MINGGU BIASA XXVIII-A, 11 Oktober 2020

Menghayati Hidup dalam Ekaristi/Menghayati Ekaristi dalam Hidup
Gembira rasa hati kita, bila kita diundang mengikuti pesta oleh suatu keluarga atau sahabat akrab. Kita merasa diperhatikan, dipilih oleh orang lain. Kita diberi kesempatan ikut serta di dalam suka citanya. Tetapi sungguhkah kita siap untuk menghadiri pesta itu?
Allah bukanlah seorang Bapa yang kebetulan saja mengundang kita pada perjamuan Putera-Nya. Setiap hari Ia mengundang kita. Di situlah kita akan bertemu dengan orang-orang pilihan-Nya dan bersahabat dengan mereka. Bukankah hari-hari kita selayaknya dipenuhi dengan sukacita perjamuan itu? Memang hidup sehari-hari membawa kesulitan, kesusahan dan sering pula cobaan-cobaan yang kejam. Tetapi melalui segalanya itu kita berjalan menuju perjamuan besar Anak Domba. Kini kita diberi kesempatan untuk mempersiapkan diri menjelang perjamuan besar itu dan menikmati suka cita-Nya (Mat 25:21)

Antifon Pembukaan – Mzm 130:3-4

 Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan, siapakah dapat bertahan? Tetapi, Engkau suka mengampuni, ya Allah Israel.

Pengantar

Pesta, perjamuan, merupakan kesempatan baik untuk mempercepat hubungan akrab kita. Maka sangatlah mengecewakan, bila pada pesta itu kita duduk berdekatan orang yang tidak kita sukai. Panggilan orang untuk hidup bersatu dengan Tuhan dan berbahagia paa akhir zaman, kerap kali di dalam Kitab Suci dilukiskan dengan sebuah pesta raya atau perjamuan perkawinan, di mana semua orang diundang datang. Pertemuan kita dalam perayaan ekaristi ini pun merupakan kesempatan pendahuluan dalam kebahagiaan bersatu dengan Tuhan. Maka marilah kita kenakan pakaian pesta dengan menyesali kekurangan dan kesalahan kita.

SERUAN Tobat

Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah mengundang para pilihan-Mu untuk ikut serta dalam perjamuan yang Kauadakan, namun tidak mendapat tanggapan semestinya.
Tuhan, kasihanilah kami.

Engkau telah mengundang kami untuk ikut serta dalam perjamuan Ekaristi, namun kami pun sering kali kurang memperhatikannya.
Kristus, kasihanilah kami.

Engkau telah mengundang semua orang untuk ikut serta dalam perjamuan abadi di surga, namun kerap kali kami melalaikan tugas itu.
Tuhan, kasihanilah kami.

Doa Pembuka

Marilah kita bedoa. (hening sejenak)
Ya Allah, kami mohon semoga rahmat-Mu senantiasa mendahului dan mengikuti kami serta membuat kami tidak kenal lelah untuk melakukan yang baik. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
Amin.

Bacaan Pertama – Yesaya 25:6-10a
Salah satu tema besar di dalam Kitab Suci ialah undangan pada akhir zaman. Semua bangsa akan berkumpul di Gunung Sion, kota Tuhan (Yes 2:2-4). Mereka akan diadili pada hari Yahwe (Yeh 28-39) atau akan ikut serta dalam perjamuan Tuhan (Yes 65:11-14; Pengk 9:1-6). Penderitaan dan maut akan digantikan oleh hidup penuh suka cita.

Pembacaan dari Kitab Yesaya:

Tuhan akan menghidangkan suatu jamuan, dan menghapus air mata dari wajah semua orang.

