MINGGU BIASA XXI, 21 AGUSTUS 2016

Menghayati Ekaristi dalam Hidup dan Menghayati Hidup dalam Ekaristi
Sistem ekslusif, menyendiri, dewasa ini di mana-mana menjadi batu sandungan. Orang yakin bahwa sebagai manusia kita mempunyai kedudukan yang sama. Maka tak ada yang boleh dikecualikan. Tetapi apakah ini berarti, bahwa keterbukaan itu harus begitu lebar sehingga semua saja harus diterima menjadi anggota begitu saja? Tentunya persyaratan harus ada. Maka penting membiasakan diri dengan sifat khas suatu kelompok, agar di dalam kelompok atau masyarakat itu kita dapat merasa kerasan.
Sebagaimana umat Israel dahulu kala, demikian pula orang-orang kristen yang terlalu sempit pandangannya dengan ekslusifismenya. Bukankah mereka sering menganggap diri sendiri saja yang akan selamat? Bukankah mereka sering memandang rendah yang tidak seiman dengan mereka? Perlulah kiranya mereka menyadari, bahwa kerajaan itu mungkin akan menutup diri terhadap mereka yang tidak bertobat seutuhnya, dan melepaskan prasangka-prasangka perseorangan, yang menyebabkan orang menganggap Gereja terbuka untuk siapa pun juga.

Antifon Pembukaan – Mzm 86:1-3

Sendengkanlah telinga-Mu, ya Tuhan, dan dengarkanlah aku. Selamatkanlah hamba-Mu, yang berharap kepada-Mu. Kasihanilah aku, ya Tuhan, kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari.

Pengantar

Pertobatan adalah kata yang teramat sulit untuk dilakukan. Ada banyak alasan: mulai dari alasan malu sampai alasan tidak merasa mempunyai dosa. Pertobatan harus dimulai dari dalam diri dengan mengenali diri. Setelah berdamai dengan diri sendiri, barulah mengusahakan pertobatan keluar diri. Tidak perlu takut sebab pertobatan akan membawa kita kepada kesatuan dengan Allah.

Seruan Tobat

Tuhan Yesus Kristus, Engkau datang ke dunia demi umat manusia dan menghendaki agar semua orang diselamatkan.
Tuhan, kasihanilah kami.

Engkau selalu menyayangi kami, meski sering menguji kami juga dengan siksaan dan cobaan.
Kristus, kasihanilah kami.

Engkau menghendaki agar kami secara aktif menanggapi panggilan kami masing-masing, agar pintu Kerajaan-Mu tetap terbuka bagi kami.
Tuhan, kasihanilah kami.

Doa Pembukaan

Marilah berdoa:
Allah Bapa yang kekal dan kuasa,
Engkau berkenan mengumpulkan segala bangsa menjadi umat kesayangan-Mu.
Kami mohon tunjukkanlah kepada kami jalan menuju iman kepada-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa
Amin.

Bacaan Pertama –Yesaya 66:18-21.
Kabar sukacita harus diwartakan supaya semua orang mengenal kemuliaan Allah dan diselamatkan. Allah sendiri yang bertindak dengan melibatkan manusia untuk ikut serta dalam rencana keselamatan itu. “Aku mengenal segala perbuatan dan rancangan. Aku datang untuk mengumpulkan segala bangsa dari semua bahasa, dan mereka itu akan datang serta melihat kemuliaan-Ku”.

“Mereka akan membawa semua saudara dari antara segala bangsa”.

Pembacaan dari Kitab Yesaya:
Beginilah firman Tuhan, “Aku mengenal segala perbuatan dan rancangan. Aku datang untuk mengumpulkan segala bangsa dari semua bahasa, dan mereka itu akan datang serta melihat kemuliaan-Ku. Aku akan menaruh tanda di tengah-tengah mereka, dan akan mengutus dari antara mereka orang-orang yang terluput; mereka ini akan Kuutus kepada bangsa-bangsa, yakni Tarsis, Pul dan Lud; mereka akan Kuutus ke Mesekh dan Rosy, ke Tubai dan Yawan, ke pulau-pulau yang jauh, yang belum pernah mendengar kabar tentang Aku, dan yang belum pernah melihat kemuliaan-Ku, supaya mereka memberitakan kemuliaan-Ku di antara bangsa-bangsa. Mereka itu akan membawa semua saudaramu dari segala bangsa sebagai kurban untuk Tuhan; mereka akan membawanya di atas kuda dan kereta dan di atas usungan, di atas bagal dan unta betina yang cepat, ke atas gunung-Ku yang kudus, ke Yerusalem, sama seperti orang Israel membawa kurban dalam wadah yang tahir ke dalam rumah Tuhan. Juga dari antara mereka akan Kuambil imam-imam dan orang-orang Lewi.”

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 117:1.2

Ref. Pergi ke seluruh dunia, wartakanlah Injil!.

Mazmur:
1. Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
2. Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya!

