Allah Bapa kita agar di dalam badai dan ketidakpastian hidup ini, kita selalu merasa aman karena diselamatkan-Nya. Karena itu marilah kita memohon: Teguhkanlah imam, pengharapan, dan kasih kamii, ya Tuhan.

Bagi para pemimpin Gereja dan negara
Semoga Allah Bapa Yang Mahabijaksana memberkati dan mendampingi para pemimpin Gereja dan negara sehingga mereka selalu setia mengutamakan kesehteraan rakyat dan umat demi menghadirkan Kerajaan-Mu di tengah-tengah dunia. Marilah kita mohon

Bagi mereka yang mencari kebenaran.
Semoga Allah Bapa Yang Mahabaik berkenan menuntun orang-orang yang mencari kebenaran sehingga mereka menemukan kebenaran sejati di dalam Kristus yang telah hadir di dunia bagi keselamtan manusia. Marilah kita mohon, ..

Bagi orang-orang cacat, sakit, dan terpencil
Semoga orang-orang cacata, sakit dan terpencil senantiasa dilindungi oleh kasih Bapa melalui kebaikan hati banyak orang yang setia mendampingi dan meringankan beban penderitaan mereka. Marilah kita mohon, …

Bagi kita sendiri.
Semoga berkat kasih karunia Allah Bapa Mahabaik yang tidak pernah meninggalkan kita, semakin meneguhkan iman, pengharapan, dan kasih kita dalam emgarungi kehidupan yang kadang terasa gelap serta menakutkan ini. Marilah kita moho, …

Allah Bapa kami, cinta kasih Yesus Putra-Mu adalah hidup dan selamatan kami. Berkat bantuan-Nya kami ingin mencapai kebahagiaan sepanjang hidup kami. Dengan pengartaan Kristus, Putera-Mu, Tuha kami, yang hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa.
Amin

Doa Persembahan

Bapa, segala sesuatu di sekitar kami
membuktikan dengan nyata kebaikanMu kepada kami.
Tetapi terlebih kami bersyukur kepada-Mu
karena dengan persembahan roti dan anggur ini
kami Kauperkenankan mengungkapkan kesediaan kami
untuk mengikuti Engkau secara konsekwen dan menjadi mili-Mu seutuhnya.
Demi Kristus, …

Antifon Komuni – Mzm 145:15

Mata sekalian orang menantikan Engkau,
dan Engkau memberi mereka makanan pada waktunya.

Doa Penutup

Marilah berdoa:
Allah Bapa kami, kami kauperkenankan melanjutkan dan menyelesaikan karya cinta kasih yesus Kristus, Putera-Mu, termasuk pula pengurbanan-Nya di kayu salib.
Tabahkanlah hati kami setiap kali memanggul salb dalam memberikan kesaksian atas cinta kasih-Mu dan dalam mendatangkan kerajaan-Mu. Demi Kristus…,

Menghayati Ekaristi dalam hidup

Apakah yang berubah di dalam hidup kita berkat iman akan Kristus, Sang Penyembuh? Mengingat persoalan hidup, yang seakan-akan bertujuan untuk binasa, maka iman memberikan pegangan: bila di dunia ini kita telah menghayati hidup Kristus, maka kepada kita dijanjikan kebangkitan. Dan keyakinan itu memberi kita keberanian untuk mendasarkan hidup kita pada cinta kasih yang takkan binasa. Berkat sakramen-sakramen, tanda iman kita, maka kita berhubungan secara pribadi dengan penguasa kehidupan.

About

Check Also

Ekaristi KAMIS BIASA XXXI, 5 November 2020

Antifon Pembukaan – Mazmur 105:4-5  Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya! Ingatlah perbuatan-perbuatan …

Leave a Reply