Di Gunung Sion Tuhan semesta alam akan menghidangkan bagi segala bangsa suatu jamuan dengan masakan mewah, suatu jamuan dengan anggur yang tua benar, suatu jamuan dengan lemak dan sumsum dan dengan anggur tuaa yang disaring endapannya. Di atas gunung ini Tuhan akan mengoyakkan kain kabung yang diselubungkan kepada segala suku dan tudung yang ditudungkan kepada segala bangsa. Tuhan Allah akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan ia akan menghapus air mata dari wajah semua orang. Aib umat-Nya akan Ia jauhkan dari seluruh bumi, sebab Tuhan telah mengatakannya. Pada waktu itu orang akan berkata, “Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan supaya menyelamatkan kita. Inilah Tuhan yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karena keselamatan yang diadakan-Nya!” Sebab tangan Tuhan akan melindungi gunung ini.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Tanggapan – Mazmur 23:1-3a.3b-4.5.6; Ref:lh.6cd

REFREN: Berbahagialah yang mendiami rumah Tuhan.

Ayat:
1. Tuhanlah gembalaku aku takkan berkekurangan. Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau. Ia membimbing aku ke air yang tenang, dan menyegarkan daku.

2. Ia menuntun aku di jalan yang lurus, demi nama-Nya yang kudus. Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku. Tongkat gembalaan-Mu itulah yang menghibur daku.

3. Engkau menyediakan hidangan bagiku di hadapan segala lawanku. Engkau menguapi kepalaku dengan minyak, pialaku penuh berlimpah.

4. Kerelaan dan kemurahan-Mu mengiringi aku di sepanjang umur hidupku. Aku akan berdiam di dalam rumah Tuhan sepanjang segala masa.

Bacaan Kedua – Filipi. 4:12-14.19-20
Umat Filipi mengirimkan uang kepada Paulus di dalam penjara. Paulus mengucapkan terima kasih. Tetapi hal itu dihubungkan dengan rencana kasih dan ia bergembira bukan semata-mata karena derma yan telah diterimanya, melainkan karena anugerah rohani yang telah mereka peroleh daripada Tuhan, sebab mereka telah ikut serta dalam penderitaan saudara mereka.

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi:

“Segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku”

Saudara-saudara, aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. Namun baik juga perbuatanmu, bahwa kamu telah mengambil bagian dalam kesusahanku. Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. Dimuliakanlah Allah dan Bapa kita selama-lamanya! Amin.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL Ef 1:17-18

S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Semoga Bapa Tuhan kita Yesus Kristus menerangi mata hati kita supaya kita memahami pengharapan yang terkandung dalam panggilan kita.
U: Alleluya.

Bacaan Injil – Matius 22:1-14
Perumpamaan ini terdiri atas dua bagian yang jelas. Bagian pertama (1-10) melukiskan seruan atau desakan Tuhan kepada umat-Nya. Karena mereka tak memperdulikan, bahkan sering dengan sikap melawan, maka ada bahaya mereka dikucilkan dari perjamuan di akhir zaman. Yang terpanggil pertama-tama menolak undangan para nabi. Yang berikut pun menentang seruan Kristus danpara rasul. Akibatnya sikap polemik yang tampak dalam pertentangan antara Kritus dengan kaum Farisi (Mat 21-23). Tetapi perjamuan yang disiapkan Tuhan tetap akan berlangsung. Di situlah letak tugas perutusan Gereja. Gereja berkeliling mengumpulkan semua orang siapa saja.
Bagian kedua (11-13) menandakan syarat-syarat yang diperlukan agar dapat mengikuti perjamuan itu. Kita harus mengenakan Kristus dan dengan demikian menghasilkan buah Roh Kudus. Pokoknya sebagai undangan pada perjamuan kekal itu, kita harus mengenakan pakaian sepantasnya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

“Undanglah setiap orang yang kalian jumpai ke pesta nikah ini”