Bacaan Kedua – Ibrani 12:5-7.11-13
Situasi penderitaan dimaknai Paulus secara berbeda untuk meneguhkan jemaat yang sedang mengalami kemalangan. Penderitaan dimaknai bukan sebagai kutuk, melainkan berkat. Dengan menggunakan analogi relasi ayah-anak, Paulus menjelaskan makna penderitaan yang akan berakhir dengan sukacita. Penderitaan “menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih oleh-Nya”

“Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya”

Pembacaan dari Surat kepada Orang Ibrani:
Saudara-saudara, janganlah kamu lupa akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak, “Hai anakku, janganlah meremehkan didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan oleh-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.” Jika kamu menerima hajaran, maka di situ Allah memperlakukan kamu sebagai anak. Di manakah ada anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Memang tiap-tiap hajaran pada waktu diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Namun, kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih oleh-Nya. Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah; dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh

Demikianlah Sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL – Yohanes 14:6

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Akulah jalan, kebenaran dan hidup, sabda Tuhan. Tidak seorang pun datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Lukas 13:22-30
Ada tiga hal yang dikisahkan dalam perikop ini. Pertama, pintu yang sempit. Gambaran pintu yang sempit ini ditujukan untuk menjawab pertanyaan mengenai berapa orang yang diselamatkan. Manusia harus berjuang tanpa mengenal lelah untuk mendapatkan keselamatan itu. Kedua, pintu yang tertutup. Perjuangan tanpa lelah itu harus dibarengi dengan usaha pertobatan yang terus menerus sampai saatnya nanti pintu telah ditutup. Ketiga, penerimaan dalam Kerajaan. Setiap orang yang mau bertobat akan diterima. Pertobatan yang sejati akan membawa orang sampai kepada Allah.

“Orang akan datang dari Timur dan Barat, dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar. Maka bertanyalah orang kepada-Nya, “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?” Jawab Yesus kepada orang-orang di situ, “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sempit itu! Sebab Aku berkata kepadamu, ‘Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat. Jika tuan rumah telah bangkit dan menutup pintu, kamu akan berdiri di luar, dan mengetuk-ngetuk pintu sambil berkata: Tuan, bukakan kami pintu! Tetapi Ia akan berkata, ‘Aku tidak tahu dari mana kamu datang’. Maka kamu akan berkata, ‘Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu, dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami’. Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang. Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!” Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi ada di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar. Dan orang akan datang dari Timur dan Barat, dari Utara dan Selatan, dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. Dan ingatlah, ada orang yang terakhir yang akan menjadi terdahulu, dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi terakhir.”

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

Doa Umat

Saudara-saudara, Yesus bersabda: Aku ini jalan, kebenaran dan hidup. Bersama dengan Dia beranilah kita berdoa:

Untuk para pemimpin bangsa-bangsa.
Agar mereka berusaha memberi tempat kepada setiap orang di dalam masyarakat.
Marilah kita mohon,…
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Untuk mereka yang dibebani tanggung jawab:
Agar tidak merasa dirinya lebih daripada anak buah mereka.
Marilah kita mohon,…
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Untuk semua yang berada di sini:
Agar kita tidak menganggap rendah mereka yang tidak seiman dengan kita, tetapi ingat bahwa kerajaan surga terbuka untuk siapa pun yang baik kemauannya.
Marilah kita mohon,…
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Tuhan, Allah kami, Raja para bangsa, semua orang Kaupanggil ikut serta dalam perjamuan-Mu. Kami percaya, bahwa di mana sahabat-sahabat-Mu bertemu, Engkau hadir pula di tengah-tengah mereka. Mengingat panggilan-Mu itu kami persembahkan bersama kurban Yesus Kristus, Putera-Mu dan Tuhan kami.
Amin

Doa Persembahan

Ya Tuhan, semoga berkat persembahan roti dan anggur ini,
kami Kauperkenankan untuk mencicipi suasana Kerajaan-Mu di dunia ini.
Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Amin

Antifon Komuni – Mazmur 104: 13-15

Bumi penuh buah karya-Mu, ya Tuhan. Engkau menganugerahkan roti dari dalam tanah dan anggur yang menggembirakan hati manusia.

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa:
Allah Bapa yang kekal dan kuasa,
kami bersyukur karena melalui Ekaristi ini kami telah Kauperkenankan mencicipi anugerah rezeki surgawi.
Semoga kami dikuatkan dalam menapaki peziarahan hidup di dunia ini dan kelak Kauperkenankan menikmati perjamuan surgawi bersama dengan Engkau.
Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
Amin

Renungan hari ini: BANGUN KOKOHNYA PERSAUDARAAN (Renungan Hari Minggu Biasa XXI, 21 Agustus 2016)…. Klik disini!!

About

Check Also

Ekaristi Minggu 6 juni 2021: Tubuh dan Darah Kristus (HR)

Menghayati Ekaristi dalam hidupKebersamaan yang mau diperkembangkan oleh Kristus di antar umat manusia, membawa mereka …

Leave a Reply