Nubuat tentang Kedatangan Yesus (Renungan MINGGU ADVEN II, 4 DESEMBER 2016 Oleh Fr. Bonar Sinabariba

4 DESEMBER 2016,

Bacaan Injil : Mat 3:1-12.

Adven II – Yohanes Pembaptis – Nubuat tentang Kedatangan Yesus

Plato, itulah seorang filsuf yang terlintas di benak saya ketika mendalami teks Minggu Adven II ini. Salah satu kisah menarik dari Plato ialah tentang peran profetis dari seorang filsuf dalam Mite Gua. Alkisah, di sebuah gua terdapat orang-orang yang sedang terbelenggu sejak lahirnya. Muka mereka selalu menghadap dinding dan tak dapat bergerak. Di belakang mereka terdapat api yang tengah menyala. Di permukaan dinding itu, mereka melihat bayangan-bayangan orang yang lalu lalang. Kemudian salah satu di antara mereka terlepas dan keluar dari gua itu. Ia kemudian insaf dan melihat bahwa bayangan di permukaan gua itu bukanlah kenyataan, melainkan hanya bayangan saja. Ketika ia hendak menyadarkan teman-temannya yang lain, teman-temannya justru tidak mempercayai dia karena mereka terlalu asik menyaksikan bayang-bayang itu. Bahkan sampai si orang bebas ini menangis untuk menyadarkan teman-temannya, mereka tak kunjung sadar dan bahkan ingin membunuhnya.

Pada Minggu Adven II, Gereja mengarahkan pandangannya kepada sosok Yohanes Pembaptis. Ia ada seorang Yahudi yang mengasingkan diri dari keramaian guna mencari kehendak Tuhan di padang gurun yang sepi dan gersang. Namun, kehadirannya sarat dengan pesan profetis. Lewat pewartaannya, ia menyerukan agar semua orang berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan kembali ke jalan hidup yang benar di hadirat Tuhan. Tetapi, pertobatan yang diserukan Yohanes bukanlah pertobatan etis begitu saja. Ada sebuah keyakinan yang ia wartakan, yakni keyakinan akan kedatangan Kristus yang tengah ia persiapkan. Ia mengimani bahwa Allah akan segera tiba dan oleh karena itu, setiap umat juga mempersiapkan diri mereka lewat pertobatan hati yang tulus dan murni. Segala macam embel-embel seperti yang dikatakan orang Farisi dan Saduki yang mengklaim diri sebagai anak Abraham, tak ada artinya dibandingkan pertobatan yang sungguh-sungguh. Tak ada kesempatan untuk berkelit pada saat kedatangan-Nya.

Arti pewartaan Yohanes ini bagi kita saat ini ialah bagaimana persiapan kita akan kedatangan Kristus, baik dalam peristiwa Natal maupun pada kedatangan-Nya yang kedua. Kata-kata Yohanes menjadi alarm bagi kita yang hidup dalam hingar-bingar keseharian dan kerap lupa dengan perkara surgawi. Adakah persiapan khusus dalam batin kita guna menyambut kedatangan Kristus itu dengan sukacita? (Fr. Bonar Sinabariba)

Liturgi Hari ini: MINGGU ADVEN II, 4 DESEMBER 2016…. Klik di sini!!

About

Check Also

Ekaristi Minggu 6 juni 2021: Tubuh dan Darah Kristus (HR)

Menghayati Ekaristi dalam hidupKebersamaan yang mau diperkembangkan oleh Kristus di antar umat manusia, membawa mereka …

Leave a Reply