Pada suatu ketika Yesus berbicara kepada para imam kepala dan pemuka rakyat dengan memakai perumpamaan. Ia bersabda, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang raja yang mengadakan perjamuan nikah untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan nikah itu tetapi mereka tidak mau datang. Raja itu menyuruh pula hamba-hamba lain dengan pesan, ‘Katakanlah kepada para undangan: Hidanganku sudah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih. Semuanya telah tersedia. Datanglah ke perjamuan nikah ini.’ Tetapi para undangan itu tidak mengindahkannya. Ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, dan yang lain menangkap para hamba itu, menyiksa dan membunuhnya. Maka murkalah raja itu. Ia lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka. Kemudian ia berkata kepada para hamba, ‘Perjamuan nikah telah tersedia, tetapi yang diundang tidak layak untuk itu. Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kalian jumpai di sana ke perjamuan nikah ini. Maka pergilah para hamba dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan nikah itu dengan tamu. Ketika raja masuk hendak menemui para tamu, ia melihat seorang tamu yang tidak berpakaian pesta. Ia berkata kepadanya, ‘Hai Saudara, bagaimana Saudara masuk tanpa berpakaian pesta?’ Tetapi orang itu diam saja. Maka raja lalu berkata kepada para hamba, ‘Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap; di sana akan ada ratap dan kertak gigi.’ Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”

Berbahagialah orang yang mendengarkan Sabda Tuhan, dan tekun melaksanakannya.
Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Doa Umat

 Kita semua diundang mengikuti Perjamuan Tuhan. Sebagai sahabat-sahabat-Nya kita diperkenankan mengetuk pintu hati-Nya dan berdoa kepada Allah Bapa kita.

Bagi Gereja Kristus
Semoga Allah Bapa Mahakasih menuntun Gereja agar tak henti-hentinya mengundang semua orang mengikuti perjamuan Tuhan.
Marilah kita mohon, …
Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

Bagi para bapak dan ibu
Semoga Allah Bapa Mahabijaksana membimbing para bapa ibu dalam setiap langkah hidup mereka sehingga mereka tekun mengusahakan rumah tangga yang membahagiakan seluruh keluarga dan tidak terbawa arus nafsu akan kemewahan material di tengah dunia modern ini.
Marilah kita mohon, …
Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

Bgi kaum papa
Semoga kemurahan hati Allah yang mengalir dalam kebaikan hati umat-Nya memberikan kesempatan bagi kaum papa untuk dapat mengikuti perjamuan Tuhan.
Marilah kita mohon, …
Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

Bagi kita semua di sini
Semoga Allah Bapa memperkenankan kami memperluas lingkunp perayaan ini dengan mengajak bersahabat dan makan bersama dengan sesama
Marilah kita mohon, …
Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

Allah Bapa Yang Mahakuasa dan kekal, dengarkanlah doa kami yang berkumpul di sekitar altar ini untuk mendengarkan sabda dan menerima rezekit daria pada-Mua. Kabulkanlah doa kami dan jadikanlah kami tanda cinta kasih-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

Amin.

Doa Persembahan

 Ya Allah, terimalah doa dan persembahan kami, umat-Mu. Semoga kurban kudus ini, tanda kasih dan bakti kami, mengantar kami kepada kemuliaan surgawi. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
 Amin.

Antifon Komuni – Mzm 34:11

 Orang-orang kaya akan kekurangan dan kelaparan, tetapi mereka yang mencari Tuhan takkan kekurangan sesuatu pun.

Doa Sesudah Komuni

Marilah kita berdoa.
Allah Yang Mahaagung, dengan rendah hati kami mohon agar sebagaimana Engkau menyegarkan kami dengan santapan kudus ini, demikian pula semoga kami diperkenankan mengambil bagian dalam kodrat Ilahi Kristus, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.
Amin.


RENUNGAN

Man of the Churh; Orang-nya Gereja

            Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, bacaan-bacaan hari ini mengingatkan kita kembali mengenai tugas dan tanggung jawab sebagai “orang-nya Tuhan”; Man of God. Di dalam Tuhan kita memperoleh kelimpahan berkat. Serentak pula kita haturkan rasa syukur dan sujud sembah bagiNya. Dalam hidup menggereja kita pun mampu turut berpartisipasi sebagai bagian yang integral untuk sesama.

            Bacaan Injil hari ini mengisahkan perumpamaan tentang perjamuan kawin. Dikisahkan tentang kekebalan orang-orang yang diundang raja ke pesta perjamuan yang telah disiapkan. Di antara para undangan ada yang pergi ke ladang, pergi mengurus usahanya, dan bahkan ada yang menngkap serta membunuh hamba suruhan sang raja. Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, dalam mengarungi hidup keseharian kadang kala kekebalan macam itu melekat dalam hidup keseharian kita. Para undangan “berkhianat” terhadap amanah raja. Acap kali pula kita kurang mengindahkan Sabda Allah dalam setiap rangkaian liturgi dan karya kita sebagai orang beriman, pengikut Kristus.

            Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, hidup menggereja tidak menuntut  hal yang muluk-muluk dari dalam diri kita. Kita senantiasa diingatkan agar setia dalam usaha puja dan puji, sujud dan sembah bagi Allah di surga. Akan tetapi kita pun turut diajak agar bersikap dan bertindak aktif dalam segala karya eklesial; menggereja. Menjadi pengikut Kristus juga berarti menjadi orang-nya Gereja, Man of the Church. Terlibat dalam segala rangkaian aktivitas Gereja, entah itu dalam kelompok kategorial ataupun komunitas basis. Sehingga dengan demikian kita menjadi undangan yang partisipatif dalam Tuhan. Kita berkarya dalam karya Tuhan. Maka marilah kita dengan setia mengarahkan pandangan ke jalan Tuhan dan berbuat bagi sesama bersama rancangan Tuhan. Semoga. Amin. (FR. Marudut – PRAUNIO PADANG)

KEBAIKAN TUHAN TEPANCAR MELALUI EKARISTI

Dalam injil hari ini, Yesus mengumpamakan Kerajaan Allah itu dengan seorang raja yang mengadakan nikah untuk anaknya. Raja menyuruh para hambanya untuk mengundang orang-orang datang ke pesta pernikahan itu. Apa yang terjadi? Orang-orang yang diundang tidak mau datang. Mereka tidak mengindahkan undangan raja. Ada yang pergi ke ladang dan ada yang mengurus usahanya. Walaupun demikian , sang raja tidak putus asa. Raja menyuruh kembali para hambanya untuk memanggil siapa saja yang mereka jumpai supaya hadir dalam pesta, karena segala sesuatu telah tersedia.

Perumpamaan yang disampaikan Yesus mengingatkan kita bahwa untuk menjalin relasi dengan Tuhan sangatlah mudah. Bahkan Tuhan sendiri yang mengundang kita untuk datang kepada-Nya. Yang terjadi ialah bahwa undangan Tuhan itu tidak selalu kita tanggapi, bahkan kita mengabaikannya. Kita lebih mengutamakan urusan duniawi, mengutamakan bekerja di ladang dan usaha kita.

Pesan injil sangat jelas bagi kita. Kita harus bekerja supaya dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Hendaknya pekerjaan yang kita lakukan bukan menjadi penghalang relasi kita dengan Tuhan. Ditengah kesibukan kita, hendaknya kita senantiasa peka pada undangan Tuhan.
Sanggupkah kita meluangkan waktu (kesibukan sehari-hari) untuk menjawab undangan Tuhan datang ke gereja merayakan Ekaristi setiap hari minggu? (Fr Anselmus Tampubolon – PRAUNIO PADANG)

About

Check Also

MINGGU BIASA XXVII-A, 4 Oktober 2020

Menghayati Hidup dalam Ekaristi/Menghayati Ekaristi dalam Hidup Tugas mendidik sering mengecewakan. Sebab sekalipun membentuk manusia …

Leave a Reply